Harga Emas Jatuh ke Level Terendah Sebulan Setelah Keputusan The Fed
Harga emas mengalami tekanan tajam pada perdagangan Rabu (18/3/2026) setelah pengumuman keputusan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed). Harga emas ditutup di posisi US$4817,63 per troy ons, mencatat penurunan sebesar 3,73% yang merupakan penurunan harian terdalam sejak awal Februari 2026.
Menurut data Refinitiv, harga emas pada hari itu jatuh ke level terendah sejak 5 Februari 2026, saat harga emas mencapai US$4769,89 per troy ons. Penurunan ini terjadi di tengah kekhawatiran pasar atas inflasi yang tetap tinggi dan kebijakan moneter The Fed yang cenderung ketat.
Pengaruh Keputusan The Fed terhadap Harga Emas
Penurunan harga emas yang signifikan ini sangat dipengaruhi oleh pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, yang menyatakan bahwa kenaikan harga energi akan mendorong inflasi secara keseluruhan tetap tinggi. Hal ini membuat The Fed sulit untuk mempercepat pemangkasan suku bunga, sehingga pasar memperkirakan bahwa suku bunga akan tetap tinggi lebih lama.
Penguatan dolar AS yang terjadi sebagai dampak dari keputusan ini juga menjadi faktor utama tekanan pada harga emas. Karena emas dihargai dalam dolar AS, penguatan mata uang tersebut cenderung menekan permintaan emas dari investor global. Indeks dolar melonjak ke angka 100,86 dari posisi sebelumnya di level 99 pada perdagangan Rabu.
Keputusan Suku Bunga The Fed dan Dampaknya
Pada pertemuan Selasa-Rabu pekan ini, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di level 3,50%-3,75%. Ini adalah pertemuan kedua berturut-turut tanpa perubahan suku bunga, di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat perang di Timur Tengah dan inflasi yang masih tinggi.
Bank sentral AS juga memberi sinyal akan melakukan satu kali pemangkasan suku bunga pada tahun ini, lebih sedikit dari ekspektasi sebelumnya yang memprediksi dua kali pemangkasan. Hal ini berarti suku bunga saat ini kemungkinan akan bertahan lebih lama, menekan harga emas yang sensitif terhadap biaya peluang kepemilikan aset tanpa hasil seperti emas.
"Powell sedikit menarik kembali pernyataannya, yang tidak sehawkish seperti yang dikhawatirkan, tetapi tetap menekankan mandat ganda dengan menjaga suku bunga tetap ketat lebih lama," ujar Nicky Shiels, kepala strategi logam di MKS PAMP SA, dikutip dari FX Street.
Ketegangan Timur Tengah dan Implikasinya pada Harga Emas
Di tengah tekanan pasar, ketegangan di Timur Tengah justru menjadi sentimen yang berpotensi menguntungkan emas sebagai aset safe haven. Konflik antara Iran dan Israel yang berlangsung, termasuk serangan terhadap fasilitas energi utama, menimbulkan kekhawatiran pasar global.
Kepala Angkatan Darat Iran, Amir Hatami, mengancam akan melakukan pembalasan "tegas dan menyakitkan" atas kematian pejabat keamanan Iran dalam serangan udara Israel. Ketegangan ini berpotensi mendorong aliran dana ke logam mulia sebagai pelindung nilai di tengah gejolak geopolitik.
Pergerakan Harga Perak yang Sejalan dengan Emas
Selain emas, harga perak juga mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Rabu, ditutup di posisi US$75,38 per troy ons dengan penurunan harian sebesar 4,95%. Namun, pada perdagangan Kamis pagi (19/3/2026), harga emas dan perak mulai menunjukkan penguatan masing-masing sebesar 0,31% dan 0,95%.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, penurunan tajam harga emas ini mencerminkan dinamika pasar yang sangat dipengaruhi oleh kebijakan moneter The Fed dan perkembangan geopolitik global. Penguatan dolar AS dan sinyal The Fed mengenai suku bunga yang tetap tinggi menjadi faktor utama yang menekan harga emas dalam jangka pendek.
Namun, ketegangan di Timur Tengah bisa menjadi faktor pengimbang yang menjaga harga emas tidak jatuh lebih dalam, karena investor cenderung beralih ke aset safe haven pada saat krisis geopolitik meningkat. Oleh karena itu, volatilitas harga emas diperkirakan akan tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan.
Para investor dan pengamat pasar disarankan untuk terus memantau perkembangan kebijakan The Fed serta situasi geopolitik global, terutama konflik di Timur Tengah, yang dapat mengubah sentimen pasar dengan cepat. Pergerakan harga emas dan perak ke depan akan sangat bergantung pada kombinasi faktor-faktor tersebut.
Dengan latar belakang ini, penting bagi pelaku pasar untuk tetap waspada dan melakukan diversifikasi portofolio guna mengantisipasi fluktuasi yang tajam di pasar logam mulia.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0