Osteoartritis: Penyakit Sendi Degeneratif yang Wajib Diwaspadai di Usia Lanjut
Osteoartritis merupakan penyakit sendi degeneratif yang sering menyerang masyarakat, terutama mereka yang memasuki usia lanjut. Dalam program Beranda Astacita Pro 1 Surakarta pada Senin, 21 April 2026, dr. Raditya Ramadan R, Sp.OT, spesialis ortopedi dan traumatologi dari RSO Soeharso Surakarta, mengedukasi masyarakat mengenai penyakit ini yang memengaruhi fungsi sendi dan kualitas hidup.
Apa itu Osteoartritis dan Penyebabnya?
Osteoartritis adalah kondisi degenerasi pada sendi yang terjadi akibat kerusakan tulang rawan, yaitu jaringan yang berfungsi sebagai bantalan antar tulang. Seiring bertambahnya usia, kemampuan tulang rawan untuk melindungi sendi menurun, sehingga menyebabkan gesekan antar tulang meningkat dan menimbulkan nyeri.
"Osteoartritis adalah penyakit sendi yang bersifat degeneratif dan terjadi kerusakan pada tulang rawan sehingga menimbulkan nyeri serta menghambat gerakan sendi," ujar dr. Raditya.
Penyakit ini biasanya menyerang sendi yang menopang beban tubuh, seperti lutut, panggul, dan pergelangan kaki. Selain faktor usia, beberapa faktor risiko lain juga dapat mempercepat timbulnya osteoartritis, antara lain:
- Jenis kelamin, wanita lebih rentan mengalami osteoartritis.
- Obesitas atau kelebihan berat badan yang menambah beban pada sendi.
- Riwayat cedera sendi sebelumnya, misalnya akibat kecelakaan atau olahraga.
- Faktor genetik dan gaya hidup tidak sehat.
Gejala dan Diagnosis Osteoartritis
Gejala awal osteoartritis biasanya berupa nyeri sendi yang muncul saat beraktivitas dan berkurang saat istirahat. Selain itu, penderita dapat merasakan pembengkakan, kekakuan, dan bunyi "krek" pada sendi yang terkena. Pada tahap lanjut, bentuk sendi dapat berubah dan membatasi gerakan.
"Nyeri biasanya muncul saat beraktivitas dan akan menghilang saat istirahat, disertai pembengkakan dan bunyi pada sendi," tambah dr. Raditya. Osteoartritis juga bisa dialami oleh usia muda jika dipicu oleh faktor sekunder seperti cedera berat.
Diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan klinis oleh dokter, disertai pemeriksaan penunjang seperti rontgen untuk melihat kondisi tulang dan sendi secara detail.
Penanganan dan Pencegahan Osteoartritis
Meski osteoartritis tidak dapat disembuhkan secara total, kemajuan penyakit ini dapat diperlambat dengan penanganan yang tepat sesuai tingkat keparahan. Berikut tahapan penanganan yang disarankan:
- Perubahan gaya hidup: Menurunkan berat badan jika obesitas untuk mengurangi beban pada sendi.
- Olahraga low impact: Aktivitas seperti berenang dan bersepeda dianjurkan untuk menjaga kesehatan sendi tanpa memberikan tekanan berlebih.
- Fisioterapi: Terapi untuk memperkuat otot sekitar sendi dan meningkatkan fleksibilitas.
- Tindakan medis: Jika diperlukan, terapi injeksi maupun operasi dapat menjadi pilihan terakhir.
Pencegahan terbaik adalah dengan menjaga pola hidup sehat sejak dini, termasuk rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, dan menghindari cedera sendi. Masyarakat juga diimbau untuk segera memeriksakan diri jika mulai merasakan gejala nyeri sendi agar pengobatan bisa dilakukan lebih awal.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, osteoartritis merupakan salah satu tantangan kesehatan yang semakin relevan dengan bertambahnya populasi lansia di Indonesia. Kurangnya kesadaran masyarakat tentang gejala awal dan penanganan penyakit ini bisa menyebabkan penurunan kualitas hidup yang signifikan. Padahal, dengan pendekatan yang tepat seperti edukasi dini dan pengelolaan gaya hidup, progres penyakit ini dapat dikendalikan.
Lebih jauh, osteoartritis juga memiliki dampak sosial dan ekonomi karena dapat membatasi aktivitas produktif seseorang. Oleh karena itu, pemerintah dan institusi kesehatan perlu memperkuat program pencegahan dan rehabilitasi, serta memudahkan akses masyarakat terhadap layanan ortopedi.
Pembaca sebaiknya terus mengikuti perkembangan informasi dan penelitian terbaru mengenai osteoartritis, termasuk inovasi terapi yang mungkin muncul. Menurut laporan RRI Surakarta, edukasi publik menjadi kunci utama dalam menekan angka kesakitan akibat penyakit sendi ini.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0