IDAI dan RSUD Kota Sorong Lakukan Deteksi Dini Penyakit Jantung Anak Gratis
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Papua Barat dan Papua Barat Daya menggandeng RSUD Sele Be Solu di Kota Sorong untuk melakukan deteksi dini penyakit jantung pada anak secara gratis. Program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan anak di wilayah tersebut.
Kerja Sama IDAI dan RSUD Sele Be Solu
Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menyatakan dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap inisiatif ini sebagai wujud komitmen memperbaiki layanan kesehatan dan pendidikan di daerah. Menurutnya, pemerintah daerah terus mendukung rumah sakit baik dari segi peralatan maupun obat-obatan.
“Ini komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung rumah sakit, baik dari sisi peralatan maupun obat-obatan. Tahun lalu kami telah memberikan dukungan anggaran ke sejumlah rumah sakit di Papua Barat Daya,” ujar Elisa Kambu usai pembukaan pemeriksaan kesehatan jantung anak di RSUD Sele Be Solu.
Selain itu, pemerintah provinsi juga berupaya meningkatkan layanan untuk bayi prematur dan kasus kesehatan prioritas lain dengan penguatan fasilitas kesehatan secara bertahap.
Fokus Skrining dan Manfaatnya
Ketua IDAI Papua Barat dan Papua Barat Daya, dr. Rianti Windesi, menjelaskan bahwa kegiatan ini fokus pada anak-anak yang sudah terdeteksi atau dicurigai memiliki kelainan jantung, termasuk pasien dengan masalah gizi buruk dan stunting. Skrining menggunakan alat USG jantung dan pemeriksaan penunjang dilakukan langsung di RSUD Sele Be Solu Kota Sorong.
“Kami ingin mendapatkan gambaran kondisi jantung anak-anak di Papua Barat dan Papua Barat Daya. Selama ini kendala utama adalah keterbatasan fasilitas diagnostik, sehingga pasien harus dirujuk keluar daerah dengan biaya besar,” jelas dr. Rianti.
Dengan adanya skrining ini diharapkan proses diagnosis dapat dilakukan di daerah, sehingga rujukan hanya diperlukan untuk kasus yang membutuhkan penanganan lanjutan.
Lebih lanjut, dr. Rianti menekankan pentingnya penguatan kapasitas tenaga kesehatan lokal melalui pelatihan dasar echocardiography dan pemanfaatan sistem telemedisin.
“Ke depan, dokter anak yang sudah dilatih dapat melakukan skrining awal dan berkonsultasi dengan konsultan jantung anak. Ini akan menghemat biaya dan mempercepat penanganan pasien,” ujarnya.
Pelatihan Tenaga Kesehatan dan Dukungan Konsultan
Ketua Umum IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, menambahkan kegiatan ini tidak hanya sebatas skrining, tetapi juga mencakup pelatihan tenaga kesehatan seperti bidan, perawat, dan dokter umum untuk mampu mendeteksi dini penyakit jantung bawaan kritis pada bayi baru lahir.
“Tenaga kesehatan dilatih melakukan skrining awal pada bayi baru lahir. Jika ditemukan indikasi, pemeriksaan USG jantung akan dilakukan,” jelas dr. Piprim.
IDAI juga menerjunkan tim yang terdiri dari sejumlah konsultan jantung anak yang mendukung penuh program ini.
Dari hasil pemeriksaan awal ditemukan sejumlah kasus kelainan jantung anak dengan kondisi serius yang memerlukan tindakan operasi segera. Penyakit jantung bawaan yang tidak ditangani dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan seperti stunting dan malnutrisi. Selain itu, ditemukan pula kasus komplikasi infeksi tuberkulosis yang berdampak pada fungsi jantung.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, kolaborasi antara IDAI dan RSUD Sele Be Solu ini adalah langkah strategis yang sangat penting untuk wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya yang selama ini minim fasilitas diagnostik penyakit jantung anak. Dengan skrining dini dan pelatihan tenaga kesehatan lokal, tidak hanya biaya pengobatan yang dapat ditekan, tetapi juga waktu penanganan yang biasanya terlambat bisa dipercepat secara signifikan.
Selain itu, pemanfaatan sistem telemedisin menawarkan solusi jangka panjang untuk mengatasi keterbatasan tenaga spesialis di daerah terpencil. Ini bisa menjadi model yang direplikasi di wilayah lain dengan tantangan serupa. Namun, pemerintah daerah perlu memastikan dukungan anggaran dan fasilitas tetap berlanjut agar manfaat program ini dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Ke depan, masyarakat harus terus diajak meningkatkan kesadaran pentingnya deteksi dini penyakit jantung bawaan agar angka kematian dan gangguan tumbuh kembang anak dapat ditekan. Kami juga mengingatkan agar hasil positif dari program ini dipublikasikan lebih luas untuk menarik perhatian pemangku kebijakan di tingkat nasional.
Informasi lebih lengkap dapat diakses melalui sumber berita ANTARA Papua Tengah dan berita kesehatan terpercaya lainnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0