Banjir Melanda Dua Desa di Kabupaten Buol, 500 KK Terdampak

Mar 19, 2026 - 01:20
 0  4
Banjir Melanda Dua Desa di Kabupaten Buol, 500 KK Terdampak

Banjir melanda dua desa di Kecamatan Lakea, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, pada Rabu malam (18/3/2026). Peristiwa ini dilaporkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah, yang menyebutkan bahwa hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan Sungai Lakea II meluap dan menggenangi permukiman warga.

Ad
Ad

Desa yang terdampak banjir adalah Desa Lakea II dan Desa Ngune. Banjir mulai terjadi sekitar pukul 20.00 WITA setelah hujan dengan intensitas tinggi berlangsung cukup lama. Laporan resmi diterima oleh petugas pada pukul 21.19 WITA. Berdasarkan data sementara, sekitar 500 kepala keluarga (KK) di Desa Lakea II terdampak langsung oleh banjir, sementara pendataan jumlah warga terdampak di Desa Ngune masih berlangsung.

Banjir di Kabupaten Buol: Penyebab dan Dampak

Menurut Plt Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Asbudianto, hujan deras meningkatkan volume air Sungai Lakea II sehingga meluap. "Tim telah turun melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan Pusdalops BPBD Kabupaten Buol untuk langkah penanganan lebih lanjut," katanya dalam keterangan resmi.

Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa maupun pengungsi akibat banjir ini. BPBD Sulteng bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Buol telah melakukan asesmen lapangan untuk penanganan di lokasi terdampak.

Respon dan Penanganan Banjir di Dua Desa

  • Tim BPBD melakukan pendataan dan koordinasi dengan Pusdalops untuk penanganan darurat.
  • TRC BPBD Kabupaten Buol turun langsung ke lokasi untuk asesmen kebutuhan warga.
  • Kebutuhan mendesak yang diidentifikasi meliputi pembangunan tanggul sungai dan normalisasi Sungai Lakea II.
  • Langkah ini bertujuan mengurangi risiko banjir susulan yang berpotensi terjadi jika hujan kembali turun.

Meski hujan telah reda saat berita ini dilaporkan, ketinggian air di kedua desa tersebut masih terus meningkat. Hal ini membuat upaya penanganan dan pengawasan perlu diperkuat agar potensi kerusakan dan dampak sosial bisa diminimalisir.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, peristiwa banjir di dua desa Kecamatan Lakea ini menjadi peringatan penting tentang kerentanan wilayah Kabupaten Buol terhadap bencana hidrometeorologi. Faktor utama penyebab banjir adalah intensitas hujan yang tinggi dan kondisi sungai yang belum cukup mampu menampung debit air. Normalisasi sungai dan pembangunan tanggul menjadi solusi jangka panjang yang sangat krusial, namun hal ini membutuhkan perencanaan matang dan alokasi anggaran yang memadai.

Selain itu, pendataan warga terdampak yang akurat sangat penting untuk mempercepat distribusi bantuan dan memastikan tidak ada korban yang terabaikan. Dengan peningkatan frekuensi hujan ekstrem akibat perubahan iklim, pemerintah daerah wajib memperkuat sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan masyarakat.

Ke depan, warga di Kecamatan Lakea perlu diberikan edukasi mitigasi bencana dan dukungan infrastruktur yang memadai agar dampak banjir dapat diminimalisir. Perhatian serius terhadap pengelolaan DAS (Daerah Aliran Sungai) dan reboisasi juga menjadi langkah yang harus diperkuat untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan mengurangi risiko banjir berulang.

Demikian, masyarakat dan pemangku kepentingan di Kabupaten Buol diharapkan terus memantau perkembangan situasi dan mengikuti arahan BPBD agar keselamatan warga tetap terjaga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad