Munafri Bahas Penanganan Banjir Manggala dan Pembangunan di Safari Ramadhan
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memanfaatkan momentum Safari Ramadhan untuk berdialog langsung dengan masyarakat Kecamatan Manggala terkait penanganan banjir dan pembangunan wilayah tersebut. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Jami Nurul Ilham Kassi, Jalan Antang Raya, itu menjadi ajang penting guna membahas kendala yang selama ini dihadapi warga, khususnya terkait banjir tahunan yang kerap melanda kawasan Blok 8 dan 10.
Penanganan Banjir di Kecamatan Manggala
Dalam pertemuan yang diisi dengan pelaksanaan shalat Tarawih bersama ini, Munafri Arifuddin menegaskan bahwa Kecamatan Manggala termasuk dalam 15 kecamatan yang mendapat prioritas perhatian dari pemerintah kota. Ia menyampaikan bahwa masih banyak persoalan yang harus segera ditangani, terutama yang berkaitan dengan tata ruang dan kebijakan yang mengutamakan kepentingan masyarakat.
"Masih terdapat berbagai persoalan yang perlu mendapat penanganan khusus, mulai dari penataan wilayah hingga kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat," ujar Munafri di hadapan warga Kecamatan Manggala.
Banjir yang terjadi secara rutin di beberapa blok menjadi sorotan utama. Pemerintah kota telah melakukan koordinasi lintas kewenangan guna mencari solusi yang tepat. Meski tidak semua aspek berada di bawah kendali Pemerintah Kota Makassar, Munafri menunjukkan inisiatif kuat untuk mengatasi permasalahan tersebut secara bertahap melalui rencana pembangunan yang terstruktur.
Safari Ramadhan sebagai Momentum Kolaborasi
Munafri menjelaskan bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar agenda keagamaan, melainkan juga menjadi momentum strategis untuk mempererat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Kegiatan ini membuka ruang dialog agar pemerintah dapat mendengar langsung aspirasi dan keluhan warga di lapangan.
Selain program pemerintah, Munafri menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan, khususnya dalam membersihkan saluran air dan selokan yang berfungsi sebagai jalur pembuangan air hujan.
- Menjaga kebersihan drainase dan saluran air sekitar rumah
- Partisipasi aktif warga dalam pemeliharaan lingkungan
- Peningkatan kesadaran kolektif untuk mencegah banjir
Langkah kecil seperti membersihkan drainase diyakini dapat memberikan dampak besar dalam meminimalisir risiko banjir yang selama ini mengganggu aktivitas warga.
Peran Aparat Wilayah dalam Penanganan Masalah
Munafri juga meminta agar camat, lurah, serta ketua RT dan RW mengambil peran sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah. Aparat wilayah diharapkan menjadi mata dan telinga pemerintah dalam mendeteksi serta mengatasi berbagai permasalahan yang muncul di masyarakat.
"Kami berharap aparat wilayah dapat menjadi mata dan telinga pemerintah dalam mendeteksi berbagai persoalan di tengah masyarakat," jelas Munafri.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, langkah Wali Kota Munafri Arifuddin yang mengangkat isu penanganan banjir di Kecamatan Manggala melalui momentum Safari Ramadhan merupakan strategi efektif untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat. Pendekatan ini tidak hanya memberikan ruang aspirasi tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah dan warga dalam menyelesaikan masalah lingkungan.
Namun, penanganan banjir yang sudah berlangsung lama ini membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Koordinasi lintas kewenangan yang disebutkan Munafri harus diikuti dengan tindakan nyata, termasuk anggaran yang memadai dan keterlibatan berbagai instansi terkait. Jika tidak, risiko banjir yang terus berulang bisa berdampak pada kualitas hidup warga dan menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan.
Ke depan, pembaca sebaiknya memantau perkembangan rencana pembangunan dan implementasi program penanganan banjir di Manggala. Keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan pelaporan masalah melalui aparat wilayah menjadi kunci keberhasilan upaya ini. Pemerintah juga harus transparan dalam menyampaikan progres agar kepercayaan publik tetap terjaga.
Safari Ramadhan telah membuktikan fungsinya sebagai medium efektif membangun dialog sosial, dan metode ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi masalah serupa.
Nur Suhra Wardyah
ANTARA Makassar
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0