Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes Dikritik, Lini Belakang Ajax Dinilai Kurang Aman
Maarten Paes, kiper Timnas Indonesia yang kini membela Ajax Amsterdam, tengah menjadi sorotan setelah mendapat kritik dari pengamat sepakbola Belanda, Rene van der Gijp dan Valentijn Driessen. Kritik ini muncul menyusul penampilan Paes yang dinilai belum mampu memberikan rasa aman di lini belakang klub raksasa Belanda tersebut.
Paes Bergabung dengan Ajax dan Peran Awal
Maarten Paes resmi bergabung dengan Ajax pada bursa transfer musim dingin 2026 setelah berpisah dengan klub Amerika Serikat, FC Dallas. Meski demikian, awalnya Paes hanya diplot sebagai kiper cadangan, berada di bawah posisi kiper utama Vitezslav Jaros asal Republik Ceko.
Namun, cedera yang dialami Jaros membuat Paes dipromosikan sebagai kiper utama untuk menyelesaikan musim 2025-2026. Sejauh ini, Paes sudah tampil dalam dua pertandingan, yaitu melawan AZ Alkmaar dengan hasil imbang 1-1 dan PEC Zwolle dengan skor 0-0.
Kritik dari Pengamat Sepakbola Belanda
Meski baru kebobolan satu kali, pengamat sepakbola ternama Rene van der Gijp merasa Paes belum memberikan keamanan yang cukup bagi lini belakang Ajax, yang dikenal sebagai De Godenzonen. Van der Gijp bahkan mempertanyakan keputusan Ajax mendatangkan Paes.
"Bagaimana Anda bisa mendatangkan kiper seperti Paes? Dia tidak membuat segalanya lebih mudah di lini belakang, bukan?" ujar van der Gijp kepada Voetbal Primeur pada Kamis (5/3/2026).
Valentijn Driessen juga mengkritik kinerja Paes, menegaskan bahwa lini belakang Ajax masih terlihat rapuh dan kurang stabil di bawah pengawasan sang kiper asal Indonesia tersebut.
Implikasi bagi Ajax dan Timnas Indonesia
Kritik ini tentu menjadi perhatian serius, mengingat Ajax adalah klub besar Eropa dengan ekspektasi tinggi. Penampilan Paes yang belum konsisten bisa berdampak pada posisi Ajax di klasemen Eredivisie dan kompetisi lainnya.
Sementara itu, bagi Timnas Indonesia, kehadiran Paes di klub top Eropa seharusnya menjadi kebanggaan sekaligus membawa nilai positif. Namun, kritik yang muncul bisa menjadi bahan evaluasi bagi Paes dalam meningkatkan performanya demi kedua institusi yang diwakilinya.
Fakta dan Perkembangan Terbaru Maarten Paes di Ajax
- Bergabung dengan Ajax pada Januari 2026 setelah meninggalkan FC Dallas.
- Mulanya menjadi kiper cadangan di bawah Vitezslav Jaros.
- Kritik tajam dari pengamat Rene van der Gijp dan Valentijn Driessen.
- Ajax masih membutuhkan kestabilan di lini belakang untuk kompetisi musim ini.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, kritik yang dialamatkan kepada Maarten Paes bukan semata soal kemampuan individu, tetapi lebih kepada konteks adaptasi dan tekanan bermain di klub besar seperti Ajax Amsterdam. Paes menghadapi tantangan besar untuk membuktikan dirinya di liga top Eropa dan mengemban tanggung jawab menjaga gawang klub yang memiliki tradisi kemenangan tinggi.
Kini, fokus Paes harus pada peningkatan komunikasi dan koordinasi dengan lini belakang Ajax untuk mengurangi kebobolan dan menguatkan pertahanan. Selain itu, kritik ini juga membuka diskusi lebih luas soal bagaimana klub-klub Eropa menilai dan memanfaatkan pemain naturalisasi atau pemain berdarah Indonesia yang berkarier di luar negeri.
Ke depan, publik dan pengamat akan terus mengawasi perkembangan performa Paes. Jika mampu menjawab kritik dengan performa solid, Paes tidak hanya akan mengangkat nama Ajax, tetapi juga membawa kebanggaan bagi sepakbola Indonesia di kancah internasional. Sebaliknya, jika performanya stagnan, bisa jadi posisi Paes sebagai kiper utama di Ajax akan terancam.
Simak terus update berita sepakbola terkini untuk perkembangan terbaru Maarten Paes dan pergerakan Ajax Amsterdam di kompetisi musim ini.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0