Banjir di Serang Mulai Surut, Warga Diminta Tetap Waspada Hujan Lebat

Mar 12, 2026 - 09:30
 0  5
Banjir di Serang Mulai Surut, Warga Diminta Tetap Waspada Hujan Lebat

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Serang, Banten, mulai berangsur surut pada Rabu malam, 11 Maret 2026. Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mengimbau warga untuk tetap waspada karena potensi hujan lebat masih mengancam yang dapat menyebabkan kenaikan debit air kembali.

Ad
Ad

Kondisi Banjir Berangsur Surut di Beberapa Wilayah

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, melaporkan berdasarkan pantauan hingga pukul 19.00 WIB, kondisi tinggi muka air (TMA) di beberapa kecamatan seperti Bojonegara, Carenang, dan Cinangka sudah mulai membaik dan menunjukkan situasi yang kondusif.

"Beberapa titik banjir memang mulai surut, namun di wilayah lain seperti Desa Penggalang, Kecamatan Ciruas dan Perum Grand Mekarsari, Kecamatan Carenang, air masih bertahan dengan ketinggian antara 30 hingga 40 centimeter," ujar Ajat di Serang, Rabu, 11 Maret 2026.

Suasana banjir di Kecamatan Ciruas menjadi perhatian khusus karena air masih menggenangi beberapa titik dengan ketinggian yang cukup signifikan, mengganggu aktivitas warga dan mobilitas di daerah tersebut.

Dampak Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Serang

BPBD mencatat, bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak 6 Maret 2026 ini telah berdampak luas terhadap masyarakat di Kabupaten Serang. Berikut rincian dampaknya:

  • 34 desa di 14 kecamatan terdampak banjir.
  • Jumlah terdampak mencapai 10.892 jiwa atau 3.652 kepala keluarga.
  • 3.259 rumah terendam banjir.
  • Terjadi satu rumah rusak akibat pergerakan tanah di Kecamatan Padarincang.
  • Akses jalan terganggu akibat pohon tumbang di Bojonegara.
  • Fasilitas publik, seperti SDN 1 Tonjong dan dua masjid, juga ikut terdampak.

Kerusakan fasilitas dan gangguan akses ini menambah kompleksitas dalam penanganan bencana yang sedang berlangsung.

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Upaya Antisipasi BPBD

Menurut prediksi dari BMKG, potensi hujan lebat dan angin kencang masih akan terus membayangi wilayah Banten. Oleh karena itu, BPBD Kabupaten Serang menilai tingkat ancaman saat ini masih berada pada kategori sedang hingga tinggi.

"Kami terus menyiagakan tim untuk monitoring dan kaji cepat lanjutan. Kebutuhan mendesak saat ini meliputi alat penyedot air (alkon), makanan siap saji, obat-obatan, serta perlengkapan bayi dan keluarga," jelas Ajat Sudrajat.

BPBD juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Cidurian dan wilayah rawan lainnya untuk melakukan evakuasi mandiri apabila melihat tanda-tanda kenaikan air yang signifikan, guna menghindari potensi korban jiwa dan kerugian lebih besar.

Langkah Warga dan Pemerintah ke Depan

Dalam situasi banjir yang masih belum sepenuhnya terselesaikan, kewaspadaan menjadi kunci utama. Warga dihimbau untuk:

  1. Memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG dan BPBD secara berkala.
  2. Siap melakukan evakuasi mandiri saat tanda bahaya muncul.
  3. Mengamankan dokumen dan barang berharga dari risiko banjir.
  4. Berkoordinasi dengan aparat setempat untuk mendapatkan bantuan dan informasi terkini.
  5. Mendukung proses pemulihan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan meminimalkan risiko bencana susulan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, meskipun banjir di Serang mulai berangsur surut, situasi ini belum bisa dianggap sepenuhnya aman. Potensi hujan lebat yang terus diprediksi oleh BMKG menjadi warning penting bahwa risiko banjir susulan sangat mungkin terjadi dalam waktu dekat. Hal ini menuntut koordinasi lebih intensif antara pemerintah daerah, BPBD, dan masyarakat untuk memperkuat sistem peringatan dini serta kesiapsiagaan bencana.

Selain itu, kerusakan fasilitas publik dan terganggunya akses jalan menunjukkan bahwa dampak bencana ini tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga dapat menghambat pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat. Pemerintah daerah perlu segera melakukan perbaikan infrastruktur dan penyediaan bantuan yang tepat sasaran agar pemulihan dapat berjalan efektif.

Ke depan, warga Serang harus terus waspada dan siap menghadapi potensi cuaca ekstrem yang mungkin kembali terjadi. Membangun kesadaran kolektif mengenai mitigasi bencana dan tindakan cepat bisa mengurangi risiko kerugian yang lebih besar. Pembelajaran dari peristiwa ini juga harus menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola bencana di tingkat lokal dan regional.

Ikuti terus update berita banjir dan cuaca ekstrem di wilayah Banten untuk mendapatkan informasi terbaru dan langkah antisipasi yang harus dilakukan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad