Asing Lepas Saham Energi hingga 258 Juta Saham, BUMI Teratas di BEI Sesi I
Investor asing kembali menunjukkan aksi jual bersih (net foreign sell) yang signifikan pada saham-saham sektor energi dan tambang di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga sesi I perdagangan pada Kamis, 5 Maret 2026. BUMI menjadi saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing, menandai tren pelepasan saham energi yang cukup masif pada sesi perdagangan awal hari ini.
Dominasi Pelepasan Saham Energi oleh Investor Asing
Berdasarkan data perdagangan sesi I, BUMI mencatat net foreign sell sebesar 258.014.300 saham. Total saham yang dijual asing pada perusahaan ini mencapai 472.622.300 saham, sementara pembelian oleh investor asing hanya sebesar 214.608.000 saham. Posisi ini menempatkan BUMI sebagai saham dengan tekanan jual terbesar di BEI hari ini.
Posisi kedua ditempati oleh saham DEWA dengan net foreign sell sebesar 47.375.500 saham. Investor asing melakukan penjualan sebanyak 71.080.600 saham DEWA, sementara pembelian tercatat 23.705.100 saham. Sedangkan di posisi ketiga, MBMA juga mengalami pelepasan asing sebanyak 42.439.400 saham.
Daftar Saham Energi dan Tambang yang Dilepas Asing
Selain BUMI, DEWA, dan MBMA, beberapa saham energi lain yang mengalami net foreign sell signifikan antara lain:
- CUAN: net foreign sell 34.967.800 saham
- BRMS: net foreign sell 24.580.000 saham
- MEDC: net foreign sell 18.279.200 saham
- ADRO: net foreign sell 12.396.800 saham
- ESSA: net foreign sell 12.291.300 saham
Tekanan jual asing juga terlihat pada saham dari sektor lain seperti BUKA (net foreign sell 17.534.400 saham), HUMI (15.767.300 saham), dan INET (15.580.900 saham).
Aktivitas Broker dan Nilai Transaksi di BEI
Seiring dengan pelepasan saham oleh investor asing, aktivitas transaksi di BEI juga menunjukkan nilai yang besar. Data mencatat bahwa Stockbit Sekuritas Digital (XL) menjadi broker dengan nilai transaksi tertinggi hingga sesi I, mencapai sekitar Rp2,88 triliun.
Broker lain yang juga mencatat transaksi besar antara lain:
- UBS Sekuritas Indonesia (AK): Rp2,4 triliun
- Mandiri Sekuritas (CC): Rp2,03 triliun
- Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP): Rp1,41 triliun
- Maybank Sekuritas Indonesia (ZP): Rp995,6 miliar
- Indo Premier Sekuritas (PD): Rp918,7 miliar
- Semesta Indovest Sekuritas (MG): Rp838,7 miliar
- J.P. Morgan Sekuritas Indonesia (BK): Rp653,7 miliar
- Ajaib Sekuritas Asia (XC): Rp641,8 miliar
- KB Valbury Sekuritas (CP): Rp630,8 miliar
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, aksi jual net foreign sell yang terpusat pada saham energi dan tambang ini mencerminkan sentimen negatif investor asing terhadap sektor tersebut dalam jangka pendek. Faktor-faktor global seperti fluktuasi harga komoditas, ketidakpastian ekonomi dunia, serta dinamika kebijakan energi nasional kemungkinan berkontribusi terhadap keputusan melepas saham energi.
Tekanan jual asing yang intensif pada saham-saham seperti BUMI dan DEWA berpotensi mempengaruhi harga saham secara signifikan, sehingga investor domestik perlu memantau pergerakan ini dengan cermat. Selain itu, nilai transaksi broker besar yang tinggi bisa menjadi indikasi adanya peluang pembelian dari investor institusi lokal yang memanfaatkan koreksi harga akibat tekanan asing.
Penting juga untuk mengamati bagaimana kebijakan pemerintah dan perkembangan harga komoditas global ke depan akan menentukan arah pasar energi di BEI. Para pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas yang mungkin terjadi dan melakukan diversifikasi portofolio guna mengatasi risiko yang ada.
Ke depan, perkembangan arus dana asing di sektor energi akan menjadi indikator penting dalam menilai sentimen pasar dan prospek kinerja saham-saham tambang dan energi di Indonesia. Investor disarankan untuk terus mengikuti laporan dan analisis pasar terkini agar dapat mengambil keputusan investasi yang tepat.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0