17 Fakta Terbaru Perang Iran vs AS-Israel: Trump Disebut 'Setan' dan Krisis Meningkat

Mar 12, 2026 - 16:01
 0  4
17 Fakta Terbaru Perang Iran vs AS-Israel: Trump Disebut 'Setan' dan Krisis Meningkat

Perang di Timur Tengah yang melibatkan Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel terus berlanjut dengan eskalasi serangan dan korban yang semakin meningkat. Dimulai dari serangan AS dan Israel ke Teheran pada 28 Februari 2026, Iran membalas dengan serangan ke Tel Aviv, pangkalan militer AS di negara Arab, serta menutup Selat Hormuz yang strategis dan menyerang infrastruktur energi di Teluk. Berikut 17 fakta terkini yang merangkum situasi konflik yang semakin memanas, berdasarkan laporan terbaru dari CNBC Indonesia per 12 Maret 2026.

Ad
Ad

Serangan Berlanjut di Laut dan Darat

  • Kapal kontainer diserang di dekat Uni Emirat Arab (UEA), menyebabkan kebakaran kecil menurut badan maritim Inggris.
  • Tiga awak kapal Thailand terjebak di Selat Hormuz setelah kapal mereka terkena proyektil, belum berhasil diselamatkan hingga kini.
  • Serangan terhadap tangki bahan bakar di Bahrain memicu ledakan di Muharraq, bagian dari serangkaian pembalasan Iran.
  • Drone menyerang ladang minyak Saudi, dengan dua drone yang berhasil dicegat di Shaybah dan wilayah timur Saudi.
  • Kuwait juga mencegat serangan drone, menyebabkan kebakaran di sebuah gedung perumahan dan melukai dua orang.
  • Israel kembali diserang rudal, militer Israel mengaktifkan sistem pertahanan udara untuk menghadapi gelombang serangan baru dari Iran dan Hizbullah.
  • Serangan udara di pangkalan militer AS di Irak menewaskan sedikitnya dua orang.
  • Serangan Israel di Beirut, Lebanon, menyebabkan tujuh tewas dan 21 luka-luka, termasuk pengungsi yang tidur di tempat terbuka.
  • Dua kapal tanker minyak diserang di lepas pantai Irak, menewaskan satu awak dan beberapa lainnya hilang, sementara 38 orang berhasil diselamatkan.

Perang dan Politik: Trump Disebut 'Setan' dan Biaya Perang Meningkat

  • Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran 'hampir kalah' dalam perangnya melawan AS dan Israel, mengklaim kemenangan cepat dalam hitungan jam.
  • Biaya perang AS mencapai US$11,3 miliar (sekitar Rp191 triliun) dalam enam hari pertama konflik, menurut laporan militer ke parlemen AS.
  • Trump dikritik keras oleh penasihat militer senior Iran, Yahya Rahim Safavi, yang menyebutnya sebagai "Setan itu sendiri" dan presiden AS paling korup dan bodoh.
  • Dewan Keamanan PBB mengadopsi resolusi yang menuntut Iran hentikan serangan ke negara-negara Teluk, namun tidak menyebut serangan AS dan Israel.

Peran Sekutu dan Dampak Energi Global

  • Iran dan Hizbullah mengklaim operasi rudal gabungan terhadap Israel, menambah ketegangan dengan dukungan proksi di Lebanon.
  • Amerika Serikat melepaskan 172 juta barel minyak cadangan strategis sebagai bagian dari kesepakatan bersama anggota Badan Energi Internasional (IEA) untuk meredam harga minyak akibat perang.
  • Jumlah korban tewas di Lebanon telah melampaui 630 orang selama 10 hari pertempuran antara Israel dan Hizbullah, dengan pemerintah Lebanon menyatakan kondisi negara hampir kolaps.
  • Serangan drone Israel di Teheran menewaskan beberapa anggota pasukan keamanan Iran, menunjukkan eskalasi serangan langsung ke jantung Iran.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, konflik Iran versus AS-Israel ini bukan sekadar perang terbatas, melainkan telah berkembang menjadi krisis regional yang sangat kompleks dengan dampak global, khususnya pada pasar energi dan stabilitas politik Timur Tengah. Penutupan Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dunia, menimbulkan ancaman serius terhadap pasokan energi global dan memaksa negara-negara besar seperti AS untuk melepas cadangan minyak strategis dalam jumlah besar.

Selain itu, pernyataan keras dari pejabat Iran yang menyebut Presiden Trump sebagai "Setan" mencerminkan meningkatnya sentimen permusuhan yang sulit diredam. Ini memperlihatkan bahwa perang ini tidak hanya militer, tetapi juga perang ideologi yang memperkuat garis perpecahan di kawasan tersebut.

Yang perlu diwaspadai selanjutnya adalah kemungkinan konflik meluas yang melibatkan negara-negara Teluk lainnya, serta potensi kegagalan diplomasi PBB yang tampak berat sebelah dalam resolusinya. Situasi ini menuntut perhatian global yang serius dan langkah diplomatik yang lebih berimbang agar perang tidak berlarut dan meluas ke skala yang lebih besar.

Terus ikuti perkembangan terbaru untuk pemahaman lebih mendalam mengenai dampak perang di Timur Tengah dan implikasinya bagi keamanan dan ekonomi dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad