Bernie Sanders Dikritik Keras Usai Rencana Bertemu Ahli AI Beijing di Capitol Hill

Apr 28, 2026 - 08:40
 0  4
Bernie Sanders Dikritik Keras Usai Rencana Bertemu Ahli AI Beijing di Capitol Hill

Senator Bernie Sanders tengah menjadi sorotan tajam setelah mengumumkan rencana untuk berbicara bersama para ahli kecerdasan buatan (AI) dari Beijing dalam sebuah diskusi panel di Capitol Hill. Langkah ini memicu kritik keras, terutama karena dua pejabat yang akan hadir memiliki hubungan erat dengan pemerintah China dan model tata kelola AI yang didukung oleh Partai Komunis China (PKC).

Ad
Ad

Kontroversi Bertemu Pejabat AI Tiongkok di Capitol Hill

Sanders, yang dikenal sebagai demokrat sosialis dan anggota Senat dari Vermont, dijadwalkan tampil bersama Xue Lan, profesor di Universitas Tsinghua yang didanai oleh PKC sekaligus ketua Komite Profesional Tata Kelola Kecerdasan Buatan Generasi Baru yang disokong oleh Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China. Juga hadir Zeng Yi, Dekan Institut Keamanan dan Tata Kelola AI Beijing dan anggota komite yang sama.

Acara ini juga menampilkan Max Tegmark dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang menyatakan diskusi akan berfokus pada "risiko eksistensial AI dan kerja sama internasional." Namun, kritik meluncur deras dari berbagai pihak, termasuk pemerintahan AS, industri pusat data, dan lembaga pemikir kebijakan teknologi.

Kritik dari Berbagai Pihak: Ancaman Bagi Daya Saing Amerika

Para pengkritik menilai kebijakan yang didorong Sanders, termasuk moratorium pembangunan pusat data AI, justru akan melemahkan kemampuan AS bersaing dengan China dalam perlombaan teknologi AI yang semakin ketat. Rep. Pat Harrigan dari Partai Republik bahkan menyoroti hubungan langsung Universitas Tsinghua dengan PKC dan menyebut bahwa China kerap menghambat perusahaan teknologi AS, seperti kasus pemerintah China yang menggagalkan akuisisi Manus AI oleh Meta senilai 2 miliar dolar AS.

"China sedang mengunci aset AI paling kuat mereka dan menutup akses perusahaan Amerika," kata Harrigan. "Bernie Sanders ingin memberikan mereka kursi di meja diskusi bagaimana Amerika menangani teknologi yang sama."

Selain itu, podcaster dan komentator konservatif juga mengecam Sanders karena dianggap terlalu mengandalkan model kepemimpinan AI dari PKC, yang dikenal mengontrol ketat industri teknologi dengan pendekatan top-down.

Moratorium Pusat Data AI dan Dampaknya

Bersama Rep. Alexandria Ocasio-Cortez, Sanders memperkenalkan Artificial Intelligence Data Center Moratorium Act yang mengusulkan pelarangan sementara pembangunan dan peningkatan pusat data AI sampai regulasi menyeluruh disahkan oleh Kongres. Tujuannya, kata Sanders, adalah untuk memperlambat perkembangan AI yang dianggapnya mengancam lapangan kerja, privasi, demokrasi, dan bahkan keberlangsungan manusia.

Namun, kebijakan ini juga mendapat penolakan dari sejumlah anggota Demokrat, seperti Senator Mark Warner yang menyebutnya "kebodohan" karena dapat memberi keunggulan bagi China. Kelompok industri pusat data dan lembaga pemikir kebijakan teknologi juga memperingatkan bahwa moratorium ini akan membatasi akses layanan digital, melemahkan daya saing AS, dan berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari masyarakat.

Perbedaan Strategi Tata Kelola AI AS dan China

Menurut laporan, pejabat China seperti Lan dan Yi menganjurkan tata kelola AI yang lebih terpusat dan dikontrol pemerintah, berbeda dengan pendekatan AS yang mengandalkan pasar bebas dan inovasi bottom-up. Brett Guthrie, Ketua Komite Energi dan Perdagangan DPR AS, menulis bahwa strategi China memberikan keunggulan jangka pendek, tetapi model AS lebih efisien dan inovatif dalam jangka panjang.

Senator Ted Cruz menegaskan bahwa cara terbaik mengalahkan China dalam perlombaan AI adalah dengan mempercepat inovasi, bukan membebani pengembang AI dengan regulasi yang ketat seperti di Eropa. Pertumbuhan teknologi AI, menurutnya, akan meningkatkan keamanan nasional, menciptakan lapangan kerja baru, dan menggerakkan ekonomi AS.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, langkah Bernie Sanders yang mengundang pejabat AI dari Beijing ke Capitol Hill adalah langkah yang sangat berisiko dan bisa berakibat jangka panjang pada posisi strategis AS dalam perlombaan teknologi AI. Meskipun niatnya untuk membahas tata kelola AI dan risiko eksistensial adalah valid, berkolaborasi langsung dengan pejabat yang memiliki kepentingan politik dan ideologis yang bertentangan dengan kepentingan nasional AS dapat membuka celah bagi pengaruh asing yang merugikan.

Selain itu, kebijakan moratorium pusat data yang diajukan Sanders berpotensi memperlambat inovasi dan pembangunan infrastruktur penting untuk pengembangan AI di AS. Di tengah percepatan teknologi yang kompetitif, setiap hambatan regulasi harus dipertimbangkan dampaknya terhadap daya saing global.

Ke depan, yang perlu diwaspadai adalah bagaimana Kongres dan pemerintah AS akan menyeimbangkan kebutuhan keamanan nasional dan inovasi teknologi dengan keterbukaan terhadap kerja sama internasional. Perkembangan ini juga menjadi cermin betapa sengitnya persaingan teknologi antara AS dan China yang kian menyerupai perang dingin baru, namun dengan fokus pada AI.

Untuk informasi lebih lanjut dan perkembangan terbaru, simak terus liputan dari Fox News dan sumber berita terpercaya lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad