Harga BBM di 95 Negara Melonjak Tajam Akibat Perang AS-Israel vs Iran

Mar 20, 2026 - 17:30
 0  3
Harga BBM di 95 Negara Melonjak Tajam Akibat Perang AS-Israel vs Iran

Harga bahan bakar minyak (BBM) di 95 negara mengalami lonjakan signifikan dalam hampir satu bulan terakhir akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Gangguan pasokan energi global ini terutama disebabkan oleh hampir terhentinya pengiriman minyak dan gas melalui Selat Hormuz, jalur vital bagi distribusi energi dari kawasan Teluk ke berbagai negara di dunia.

Ad
Ad

10 Negara dengan Kenaikan Harga BBM Tertinggi

Menurut data dari Global Petrol Prices yang dikutip oleh Al Jazeera, kenaikan harga BBM tidak hanya terjadi di satu kawasan, melainkan meluas ke berbagai benua, terutama di Asia dan negara berkembang yang sangat bergantung pada impor energi. Lonjakan paling tajam tercatat sebagai berikut:

  • Kamboja, naik 67,81%
  • Vietnam, naik 49,73%
  • Nigeria, naik 35,02%
  • Laos, naik 32,94%
  • Kanada, naik 28,36%
  • Pakistan, naik 24,49%
  • Maladewa, naik 18,54%
  • Australia, naik 18,23%
  • Amerika Serikat, naik 16,55%
  • Singapura, naik 15,69%

Di Amerika Serikat, misalnya, harga bensin reguler melonjak dari rata-rata US$2,94 per galon pada Februari menjadi US$3,58 per galon pada Maret, bahkan menembus lebih dari US$5 per galon di California — level tertinggi dalam lebih dari dua tahun.

Asia Paling Terdampak Akibat Ketergantungan Pasokan Energi

Asia menjadi kawasan yang paling merasakan dampak konflik ini karena ketergantungan besar terhadap Selat Hormuz. Jepang mengimpor sekitar 95% kebutuhan minyaknya dari kawasan Teluk, sementara Korea Selatan sekitar 70%. Hal ini membuat kedua negara mengambil langkah darurat, seperti:

  • Jepang menyiapkan pelepasan cadangan minyak strategis jika diperlukan.
  • Korea Selatan memberlakukan batas harga maksimum BBM untuk pertama kalinya selama 30 tahun.

Di Asia Selatan, tekanan lebih berat dirasakan oleh negara-negara seperti Pakistan dan Bangladesh yang memiliki cadangan energi dan bantalan fiskal terbatas. Bangladesh bahkan memerintahkan penutupan universitas untuk menghemat energi, sementara Pakistan membatasi jam kerja kantor pemerintahan dan menerapkan kebijakan bekerja dari rumah demi menekan konsumsi bahan bakar.

Indonesia dan Negara Lain yang Terkena Dampak Kenaikan Harga BBM

Indonesia termasuk dalam daftar negara terdampak dengan kenaikan harga BBM sebesar 2,65%, dari US$0,72 per liter menjadi US$0,74 per liter untuk bensin oktan 95. Negara-negara Asia lain yang juga mengalami kenaikan signifikan antara lain Pakistan, Maladewa, Australia, Singapura, China, Myanmar, Afghanistan, dan Sri Lanka.

Selain Asia, kenaikan harga BBM juga tercatat di berbagai negara seperti Uni Emirat Arab, Turki, Hong Kong, Taiwan, Malaysia, Korea Selatan, Qatar, dan banyak lagi, termasuk negara-negara di Eropa, Amerika, dan Afrika.

Dampak Jangka Panjang dan Kekhawatiran Global

Lonjakan harga BBM ini tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga berpotensi mendorong kenaikan harga pangan global. Energi memainkan peran penting dalam seluruh rantai pasok makanan, mulai dari produksi pupuk, proses produksi, hingga distribusi ke pasar. Negara-negara berpendapatan rendah menjadi yang paling rentan karena proporsi pendapatan yang besar dialokasikan untuk kebutuhan makanan dan ketergantungan mereka pada impor gandum serta pupuk.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kenaikan harga BBM di 95 negara akibat konflik Timur Tengah ini merupakan alarm serius bagi ketahanan energi global. Gangguan pasokan melalui Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis energi dunia menunjukkan betapa rentannya rantai pasok global terhadap konflik geopolitik. Negara-negara berkembang yang sangat bergantung pada impor energi akan menghadapi tekanan ekonomi yang lebih berat, berpotensi memperburuk kondisi sosial dan politik domestik.

Indonesia dan negara-negara lain harus segera memperkuat diversifikasi sumber energi dan mempercepat transisi ke energi terbarukan agar tidak terlalu tergantung pada pasokan impor yang rentan gangguan. Langkah mitigasi seperti pengelolaan cadangan strategis dan efisiensi energi menjadi krusial dalam jangka pendek.

Ke depan, publik dan pemerintah harus terus memantau perkembangan konflik ini karena dampaknya akan meluas tidak hanya pada harga BBM, tetapi juga inflasi, daya beli masyarakat, dan stabilitas ekonomi global. Upaya diplomasi dan stabilisasi pasar energi internasional perlu menjadi prioritas utama untuk mencegah krisis yang lebih dalam.

Dengan situasi yang masih berkembang, penting bagi masyarakat untuk mengikuti informasi terbaru dan kebijakan pemerintah terkait energi agar dapat melakukan antisipasi yang tepat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad