Profil Ali Larijani: Tangan Kanan Khamenei dan Pemimpin Dewan Keamanan Iran

Mar 18, 2026 - 08:10
 0  3
Profil Ali Larijani: Tangan Kanan Khamenei dan Pemimpin Dewan Keamanan Iran

Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran sekaligus tangan kanan Ayatollah Ali Khamenei, meninggal dunia dalam serangan Israel pada Senin malam, 16 Maret 2026. Kabar kematian Larijani dikonfirmasi langsung oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, yang juga menyatakan bahwa Komandan pasukan paramiliter Iran Basij, Gholamreza Soleimani, turut tewas dalam serangan tersebut.

Ad
Ad

"Para pemimpin rezim ini telah tewas dan kemampuan mereka dibinasakan," kata Katz. "Tentara kami bekerja keras untuk terus menyerang dan memusnahkan kemampuan rudal serta infrastruktur strategis Iran."

Peran dan Pengaruh Ali Larijani di Iran

Ali Larijani adalah sosok politisi veteran yang kembali muncul sebagai pejabat keamanan penting di Iran sejak tahun lalu. Ia ditunjuk langsung oleh mendiang Ayatollah Khamenei sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi pada Agustus 2025, menggantikan Ali Akbar Ahmadian yang posisinya melemah pasca konflik Israel-Iran pada Juni 2025. Penunjukan ini mengejutkan banyak pihak karena sebelumnya Khamenei diketahui menentang Larijani menduduki jabatan tersebut.

Larijani memiliki rekam jejak yang kompleks. Ia pernah menjabat sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional pada periode 2005-2007 dan Ketua Parlemen Iran selama 12 tahun (2008-2020). Dalam kariernya, Larijani dikenal sebagai tokoh reformis yang terbuka terhadap hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat, termasuk dalam negosiasi nuklir yang dilakukan Iran dengan enam kekuatan dunia. Meski AS menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 pada 2018, Larijani tetap menjadi figur kunci dalam urusan keamanan dan politik luar negeri Iran.

Larijani dan Negosiasi Nuklir Iran

Selama menjabat Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Larijani terlibat langsung dalam berbagai urusan diplomatik dan domestik yang sangat krusial bagi Iran, mulai dari negosiasi nuklir hingga penanganan kerusuhan di dalam negeri. Ia pernah menyatakan bahwa masalah nuklir Iran "dapat diselesaikan" dan menilai bahwa kekhawatiran AS agar Iran tidak mencapai kemampuan senjata nuklir bisa diatasi.

Namun, setelah ketegangan memuncak akibat serangan AS dan Israel yang menewaskan Khamenei, Larijani menggeser sikapnya menjadi lebih keras. Ia menegaskan tidak akan ada lagi negosiasi dengan AS, menuduh Amerika dan Israel berupaya menghancurkan Iran, dan mengancam tindakan tegas terhadap kelompok separatis yang mengancam stabilitas negara.

Jaringan Keluarga dan Warisan Politik Larijani

Lahir di Najaf, Irak, pada 1958, Larijani berasal dari keluarga terkemuka Iran yang memiliki pengaruh besar di berbagai bidang pemerintahan, termasuk peradilan dan kementerian luar negeri. Ia meraih gelar PhD di bidang filsafat dan dikenal sebagai salah satu calon potensial pengganti Khamenei karena jaringan kekuasaannya yang luas dan latar belakang pendidikannya.

Salah satu putrinya sempat diberhentikan dari posisi pengajar kedokteran di Universitas Emory Amerika Serikat pada Januari 2026 karena kontroversi terkait peran keluarga Larijani dalam penindasan demonstrasi di Iran. Media Turki TRT menyebut jaringan keluarga Larijani sebagai "jaringan kekuasaan paling berpengaruh" dalam rezim Iran.

Kontribusi dan Kontroversi Larijani

  • Memegang peran penting dalam hubungan Iran dengan sekutu utama seperti Rusia dan China, termasuk menjadi utusan khusus Iran ke Moskow dan terlibat dalam kesepakatan 25 tahun Iran-China.
  • Berperan dalam Perang Iran-Irak dan berbagai isu keamanan nasional selama puluhan tahun.
  • Menjadi figur sentral dalam penanganan kerusuhan sipil Iran pada Desember 2025 yang berlangsung represif.

Situasi Terkini dan Dampak Kematian Larijani

Ali Larijani meninggal saat sedang mengunjungi putrinya di wilayah timur Teheran. Setelah kabar kematiannya, akun media sosial resmi Larijani mengunggah tulisan tangan yang berisi belasungkawa atas para syahid Iran dalam perang, menegaskan bahwa kenangan mereka akan memperkuat fondasi tentara Republik Islam.

Kematian Larijani menjadi pukulan besar bagi struktur keamanan Iran, mengingat perannya sebagai tangan kanan Khamenei dan pemimpin Dewan Keamanan Nasional. Meski tokoh ini tidak dipilih oleh Majelis Ahli, kelompok ulama yang menentukan pemimpin tertinggi, Larijani dianggap sebagai pilar penting dalam jajaran elit rezim.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kematian Ali Larijani bukan hanya kehilangan figur kunci dalam struktur keamanan dan politik Iran, tapi juga menandai titik kritis dalam dinamika kekuasaan di tengah konflik Iran-Israel yang semakin memanas. Larijani selama ini dikenal sebagai figur pragmatis yang mencoba menyeimbangkan antara pendekatan keras dan diplomasi, terutama dalam konteks negosiasi nuklir.

Kehilangan sosok seperti Larijani dapat membuka ruang bagi faksi yang lebih radikal dan menguatkan posisi kelompok garis keras yang menolak kompromi dengan Barat. Hal ini berpotensi memperpanjang ketegangan regional dan menyulitkan upaya diplomasi internasional dalam meredakan konflik di Timur Tengah.

Publik dan pengamat politik perlu mencermati siapa yang akan menggantikan posisi strategis ini, serta bagaimana langkah Iran selanjutnya dalam kebijakan luar negeri dan keamanan nasional. Perkembangan ini juga menjadi indikator penting bagi stabilitas rezim dan arah hubungan internasional Iran ke depan.

Terus ikuti update terbaru untuk memahami dampak jangka panjang dari peristiwa ini terhadap geopolitik kawasan dan dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad