FBI dan Europol Bongkar Forum LeakBase, Tempat Perdagangan Data Curian 142 Ribu Anggota
Dalam operasi bersama yang terkoordinasi secara internasional, FBI dan Europol berhasil menyita LeakBase, salah satu forum online terbesar yang digunakan oleh pelaku kejahatan siber untuk membeli dan menjual data curian serta alat kejahatan siber lainnya.
Menurut Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (DoJ), forum LeakBase memiliki lebih dari 142.000 anggota dan tercatat lebih dari 215.000 pesan antar anggota hingga Desember 2025. Saat ini, siapa pun yang berusaha mengakses situs web forum "leakbase[.]la" akan langsung melihat halaman penyitaan yang menyatakan bahwa situs tersebut telah disita oleh FBI sebagai bagian dari upaya penegakan hukum internasional.
"Semua konten forum, termasuk akun pengguna, postingan, detail kredit, pesan pribadi, dan catatan IP, telah diamankan dan disimpan untuk keperluan bukti," tulis pengumuman penyitaan tersebut.
LeakBase: Pasar Gelap Data Curian Terbuka di Clearnet
Forum LeakBase yang tersedia dalam bahasa Inggris dan dapat diakses melalui clearnet ini menawarkan database hasil peretasan yang berisi ratusan juta kredensial akun serta informasi finansial seperti nomor kartu kredit dan debit, data rekening bank, nama pengguna, dan kata sandi yang terkait. Data ini memungkinkan pelaku kejahatan melakukan pembajakan akun dan penipuan finansial.
Menurut laporan Flare pada April 2023, LeakBase secara eksplisit melarang pengguna memposting atau memperdagangkan database asal Rusia, kemungkinan sebagai strategi menghindari pengawasan pihak berwenang. Forum ini sudah aktif sejak tahun 2021.
LeakBase juga dikenal sebagai alias dari pelaku yang disebut "Chucky"—dengan nama lain Chuckies dan Sqlrip di berbagai forum bawah tanah lainnya. Berdasarkan data dari SOCRadar, pelaku ini memiliki reputasi membagikan kumpulan database yang sangat besar dan sering kali berisi informasi sensitif dari berbagai entitas global.
Selain itu, SpyCloud mengungkap bahwa forum ini sempat tidak aktif selama beberapa hari awal bulan lalu, dengan Chucky mencari penyedia hosting baru. Administrator dan moderator lain yang dikenal di LeakBase termasuk BloodyMery, OrderCheck, dan TSR.
Operasi Leak: Upaya Global Menumpas Cybercrime
Operasi yang diberi nama Operation Leak ini berlangsung pada 3 dan 4 Maret 2026, dengan pelaksanaan surat perintah penggeledahan, penangkapan, dan wawancara di berbagai negara, antara lain Amerika Serikat, Australia, Belgia, Polandia, Portugal, Rumania, Spanyol, dan Inggris.
Europol menyatakan bahwa LeakBase mengkhususkan diri dalam penjualan stealer logs, yaitu arsip kredensial yang dikumpulkan melalui malware infostealer. Informasi ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan pembajakan akun, penipuan, dan serangan siber lainnya.
- Sekitar 100 tindakan penegakan hukum dilakukan secara global
- Langkah khusus diambil terhadap 37 pengguna paling aktif di platform tersebut
"FBI, Europol, dan lembaga penegak hukum dari seluruh dunia melaksanakan penutupan LeakBase, salah satu platform cybercrime online terbesar, dengan menyita akun pengguna, posting, detail kredit, pesan pribadi, dan catatan IP untuk keperluan bukti," ujar Asisten Direktur Brett Leatherman dari Divisi Siber FBI.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, keberhasilan penyitaan LeakBase ini menandai sebuah pukulan besar terhadap ekosistem perdagangan data curian yang selama ini sulit dijangkau karena sifatnya yang tersembunyi dan terfragmentasi. Dengan lebih dari 142 ribu anggota dan jutaan pesan, forum ini bukan hanya tempat bertemunya pelaku kejahatan siber, tetapi juga pusat distribusi data yang bisa merugikan jutaan korban di seluruh dunia.
Namun, meskipun operasi ini berhasil, fenomena serupa kemungkinan besar akan terus bermunculan karena tingginya permintaan data curian serta kemudahan teknologi yang memungkinkan pengelolaan pasar gelap secara daring. Penegakan hukum perlu terus ditingkatkan dengan kolaborasi internasional dan inovasi teknologi agar dapat mengantisipasi pergerakan pelaku kejahatan yang makin canggih.
Pembaca sebaiknya waspada dan selalu mengamankan data pribadi serta menggunakan autentikasi ganda untuk meminimalkan risiko pembajakan akun. Di sisi lain, pengawas dan pembuat kebijakan harus memprioritaskan penguatan regulasi dan kerja sama lintas negara untuk mengurangi ruang gerak kejahatan siber yang merajalela.
Operasi ini hanyalah langkah awal. Masa depan keamanan siber bergantung pada upaya berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan untuk menutup celah-celah yang selama ini dimanfaatkan para pelaku kejahatan.
Ikuti terus perkembangan terbaru terkait keamanan siber dan upaya pemberantasan kejahatan digital melalui platform resmi kami di Google News, Twitter, dan LinkedIn.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0