WHO Apresiasi Pendekatan One Health Indonesia dalam Cegah Penyakit Zoonosis Prioritas
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengapresiasi langkah Indonesia dalam memperkuat pendekatan One Health untuk mengurangi risiko penyakit zoonosis prioritas secara efektif. Penghargaan ini disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Sedunia pada 7 April 2026, menegaskan bagaimana kolaborasi multisektoral dan surveilans terpadu mampu menjadi kunci pencegahan penyakit yang berpotensi menular dari hewan ke manusia.
Pendekatan One Health: Integrasi Kesehatan Manusia, Hewan, dan Lingkungan
One Health merupakan konsep yang menekankan keterkaitan erat antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Oleh karena itu, penanganannya membutuhkan kerja sama lintas sektor yang menyeluruh. Pemerintah Indonesia, didukung oleh WHO dan sejumlah mitra strategis, berhasil mengimplementasikan pendekatan ini dengan memperluas upaya pencegahan, surveilans, serta respons terpadu terhadap penyakit zoonosis.
Perwakilan WHO untuk Indonesia, N. Paranietharan, menegaskan, "Indonesia menunjukkan cara aksi multisektoral yang terkoordinasi dapat mengurangi risiko kita dari penyakit zoonosis." Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara sektor kesehatan, pertanian, kedokteran hewan, dan lingkungan telah memperkuat deteksi dini, meningkatkan respons, dan melindungi masyarakat dengan risiko tertinggi.
Ancaman Penyakit Zoonosis dan Risiko Tinggi Indonesia
Penyakit zoonosis merupakan masalah kesehatan global yang serius. WHO melaporkan bahwa lebih dari 60 persen penyakit menular yang dikenal dan hingga 75 persen penyakit baru berasal dari zoonosis. Penyakit ini mempengaruhi lebih dari 2 miliar orang dan menyebabkan lebih dari 2 juta kematian setiap tahun di seluruh dunia.
Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan keanekaragaman hayati yang tinggi, menghadapi risiko besar terhadap penyakit zoonosis. Faktor perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan interaksi manusia-hewan yang intens meningkatkan potensi munculnya penyakit baru.
Fokus Upaya One Health di Indonesia
Upaya One Health di Indonesia menitikberatkan pada pengendalian penyakit prioritas seperti flu burung, leptospirosis, antraks, dan rabies. Pada tahun 2025, WHO mendukung program uji coba surveilans terpadu flu burung di lima provinsi. Surveilans ini difokuskan pada pasar unggas tradisional yang menjadi titik peringatan dini penting.
Selain itu, penguatan surveilans dan respons terhadap leptospirosis telah membantu menurunkan angka kematian di wilayah rawan banjir. Pelatihan petugas kesehatan dalam penanganan antraks dan penguatan surveilans serta pemberdayaan masyarakat untuk pengendalian rabies juga menjadi prioritas utama.
- Surveilans terpadu flu burung di lima provinsi
- Penguatan respons leptospirosis di daerah rawan banjir
- Pelatihan penanganan antraks bagi petugas kesehatan
- Pemberdayaan masyarakat untuk pengendalian rabies
Signifikansi Pendekatan One Health dan Komitmen Indonesia
Menurut laporan Kompas TV, pengalaman Indonesia mencerminkan meningkatnya perhatian global terhadap pendekatan One Health sebagai respons terhadap tantangan perubahan iklim, kerusakan lingkungan, dan munculnya penyakit menular baru. Ini menegaskan pentingnya kolaborasi berbasis sains yang menghubungkan aksi lokal dengan solusi regional dan global.
Komitmen Indonesia untuk mendorong One Health juga akan ditampilkan dalam forum internasional seperti One Health Summit, yang mempertemukan para kepala negara dan menteri guna memperkuat dukungan politik dan implementasi kebijakan terkoordinasi.
Selain itu, Global Forum of WHO Collaborating Centres menyoroti pentingnya investasi berkelanjutan dalam sains dan kemitraan global. Forum ini melibatkan lebih dari 800 pusat kolaborasi WHO, termasuk dua pusat di Indonesia di bidang keperawatan dan kebidanan serta pencegahan gangguan pendengaran. Pusat-pusat ini berperan dalam riset, deteksi dini wabah, penguatan laboratorium, keamanan pangan, dan pengembangan tenaga kesehatan.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, apresiasi WHO terhadap pendekatan One Health Indonesia bukan sekadar pengakuan formal, melainkan sebuah pengingat penting tentang perlunya sinergi lintas sektor dalam penanggulangan penyakit zoonosis. Indonesia, dengan keanekaragaman hayati dan tantangan lingkungan yang kompleks, berada di garis depan ancaman penyakit menular baru yang berpotensi besar menimbulkan krisis kesehatan publik.
Pendekatan multisektoral yang dilakukan Indonesia bisa menjadi model bagi negara lain dalam penguatan sistem kesehatan yang adaptif dan responsif terhadap dinamika lingkungan dan sosial. Namun, tantangan terbesar tetap pada kesinambungan pendanaan, kapasitas sumber daya manusia, serta keterlibatan masyarakat luas.
Ke depan, penting bagi pemerintah untuk terus memperkuat integrasi data dan teknologi digital dalam surveilans serta memperluas edukasi publik agar pencegahan penyakit zoonosis bisa dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan. Kita juga perlu mengawasi perkembangan implementasi kebijakan One Health di forum internasional sebagai indikator komitmen global dalam menghadapi ancaman pandemi masa depan.
Dengan demikian, berita ini wajib menjadi perhatian serius bagi para pembuat kebijakan, akademisi, dan masyarakat luas guna memastikan Indonesia semakin siap dan tangguh dalam menghadapi risiko kesehatan yang kompleks.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0