Iran Pastikan Tak Serang Kapal China dan Rusia di Selat Hormuz, Fokus ke AS & Sekutu
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa mereka tidak akan menyerang kapal-kapal milik China dan Rusia yang melintas di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi pintu utama ekspor minyak dunia. Pernyataan ini disampaikan di tengah ketegangan yang terus meningkat antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya di kawasan Timur Tengah.
IRGC Batasi Target Serangannya pada Kapal AS dan Sekutu
Media afiliasi pemerintah Iran, Tasnim, melaporkan bahwa IRGC secara terbuka menyatakan bahwa mereka hanya akan mengambil tindakan militer terhadap kapal-kapal komersial milik AS, Israel, dan negara-negara Eropa pendukung mereka. Hal ini menunjukkan bahwa Iran berusaha menjaga hubungan baik dengan sekutu utamanya, yakni China dan Rusia, yang merupakan pemain besar dalam geopolitik dan ekonomi global.
"Jika mereka teramati, mereka pasti akan terkena serangan," demikian pernyataan IRGC, seperti dikutip Al Jazeera.
IRGC juga menegaskan bahwa tindakan mereka didasarkan pada hukum dan resolusi internasional, yang memberikan hak kepada Iran untuk mengendalikan lalu lintas di Selat Hormuz selama masa perang. Ini menjadi alasan utama penutupan Selat Hormuz oleh Iran setelah serangan yang dilakukan AS dan Israel terhadap Teheran pada tanggal 28 Februari 2026.
Penutupan Selat Hormuz dan Dampaknya pada Harga Minyak Dunia
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia, karena bertanggung jawab atas sekitar 20-30 persen pasokan minyak mentah global dan gas alam cair (LNG). Penutupan selat ini oleh Iran telah menyebabkan kenaikan harga minyak dunia lebih dari 15 persen, sebuah dampak yang signifikan bagi ekonomi global.
Penasihat senior IRGC, Ebrahim Jabari, menegaskan pada 1 Maret 2026 bahwa setiap kapal yang mencoba melewati Selat Hormuz tanpa izin akan diserang dan dihancurkan oleh pasukan Iran.
"Selat telah ditutup. Siapapun yang mencoba melintas, IRGC dan angkatan laut reguler (Iran) akan membakar kapal-kapal tersebut," kata Jabari.
Peran China dan Rusia dalam Konflik di Selat Hormuz
China dan Rusia merupakan sekutu strategis Iran yang menentang keras serangan AS dan Israel terhadap Teheran. Beijing bahkan merupakan salah satu pengimpor minyak terbesar Iran, sehingga menjaga kelancaran jalur pelayaran ini sangat penting bagi pasokan energi mereka.
Di sisi lain, Rusia sebagai eksportir minyak utama di dunia juga mendapatkan keuntungan strategis dalam konflik ini. Beberapa pengamat menilai bahwa perang Iran melawan AS dan Israel justru menguntungkan Moskow karena negara-negara di Asia Selatan kini semakin mengandalkan minyak Rusia setelah mengurangi ketergantungan pada minyak Timur Tengah akibat tekanan Amerika Serikat.
India, sebagai salah satu importir minyak terbesar di kawasan Asia Selatan, awalnya bergantung pada minyak Rusia, namun menyesuaikan kebijakan pengimporannya karena desakan dari AS, yang kini mendorong pergeseran geopolitik minyak di kawasan.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, jaminan Iran untuk tidak menyerang kapal China dan Rusia di Selat Hormuz merupakan langkah strategis yang cerdas untuk menjaga kestabilan hubungan dengan kedua negara besar tersebut. Hal ini juga menandakan bahwa Iran ingin menghindari eskalasi konflik yang bisa berujung pada keterlibatan militer lebih luas dengan kekuatan besar dunia.
Namun, fokus IRGC menyerang kapal-kapal AS, Israel, dan sekutunya menunjukkan bahwa ketegangan di Timur Tengah masih jauh dari mereda. Penutupan Selat Hormuz sebagai respons terhadap serangan AS dan Israel dapat memperparah ketidakpastian pasar minyak global, memperburuk krisis energi, dan memicu reaksi politik serta militer di berbagai negara.
Ke depan, penting untuk mengawasi bagaimana respons komunitas internasional, terutama negara-negara Eropa dan organisasi PBB, dalam menyikapi situasi ini, serta apakah akan ada upaya diplomasi yang efektif untuk menurunkan ketegangan. Selain itu, perkembangan hubungan Iran dengan China dan Rusia juga akan menjadi kunci dalam memahami dinamika geopolitik yang lebih luas di kawasan dan dunia.
Kami akan terus memantau dan mengabarkan perkembangan terbaru terkait situasi di Selat Hormuz dan dampaknya terhadap keamanan serta stabilitas global.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0