Warga Babo Aceh Musnahkan Pohon Durian Terdampak Banjir, Produksi Terjun Bebas
Warga Desa Babo, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, memutuskan untuk memusnahkan semua pohon durian yang terdampak banjir besar yang terjadi pada 26 November 2025. Keputusan ini diambil setelah pohon-pohon durian di desa tersebut tidak lagi berbuah dan mengalami kematian pada bagian batang dan daun.
Kerusakan Pohon Durian Akibat Banjir di Desa Babo
Kepala Desa Babo, Khairi Ramadhan, menjelaskan bahwa sebelum banjir melanda, pohon durian di pinggir sungai dan sekitar pemukiman warga sangat produktif. Bahkan durian dari Babo dikenal luas dengan sebutan Durian Babo dan menjadi pasokan utama di pasar-pasar sekitar.
Namun, setelah banjir besar melanda, semua pohon durian mengalami kerusakan parah. Daunnya rontok, batangnya mati, dan yang paling fatal adalah pohon tidak lagi dapat berbuah. Khairi menambahkan bahwa mereka belum mengetahui zat apa yang terkandung dalam air banjir sehingga menyebabkan kerusakan tersebut.
Keputusan Pemusnahan Massal dan Dampaknya
Karena kondisi pohon durian yang sudah tidak produktif, para pemilik pohon sepakat untuk memusnahkan seluruh pohon durian yang terdampak banjir. Batang pohon yang dimusnahkan bahkan dijual kembali oleh pemiliknya sebagai upaya memanfaatkan sisa tanaman tersebut.
Mulai tahun ini, durian Babo diperkirakan akan jarang ditemukan di pasar karena pemusnahan massal ini. Lahan bekas pohon durian nantinya akan digunakan untuk menanam tanaman produktif lain sebagai pengganti sumber pendapatan warga yang hilang.
Dampak Banjir terhadap Mata Pencaharian Warga
Selain kerusakan pohon durian, banjir juga menghancurkan banyak lahan kelapa sawit yang menjadi salah satu sumber penghasilan warga. Akibatnya, banyak warga Desa Babo yang kehilangan mata pencaharian.
Untuk bertahan hidup, sejumlah warga beralih menjadi buruh kayu, bekerja memotong dan mengangkat kayu gelondongan non-illegal. Langkah ini diambil agar ekonomi rumah tangga tetap berjalan meskipun menghadapi kondisi pasca-bencana.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, pemusnahan massal pohon durian di Desa Babo bukan hanya persoalan kehilangan tanaman saja, melainkan juga hilangnya identitas ekonomi dan budaya masyarakat yang selama ini bergantung pada Durian Babo sebagai ikon daerah dan sumber penghasilan utama.
Kerusakan parah yang disebabkan oleh banjir membuka pertanyaan besar tentang ketahanan lingkungan dan mitigasi bencana di daerah rawan banjir. Apakah ada langkah preventif yang bisa dilakukan agar kerugian serupa tidak terulang? Selain itu, peralihan mata pencaharian warga ke sektor informal seperti buruh kayu menunjukkan ketidakpastian ekonomi yang harus segera ditangani pemerintah dan stakeholder terkait.
Ke depan, penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk bersama-sama merancang strategi pemulihan yang tidak hanya fokus pada penanaman kembali, tetapi juga diversifikasi ekonomi dan peningkatan ketahanan bencana agar masyarakat tidak kembali terpuruk jika terjadi bencana serupa.
Pemantauan dan pembaruan informasi mengenai perkembangan kondisi di Desa Babo sangat penting agar publik dan pihak terkait dapat memahami dan mendukung upaya pemulihan yang berkelanjutan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0