Startup AI Mantan Peneliti Google DeepMind Raih Pendanaan Seed Rp16 Triliun

Apr 27, 2026 - 23:10
 0  5
Startup AI Mantan Peneliti Google DeepMind Raih Pendanaan Seed Rp16 Triliun

Startup AI Ineffable Intelligence, yang didirikan oleh mantan peneliti Google DeepMind, secara resmi mengumumkan pendanaan seed senilai $1,1 miliar (sekitar Rp16 triliun), menjadikannya salah satu pendanaan seed terbesar di dunia hingga saat ini. Perusahaan yang berfokus pada pengembangan superintelligence ini juga muncul dari masa stealth dengan valuasi sebesar $5,1 miliar.

Ad
Ad

Mengenal Ineffable Intelligence dan Pendirinya

Ineffable Intelligence didirikan pada akhir tahun 2025 oleh David Silver, profesor University College London (UCL) sekaligus mantan pemimpin tim pembelajaran penguatan (reinforcement learning) di DeepMind, divisi AI Google yang terkenal. Fokus utama startup ini adalah mengembangkan AI yang belajar dari pengalaman langsung, berbeda dengan pendekatan AI saat ini yang lebih banyak menggunakan data teks dari internet.

David Silver menjelaskan bahwa tujuan utama perusahaan adalah untuk "melampaui penemuan terbesar dalam sejarah manusia, seperti bahasa, sains, matematika, dan teknologi." Dalam pernyataannya, ia menegaskan,

"Misi kami adalah melakukan kontak pertama dengan superintelligence. Kami menciptakan sebuah superlearner yang dapat menemukan semua pengetahuan dari pengalamannya sendiri, mulai dari keterampilan motorik dasar hingga terobosan intelektual yang mendalam."

Detail Pendanaan dan Investor Besar

Putaran pendanaan seed ini dipimpin bersama oleh dua perusahaan modal ventura asal Amerika Serikat, yakni Sequoia dan Lightspeed. Selain itu, beberapa investor ternama lain turut berpartisipasi, seperti Nvidia, DST Global, Index Ventures, Google, dan Dana AI Berdaulat Inggris (Sovereign AI Fund).

Menurut perusahaan, pendanaan ini merupakan yang terbesar di Eropa untuk tahap seed dan menandai lonjakan investasi dalam sektor AI canggih.

Fenomena Keluar Massal Peneliti Big Tech

David Silver bukan satu-satunya peneliti top dari perusahaan teknologi besar yang meninggalkan pekerjaannya untuk mendirikan startup AI sendiri. Dalam beberapa bulan terakhir, banyak mantan peneliti DeepMind, OpenAI, Anthropic, dan xAI yang menginisiasi perusahaan AI baru dan berhasil menggalang dana besar di tahap awal.

Contohnya, startup baru Recursive Superintelligence yang didirikan oleh mantan insinyur DeepMind Tim Rocktäschel, dilaporkan tengah menggalang dana hingga $1 miliar. Sementara itu, AMI Labs yang didirikan oleh mantan kepala AI Meta, Yann LeCun, juga berhasil mengamankan pendanaan $1 miliar pada bulan Maret 2026.

Selain itu, perusahaan AI lain seperti Periodic Labs dan Humans& juga telah mengumpulkan ratusan juta dolar dari investor, menandakan gelombang besar inovasi dan investasi di sektor AI dalam beberapa tahun terakhir.

Dukungan Pemerintah Inggris

Liz Kendall, Menteri Sains dan Teknologi Inggris, memberikan dukungan resmi terhadap pengembangan Ineffable Intelligence. Ia menyatakan,

"Investasi dalam Ineffable ini akan mendukung perusahaan yang berada di garis depan AI, dengan potensi untuk mentransformasi seluruh sektor, menegaskan tekad kami agar Inggris tidak hanya menjadi konsumen AI, tetapi juga produsen AI."

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, keberhasilan Ineffable Intelligence dalam meraih pendanaan seed yang sangat besar ini menandai perubahan penting dalam lanskap teknologi global. Superintelligence bukan lagi sekadar konsep futuristik, melainkan menjadi fokus investasi utama yang mampu menarik modal miliaran dolar dari investor kelas dunia. Hal ini menunjukkan betapa besarnya potensi dan antusiasme terhadap kemampuan AI generasi berikutnya yang dapat belajar secara mandiri dan menghasilkan inovasi tanpa batas.

Lebih jauh, fenomena peneliti top Big Tech yang meninggalkan perusahaan induk untuk membangun startup sendiri mencerminkan adanya pergeseran dinamika inovasi. Pendekatan yang lebih fleksibel dan visi yang lebih ambisius kerap kali lebih mudah direalisasikan dalam ekosistem startup. Hal ini berpotensi mempercepat perkembangan teknologi AI superintelligent yang dapat mengubah berbagai sektor industri, mulai dari kesehatan, keuangan, hingga teknologi pertahanan.

Ke depan, publik dan pelaku industri perlu terus memantau perkembangan Ineffable Intelligence dan startup AI serupa, terutama bagaimana mereka akan mengatasi tantangan etika, regulasi, dan keamanan dalam pengembangan AI superintelligent. Superlearner yang mampu belajar dan berinovasi secara mandiri berpotensi menciptakan peluang sekaligus risiko yang belum pernah dihadapi sebelumnya.

Untuk informasi lebih lanjut dan update terbaru, Anda dapat membaca laporan lengkapnya pada sumber asli CNBC.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad