Tanah Longsor di Long Berang Malinau: 7 Kepala Keluarga Terdampak Berat

Mar 18, 2026 - 16:00
 0  5
Tanah Longsor di Long Berang Malinau: 7 Kepala Keluarga Terdampak Berat

Musibah tanah longsor terjadi di Desa Long Berang, Kecamatan Mentarang Hulu, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) pada Senin malam, 16 Maret 2026. Kejadian ini menyebabkan dampak serius bagi tujuh kepala keluarga dan kerusakan pada berbagai fasilitas masyarakat.

Ad
Ad

Empat Titik Longsor dengan Kerusakan Parah

Camat Mentarang Hulu, Paris, mengonfirmasi bahwa tanah longsor terjadi sekitar pukul 22.00 WITA dan tercatat ada empat titik longsoran terparah yang menyebabkan kerusakan signifikan:

  • Segmen ruas jalan dari kantor camat menuju permukiman Desa Long Berang sepanjang sekitar 50 meter.
  • Area di belakang Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) dan rumah dinas paramedis.
  • Segmen ruas jalan antara Pasar Mentarang Hulu dan PKM dengan panjang longsoran sekitar 80 meter.
  • Segmen ruas jalan dari Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 11 Malinau menuju perumahan sepanjang sekitar 30 meter.

Longsoran ini tidak hanya merusak jalan, tetapi juga bangunan rumah warga dan fasilitas umum seperti rumah dinas paramedis dan pasar setempat.

Respons dan Penanganan Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Malinau segera bergerak cepat begitu mendapat laporan kejadian. Namun, cuaca yang masih kurang bersahabat dan kondisi air Sungai Mentarang yang tinggi menyebabkan pembersihan longsoran harus ditunda sementara hingga kondisi memungkinkan.

Paris menyatakan bahwa tujuh kepala keluarga terdampak telah dievakuasi dan sementara waktu mengungsi di rumah warga lain yang aman dari longsor. Selain itu, bahan bakar untuk alat berat sudah tiba di lokasi, dan alat berat dalam perjalanan dari Desa Temalang menuju Long Berang.

Untuk keselamatan, listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sementara dimatikan karena beberapa tiang listrik ikut tumbang akibat longsor.

Peran BPBD dan Dinas Teknis dalam Penanganan Darurat

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Malinau telah melakukan distribusi bantuan logistik kepada warga terdampak dan akan melaksanakan pembersihan rumah serta fasilitas yang tertimbun lumpur. Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Malinau melakukan tinjauan teknis untuk penanganan darurat lanjutan.

Kepala Pelaksana BPBD Malinau, Iwan Darma Yuana, menegaskan koordinasi terus dilakukan dengan pihak kecamatan untuk memastikan penanganan pascalongsor berjalan optimal.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kejadian tanah longsor di Long Berang ini menggarisbawahi rentannya infrastruktur dan permukiman di daerah rawan bencana di Kalimantan Utara. Kerusakan pada fasilitas kesehatan dan pasar menunjukkan dampak yang luas, tidak hanya pada hunian warga tetapi juga layanan publik vital.

Langkah cepat pemerintah daerah dalam evakuasi dan penanganan sangat penting untuk mencegah dampak lebih buruk, terutama mengingat potensi hujan dan kondisi sungai yang masih tinggi. Namun, tantangan logistik dan cuaca memperlihatkan perlunya peningkatan kesiapsiagaan dan infrastruktur tahan bencana di wilayah ini.

Kami merekomendasikan pembaca untuk terus memantau perkembangan dari BPBD dan pemerintah setempat, serta mendukung upaya mitigasi bencana guna meminimalisasi risiko kejadian serupa di masa depan.

Dengan situasi yang masih dinamis, perhatian publik dan dukungan pemerintah sangat krusial agar kebutuhan warga terdampak segera terpenuhi dan proses pemulihan berjalan lancar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad