Pemerintah Iran Tegaskan Tidak Ada Dialog dengan Trump, Sebut Manipulasi Pasar

Mar 24, 2026 - 06:50
 0  3
Pemerintah Iran Tegaskan Tidak Ada Dialog dengan Trump, Sebut Manipulasi Pasar

Pemerintah Iran secara tegas membantah adanya dialog atau negosiasi dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap isu yang berkembang bahwa AS dan Iran tengah melakukan pendekatan diplomatik terkait konflik yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Ad
Ad

Menurut laporan AFP pada Selasa, 24 Maret 2026, ketua parlemen Iran sekaligus tokoh non-klerikal terkemuka, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa kabar adanya pembicaraan dengan Trump adalah upaya manipulasi pasar keuangan dan minyak oleh pemerintahan AS.

"Trump berusaha untuk memanipulasi pasar keuangan dan minyak serta keluar dari rawa yang menjebak AS dan Israel," ujar Ghalibaf.

Bantahan dari Kementerian Luar Negeri Iran

Selain Ghalibaf, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, juga memberikan klarifikasi terkait isu ini. Ia mengakui bahwa Iran menerima pesan dari "beberapa negara sahabat" yang menyebutkan permintaan AS untuk negosiasi sebagai upaya mengakhiri perang yang tengah berjalan.

Namun, Baqaei menegaskan bahwa tidak ada pembicaraan langsung ataupun tidak langsung yang berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat saat ini.

Respons Israel dan Posisi Netanyahu

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengonfirmasi bahwa ia telah berbicara dengan Trump. Netanyahu menyebut bahwa AS melihat kemungkinan tercapainya kesepakatan, namun Israel tetap berkomitmen melanjutkan serangan terhadap Iran dan Lebanon demi keamanan negaranya.

"Trump percaya ada peluang untuk memanfaatkan pencapaian luar biasa IDF dan militer AS untuk mewujudkan tujuan perang dalam sebuah kesepakatan -- kesepakatan yang akan melindungi kepentingan vital kita," jelas Netanyahu. "Pada saat yang sama, kami terus menyerang baik di Iran maupun di Lebanon."

Peran Mediator dan Proses Diplomasi

Sebelumnya, Oman telah bertindak sebagai mediator dalam pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran sebelum eskalasi perang antara AS dan Israel. Kini, negara-negara seperti Mesir, Qatar, dan Pakistan diusulkan sebagai alternatif mediator dalam upaya mengurangi ketegangan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, bantahan tegas dari pemerintah Iran ini menunjukkan ketegangan yang masih sangat tinggi dan kompleks antara kedua negara. Upaya manipulasi pasar oleh AS seperti yang dituduhkan Ghalibaf menandakan adanya strategi diplomasi yang tidak transparan, yang bisa berdampak negatif bagi stabilitas ekonomi global, terutama harga minyak dan keuangan internasional.

Selain itu, pernyataan Netanyahu yang tetap mengedepankan operasi militer sambil membuka peluang negosiasi menunjukkan adanya dinamika ganda dalam konflik ini: antara perang terbuka dan usaha diplomasi yang masih saling bertentangan.

Ke depan, publik dan pengamat internasional perlu mengawasi dengan cermat peran mediator baru serta langkah-langkah kedua belah pihak dalam meredakan konflik. Apakah negosiasi damai benar-benar bisa terwujud atau justru akan menjadi alat politik untuk kepentingan masing-masing? Pertanyaan ini krusial untuk menentukan arah stabilitas regional dan global.

Terus ikuti perkembangan terbaru untuk mendapatkan informasi yang akurat dan mendalam tentang konflik ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad