Dampak Kesehatan Overtime Kerja: Risiko Penyakit Jantung dan Stroke Meningkat

May 1, 2026 - 17:26
 0  3
Dampak Kesehatan Overtime Kerja: Risiko Penyakit Jantung dan Stroke Meningkat

Sahabat Fimela, apakah Anda pernah merasa kelelahan luar biasa karena jam kerja yang panjang? Fenomena overtime kerja atau lembur kini menjadi hal umum dalam dunia profesional modern. Namun, tahukah Anda bahwa kerja lembur yang berlebihan membawa risiko kesehatan yang sangat serius, mulai dari penyakit jantung hingga gangguan mental?

Ad
Ad

Menurut laporan WHO dan ILO pada 2016, bekerja lebih dari 55 jam per minggu berkontribusi pada 745.000 kematian global akibat penyakit kardiovaskular dan stroke. Dampak ini paling terasa di wilayah Pasifik Barat dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Risiko Penyakit Jantung dan Stroke Akibat Kerja Lembur

Jam kerja panjang terutama saat melebihi 55 jam per minggu, telah terbukti meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular secara signifikan. Studi menunjukkan pekerja lembur memiliki risiko stroke sekitar 35% lebih tinggi dan risiko meninggal akibat penyakit jantung iskemik 17% lebih tinggi dibanding yang bekerja normal (35-40 jam per minggu).

Data antara tahun 2000 hingga 2016 juga menunjukkan kenaikan dramatis pada kematian akibat penyakit jantung sebesar 42% dan stroke sebesar 19% yang dikaitkan dengan kerja lembur. Risiko ini lebih tinggi pada pria, dengan 72% kematian terjadi pada laki-laki, serta pada pekerja paruh baya ke atas di wilayah tertentu.

Contoh lain, studi di Denmark selama 30 tahun menunjukkan pria yang bekerja 41-45 jam per minggu berisiko kematian akibat penyakit jantung iskemik 59% lebih tinggi dibanding pria yang bekerja kurang dari 40 jam. Bahkan lembur 3-4 jam per hari dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner hingga 1,6 kali lipat.

Dampak Kesehatan Mental dan Stres Berlebih Akibat Lembur

Tidak hanya fisik, kerja lembur juga berdampak buruk pada kesehatan mental. Jam kerja panjang berkaitan erat dengan depresi, kecemasan, dan stres kronis. Penelitian meta-analisis dari 28 studi mengungkapkan bahwa jam kerja panjang meningkatkan risiko depresi dengan odds ratio 1,14.

Selain itu, kerja lembur yang tidak dibayar justru lebih merugikan kesehatan mental dibanding lembur yang dibayar, karena menimbulkan perasaan tidak dihargai dan tekanan psikologis yang lebih berat.

Faktor penting yang bisa mengurangi risiko mental negatif adalah kontrol atas waktu kerja, seperti fleksibilitas mengatur jam kerja dan libur. Tanpa kontrol ini, risiko ketidakhadiran sakit jangka panjang akibat masalah mental meningkat drastis.

Gangguan Tidur dan Perilaku Tidak Sehat Akibat Jam Kerja Panjang

Kerja lembur juga mengganggu kualitas tidur. Pekerja yang bekerja lebih dari 55 jam per minggu mengalami gangguan tidur signifikan, seperti waktu tidur lebih singkat dan insomnia. Kurang tidur kronis meningkatkan risiko serangan jantung akut dan menurunkan kemampuan fisik serta mental.

Selain itu, lembur berkepanjangan mendorong perilaku tidak sehat seperti:

  • Peningkatan konsumsi alkohol dan rokok
  • Penurunan aktivitas fisik
  • Tambah berat badan tidak sehat
  • Meningkatkan risiko diabetes tipe 2

Kombinasi jam kerja panjang dan tidur singkat menimbulkan dampak negatif jangka panjang yang serius bagi kesehatan dan produktivitas pekerja.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, data ini menggarisbawahi bahaya tersembunyi dari budaya kerja lembur yang sering dianggap sebagai tanda produktivitas dan dedikasi. Padahal, risiko kesehatan fisik dan mental akibat lembur berlebihan sangat nyata dan mengancam kualitas hidup jutaan pekerja.

Selain dampak medis, lembur juga bisa menurunkan efektivitas kerja dan meningkatkan biaya kesehatan jangka panjang bagi perusahaan dan negara. Oleh karena itu, sangat penting untuk menerapkan keseimbangan hidup-kerja yang sehat dengan mengatur jam kerja yang wajar dan memberikan kontrol lebih besar pada pekerja atas waktu mereka.

Ke depan, perusahaan dan pembuat kebijakan harus memperhatikan temuan ini sebagai dasar untuk mengurangi jam kerja berlebihan dan meningkatkan kesejahteraan pekerja, terutama di Indonesia yang termasuk wilayah terdampak.

Untuk informasi lebih lanjut dan update terkait kesehatan kerja dan gaya hidup sehat, tetaplah mengikuti berita terkini di Fimela.com dan sumber terpercaya lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad