Pendapatan Alibaba Turun 66% pada Kuartal Desember, AI Jadi Fokus Investasi Utama

Mar 19, 2026 - 20:00
 0  4
Pendapatan Alibaba Turun 66% pada Kuartal Desember, AI Jadi Fokus Investasi Utama

Alibaba, raksasa teknologi asal China, melaporkan pendapatan kuartal Desember yang meleset dari ekspektasi analis dan mencatat penurunan laba bersih sebesar 66% dibandingkan tahun sebelumnya. Data ini menandai tantangan besar di tengah persaingan ketat dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) antara perusahaan-perusahaan teknologi China dan Amerika Serikat.

Ad
Ad

Detail Kinerja Keuangan Alibaba Kuartal Desember 2025

Untuk kuartal yang berakhir pada 31 Desember 2025, Alibaba mencatat pendapatan sebesar 284,8 miliar yuan China atau setara dengan US$41,4 miliar. Angka ini lebih rendah dari perkiraan analis yang mengantisipasi pendapatan sebesar 290,7 miliar yuan. Selain itu, laba bersih yang dilaporkan sebesar 15,6 miliar yuan, jauh menurun dari 46,4 miliar yuan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Saham Alibaba yang tercatat di bursa AS turun sekitar 5% dalam perdagangan pra-pasar pada hari Kamis setelah pengumuman tersebut.

Penyebab Penurunan Laba dan Pendapatan

Alibaba menjelaskan bahwa penurunan laba bersih terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan operasional sebesar 74% secara tahunan. Penurunan ini terkait dengan peningkatan investasi di berbagai bidang, termasuk quick commerce (perdagangan cepat), pengalaman pengguna, dan teknologi baru.

"Penurunan laba bersih ini terutama disebabkan oleh turunnya pendapatan operasional yang dipengaruhi oleh investasi besar-besaran kami di bidang perdagangan cepat, pengalaman pengguna, dan teknologi," ujar perwakilan Alibaba.

Para analis dari Citi menyebut hasil kuartal ini "lebih lemah" dari yang diperkirakan, dengan pendapatan, laba bersih yang disesuaikan, dan pendapatan operasional yang disesuaikan semuanya berada di bawah ekspektasi pasar. Meskipun demikian, pertumbuhan pendapatan dari layanan cloud Alibaba yang mencapai 36% secara tahunan menjadi catatan positif. Pendapatan cloud yang sebesar 43,3 miliar yuan ini sedikit di atas konsensus pasar, meskipun ekspektasi pasar masih lebih tinggi.

Fokus Investasi Besar di AI dan Cloud

Alibaba merupakan salah satu dari sejumlah perusahaan teknologi China yang gencar mengejar ketertinggalan dari perusahaan AS dalam perlombaan pengembangan AI. CEO Alibaba, Eddie Wu, menegaskan bahwa perusahaan tetap fokus memperkuat investasi di pilar utama mereka yaitu AI dan konsumsi.

"AI adalah dan akan terus menjadi salah satu mesin pertumbuhan utama kami. Pendapatan Grup Cloud Intelligence kami meningkat 36% dengan pendapatan produk terkait AI yang mencatat pertumbuhan tiga digit untuk kuartal kesepuluh berturut-turut," ujar Eddie Wu.

Perusahaan juga menekankan bahwa momentum pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pendapatan dari layanan public cloud dan adopsi produk-produk AI yang semakin meluas.

Alibaba telah mengalokasikan investasi puluhan miliar dolar untuk infrastruktur AI dan cloud, sebagai bagian dari strategi mereka bertransformasi dari sekadar raksasa e-commerce menjadi pemimpin di bidang AI.

Pada Januari lalu, Alibaba meluncurkan rangkaian model AI baru dan mengembangkan konsep agentic commerce yang bertujuan mengubah chatbot menjadi alat layanan penuh untuk berbelanja dan pembayaran.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, hasil kuartal Desember Alibaba mencerminkan tantangan besar yang dihadapi perusahaan teknologi China dalam berkompetisi di panggung global, khususnya dalam bidang AI yang merupakan teknologi masa depan. Penurunan laba bersih yang signifikan tidak hanya menunjukkan tekanan finansial jangka pendek, tetapi juga menandakan bahwa investasi besar-besaran untuk mengejar ketertinggalan dari perusahaan AS memerlukan waktu dan sumber daya yang tidak sedikit.

Namun, fokus kuat Alibaba pada pengembangan AI dan cloud merupakan sinyal positif bahwa perusahaan ini tidak berpuas diri dan berusaha keras menempatkan diri sebagai pemain utama dalam revolusi teknologi berikutnya. Pendekatan mereka yang menggabungkan AI dengan layanan konsumsi dan e-commerce bisa menjadi game-changer bagi industri teknologi China.

Ke depan, investor dan pengamat industri harus mengamati bagaimana Alibaba mampu mengelola investasi besar-besaran ini sambil menjaga pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas. Keberhasilan mereka dalam mengintegrasikan AI dalam bisnis inti akan sangat menentukan posisi Alibaba di pasar global yang semakin kompetitif.

Terus ikuti perkembangan terbaru mengenai strategi dan inovasi Alibaba dalam dunia AI dan teknologi cloud untuk memahami dampak jangka panjangnya bagi industri dan ekonomi digital di Asia maupun dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad