Investor Asing Tipis-Tipis Beli Saham Komoditas Meski Net Sell Rp2 T

Apr 28, 2026 - 10:21
 0  4
Investor Asing Tipis-Tipis Beli Saham Komoditas Meski Net Sell Rp2 T

Jakarta, CNBC Indonesia – Pada perdagangan Senin (27/4/2026), pasar saham Indonesia kembali mencatat aksi jual bersih (net foreign sell) oleh investor asing sebesar Rp2,04 triliun. Namun, di balik tekanan jual tersebut, ada fakta menarik bahwa investor asing tetap melakukan akumulasi tipis-tipis pada sejumlah saham, khususnya di sektor komoditas yang berbasis sumber daya alam.

Ad
Ad

Fenomena ini menunjukkan adanya rotasi sektor yang cukup signifikan, di mana investor asing mengalihkan portofolio dari saham-saham perbankan menuju saham-saham komoditas. Peralihan ini mencerminkan strategi bertahan dengan mengincar sektor yang dinilai lebih prospektif di tengah volatilitas pasar global dan domestik saat ini.

Saham Komoditas Jadi Favorit Investor Asing

Berdasarkan data pasar, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menjadi saham yang paling banyak diborong asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp92 miliar. Saham ini dipandang menarik karena sektor pertambangan emas tetap menjadi pilihan aman saat ketidakpastian ekonomi meningkat.

Selain EMAS, saham lain dalam sektor komoditas yang juga banyak dibeli oleh investor asing adalah:

  • PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan net foreign buy Rp60 miliar
  • PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Rp50,9 miliar
  • PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) Rp38,8 miliar
  • PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp37,7 miliar
  • PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) Rp34,8 miliar
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp29,9 miliar
  • PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp25,6 miliar
  • PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) Rp20,3 miliar
  • PT Timah Tbk (TINS) Rp16,9 miliar

Daftar ini menegaskan fokus investor asing pada saham-saham yang terkait dengan sumber daya alam, yang biasanya menjadi aset defensif saat pasar menghadapi ketidakpastian.

Pergerakan IHSG dan Sentimen Pasar

Meski ada akumulasi di saham-saham komoditas, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru mengalami pembalikan arah yang signifikan pada perdagangan hari itu. Setelah sempat menguat di sesi pertama, IHSG kemudian anjlok dan akhirnya ditutup melemah 22,97 poin atau 0,32% ke level 7.106,52.

Pergerakan ini mencerminkan adanya perubahan sentimen pasar yang cepat, dari optimisme di awal sesi menjadi tekanan jual yang cukup kuat pada sesi kedua. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp16,57 triliun dengan volume perdagangan mencapai 33,17 miliar saham dalam 2,20 juta kali transaksi, menunjukkan aktivitas pasar yang sangat dinamis.

Rotasi Sektor dan Implikasi bagi Investor

Rotasi sektor yang terjadi, dengan asing keluar dari saham perbankan dan masuk ke saham komoditas, mengindikasikan pergeseran fokus investasi seiring dengan perubahan kondisi ekonomi dan geopolitik global. Sektor komoditas seringkali menjadi pilihan saat investor mencari perlindungan terhadap inflasi dan gejolak pasar.

Menurut laporan CNBC Indonesia, fenomena ini menandai strategi asing yang tidak meninggalkan pasar secara total, melainkan melakukan seleksi dan konsentrasi pada saham-saham yang dianggap memiliki prospek lebih baik di tengah kondisi pasar yang penuh ketidakpastian.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, aksi akumulasi investor asing di sektor komoditas meskipun secara keseluruhan mencatat net sell besar menunjukkan sinyal penting bagi investor domestik dan pelaku pasar. Hal ini mengindikasikan bahwa meski ada tekanan jual, asing masih percaya pada potensi jangka panjang sektor sumber daya alam di Indonesia.

Selain itu, rotasi sektor ini dapat menjadi indikator awal bahwa pasar sedang melakukan penyesuaian portofolio terhadap risiko global, seperti ketegangan geopolitik dan fluktuasi harga komoditas dunia. Investor perlu mengamati pergerakan saham-saham komoditas lebih dekat karena kemungkinan besar akan menjadi penggerak utama IHSG dalam beberapa waktu ke depan.

Ke depan, pergerakan IHSG dan arus modal asing akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global dan kebijakan domestik, termasuk kebijakan energi dan sumber daya alam. Oleh karena itu, pelaku pasar sebaiknya tetap waspada dan memantau berita serta data pasar terbaru agar dapat mengambil keputusan investasi yang tepat.

Untuk informasi lebih lengkap dan update analisis pasar, pembaca dapat mengunjungi sumber berita terpercaya seperti CNBC Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad