Harga Cabai Tembus Rp 120.000/kg, Ini Penyebab dan Dampaknya bagi Pasar

Mar 18, 2026 - 21:50
 0  4
Harga Cabai Tembus Rp 120.000/kg, Ini Penyebab dan Dampaknya bagi Pasar

Harga cabai rawit kini menyentuh angka Rp 120.000 per kilogram, jauh melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan sebesar Rp 57.000/kg. Lonjakan harga ini menjadi perhatian serius pemerintah, khususnya Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, yang bersama Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Roro melakukan pengecekan langsung ke Pasar Mayestik, Jakarta Selatan.

Ad
Ad

Penyebab Utama Harga Cabai Melonjak

Faktor cuaca ekstrem dan produksi yang menurun secara signifikan menjadi biang kerok utama kenaikan harga cabai. Ketut menjelaskan bahwa hujan deras yang terjadi belakangan ini menyebabkan penurunan hasil panen cabai, sehingga pasokan ke pasar terhambat.

"Kalau cabai ini karena hujan. Jadi produksinya kurang. Mestinya ini pasokan ke Jakarta dan dari Kediri itu kepecah, ada yang ke Bali," ujar Ketut pada Selasa (17/3/2026).

Kediri, yang merupakan salah satu sentra produksi cabai di Jawa Timur, sempat mengalami gangguan produksi. Namun, kondisi ini mulai membaik dengan meningkatnya pasokan ke Jakarta dan daerah lainnya.

Tren Harga Cabai Mulai Menurun Secara Nasional

Meskipun harga cabai rawit sempat melonjak hingga Rp 120.000/kg, data nasional dan khususnya di Jakarta menunjukkan tren penurunan harga yang mulai terjadi. Ketut menegaskan bahwa beberapa pedagang masih mematok harga tinggi, namun secara rata-rata pasar sudah mulai menyesuaikan.

"Jadi secara data yang kami miliki sebenarnya udah turun. Kemudian cabai rawit merah di Jakarta keseluruhan turun sebenarnya," tambah Ketut.

Cabai merah keriting yang sebelumnya berada pada kisaran Rp 75.000-80.000/kg kini turun menjadi Rp 55.000-60.000/kg, sementara cabai rawit merah turun dari Rp 120.000 menjadi Rp 95.000-100.000/kg. Penurunan ini didukung oleh membaiknya produksi cabai di Kediri dan distribusi yang mulai lancar.

Langkah Pemerintah Menstabilkan Harga dan Pasokan

Badan Pangan Nasional telah menutup fasilitasi distribusi yang sebelumnya dilakukan untuk mengatasi ketidakseimbangan pasokan. Hal ini menandakan bahwa pasokan cabai ke Jakarta dan wilayah lain sudah mulai kembali normal.

Selain cabai, Bapanas juga menyoroti harga bawang putih yang masih tinggi di pasar tradisional, khususnya di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ). Pemerintah berencana melakukan inspeksi dan tindakan tegas untuk mengendalikan harga komoditas tersebut.

"Kami akan turun ke PIKJ. Mungkin izin Bu Wamen, kami akan ajak teman-teman Ditjen PKTN untuk turun juga," jelas Ketut.

Ketersediaan Pangan Aman Menjelang Idul Fitri

Walaupun terjadi fluktuasi harga pada beberapa komoditas, pemerintah memastikan ketersediaan pangan untuk menghadapi hari raya Idul Fitri sangat aman. Stok beras, bawang merah, bawang putih, daging sapi, daging ayam, dan telur ayam tercukupi dengan baik.

"Secara keseluruhan teman-teman, stok aman. Sangat-sangat aman. Beras, bawang merah, bawang putih, daging (sapi), daging ayam, telur ayam, sangat-sangat cukup untuk menghadapi Lebaran, bahkan setelah Lebaran," ujar Ketut.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, lonjakan harga cabai rawit hingga mencapai Rp 120.000/kg bukan hanya dampak langsung dari faktor cuaca dan produksi menurun, tetapi juga memperlihatkan kelemahan pada sistem distribusi dan ketahanan pangan lokal. Ketergantungan pada daerah sentra tertentu seperti Kediri membuat pasokan sangat rentan terhadap gangguan alam.

Penurunan harga yang mulai terlihat adalah pertanda positif, namun harga yang masih tinggi di beberapa pedagang menunjukan adanya potensi praktik penimbunan atau spekulasi harga yang perlu diawasi ketat oleh pemerintah. Inspeksi pasar seperti yang dilakukan Bapanas harus terus diintensifkan agar harga bahan pokok tetap terjangkau masyarakat.

Ke depan, pemerintah perlu memperkuat diversifikasi sumber pasokan cabai dan komoditas penting lain, serta meningkatkan teknologi pertanian untuk mengurangi dampak cuaca ekstrem. Hal ini juga relevan mengingat tren perubahan iklim yang semakin tidak menentu.

Kesimpulan

Harga cabai yang sempat melonjak tinggi akibat cuaca buruk dan produksi menurun kini mulai menunjukkan tanda penurunan seiring membaiknya pasokan dari sentra produksi. Pemerintah melalui Bapanas dan Kemendag aktif melakukan pengawasan untuk menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan pangan menjelang Idul Fitri. Masyarakat diimbau tetap tenang dan memantau perkembangan harga sembari pemerintah meningkatkan upaya pengendalian distribusi dan pasokan pangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad