Iran Setuju Hentikan Program Pengayaan Nuklir 5 Tahun, AS Tolak Keras

Apr 15, 2026 - 09:50
 0  6
Iran Setuju Hentikan Program Pengayaan Nuklir 5 Tahun, AS Tolak Keras

Jakarta, CNBC Indonesia – Iran secara resmi mengumumkan kesediaannya untuk menangguhkan program pengayaan uranium selama lima tahun, sebuah langkah yang menjadi sorotan global mengingat kekhawatiran Barat soal potensi pembuatan senjata nuklir oleh Teheran. Program pengayaan uranium ini kerap dikaitkan dengan upaya Iran memperkuat kapasitas nuklirnya, terlebih jika kadar pemurnian uranium mencapai 90% yang dapat digunakan untuk senjata nuklir.

Ad
Ad

Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh New York Times (NYT) pada Senin lalu, yang mengutip pernyataan dari dua pejabat senior Iran serta satu pejabat dari Amerika Serikat.

Penolakan AS atas Proposal Iran

Meski Iran menawarkan penangguhan selama lima tahun, pemerintah Presiden Donald Trump secara tegas menolak tawaran tersebut. Dalam perundingan yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, akhir pekan lalu, AS menuntut penangguhan pengayaan uranium selama 20 tahun sebagai syarat negosiasi damai yang lebih luas.

"Teheran mengajukan tanggapan resmi yang menyatakan hanya akan setuju selama lima tahun," demikian laporan yang juga dimuat oleh Al-Jazeera dan The Times of Israel pada Rabu (15/4/2026).

Selain itu, AS juga menuntut agar Iran menghilangkan persediaan uranium yang telah diperkaya, sebuah permintaan yang ditolak keras oleh Iran. Meskipun Teheran menyatakan bersedia mengencerkan bahan yang sudah diperkaya, kekhawatiran tetap muncul karena proses tersebut bisa dibalik dan uranium tersebut dapat diperkaya kembali hingga tingkat senjata nuklir.

Perselisihan soal Lokasi Penyimpanan Uranium

Salah satu poin krusial yang memperumit negosiasi adalah keberatan Iran untuk memindahkan persediaan uranium keluar dari wilayahnya. Teheran bersikeras agar material nuklir tersebut tetap berada di dalam negeri sebagai bagian dari kedaulatan nasional dan keamanan negara.

Hal ini menimbulkan kebuntuan yang signifikan dalam pembicaraan, karena pihak AS menilai pengawasan internasional akan lebih efektif jika uranium tersebut disimpan di luar Iran.

Peluang Negosiasi Putaran Kedua dan Sikap AS

Meski negosiasi di Islamabad gagal mencapai kesepakatan, laporan menyebutkan kemungkinan pembicaraan putaran kedua antara AS dan Iran masih terbuka. Namun, hingga kini belum ada jadwal pasti untuk pertemuan lanjutan tersebut.

Wakil Presiden AS JD Vance yang memimpin delegasi Washington menyatakan,

"Bola sekarang berada di tangan Iran,"
dan menambahkan bahwa Iran telah menunjukkan beberapa kemauan untuk menyesuaikan posisinya, tapi menurutnya langkah tersebut belum cukup signifikan untuk memenuhi tuntutan AS.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, sikap Iran yang bersedia menangguhkan program pengayaan uranium selama lima tahun merupakan langkah diplomatik yang penting, namun tetap menunjukkan batas-batas kompromi yang tidak bisa dilewati tanpa mengorbankan kedaulatan nuklirnya. Penolakan keras AS terhadap proposal ini, terutama tuntutan 20 tahun penangguhan, mencerminkan ketegangan yang terus berlanjut antara dua negara yang telah lama berseteru.

Langkah ini berpotensi memperpanjang ketidakpastian dan risiko konflik nuklir di Timur Tengah, mengingat sikap kedua belah pihak yang belum menemukan titik temu. Jika AS tetap pada tuntutannya tanpa fleksibilitas, Iran mungkin akan menganggap penawaran tersebut sebagai upaya untuk melemahkan posisi strategisnya secara permanen.

Ke depan, publik dan komunitas internasional perlu mengawasi dengan cermat jalannya negosiasi, terutama bagaimana kedua negara akan menyeimbangkan antara keamanan global dan kedaulatan nasional. Kegagalan mencapai kesepakatan dapat membuka peluang eskalasi ketegangan yang lebih besar, sedangkan kompromi yang tepat dapat menjadi pijakan penting untuk perdamaian dan stabilitas regional.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan negosiasi ini, Anda dapat mengikuti update terbaru dari CNBC Indonesia dan media internasional terpercaya lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad