Menkes Cek Pembangunan RSUD Tafaeri Nias Utara, Beri Catatan Penting

Mar 6, 2026 - 15:40
 0  7
Menkes Cek Pembangunan RSUD Tafaeri Nias Utara, Beri Catatan Penting

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin melakukan kunjungan langsung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tafaeri di Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara pada Jumat, 6 Maret 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari program quick win atau Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pembangunan rumah sakit di daerah tertinggal, terpencil, dan terluar (3T).

Ad
Ad

Pembangunan 66 RS di Daerah 3T untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Dalam peninjauannya, Menkes Budi menegaskan bahwa pemerintah sedang mengupayakan pembangunan 66 rumah sakit di daerah-daerah 3T untuk mengurangi kesenjangan akses layanan kesehatan. "Saya datang ke RSUD Tafaeri Nias Utara untuk mengecek program pembangunan 66 rumah sakit di daerah tertinggal, terpencil dan terluar," ujarnya.

Menurut Budi, sebagian besar rumah sakit dalam program ini sudah hampir selesai. Sekitar delapan rumah sakit di antaranya telah mencapai tahap akhir pembangunan, sementara sisanya masih dalam proses penyelesaian. Namun, progres pembangunan RSUD Tafaeri masih harus dipercepat meskipun sudah mendekati tahap akhir.

"Kalau saya lihat katanya sudah 95 persen, tapi menurut saya masih sekitar 90-an persen. Ada beberapa catatan yang harus diperbaiki," kata Budi.

Fasilitas Medis Modern untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Setelah pembangunan fisik selesai, pemerintah akan melengkapi RSUD Tafaeri dengan berbagai peralatan medis modern. Hal ini diharapkan dapat memungkinkan pasien di Nias Utara mendapatkan layanan kesehatan yang sebelumnya hanya tersedia di kota besar seperti Medan.

Beberapa layanan medis yang akan tersedia di RSUD Tafaeri meliputi penanganan stroke, serangan jantung, kemoterapi, hingga terapi cuci darah. Fasilitas rumah sakit ini juga akan dilengkapi dengan cathlab, radiologi, ICU, HCU, PICU/NICU, instalasi bedah sentral, dan ruang rawat inap.

Selain itu, rumah sakit ini menyediakan berbagai poliklinik spesialis seperti:

  • Obstetri dan Ginekologi (Obgyn)
  • Telinga Hidung Tenggorokan (THT)
  • Mata
  • Urologi
  • Onkologi
  • Anak dan Gizi Anak
  • Jantung
  • Penyakit Dalam dan Saraf
  • Geriatri
  • Bedah Jantung, Bedah Saraf, dan Bedah Umum
  • Rehabilitasi Medik

Tantangan Ketersediaan Dokter Spesialis

Salah satu tantangan terbesar dalam penguatan layanan kesehatan di daerah adalah ketersediaan dokter spesialis. Menkes Budi mengungkapkan bahwa saat ini sejumlah dokter spesialis di RSUD Tafaeri masih bertugas secara sementara dan berasal dari luar daerah.

"Biasanya yang paling masalah adalah dokter-dokternya. Masih banyak dokter spesialis yang kosong," ujarnya.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah mendorong pemerintah daerah mengirimkan putra-putri asli daerah untuk menempuh pendidikan dokter spesialis agar mereka dapat kembali dan berkontribusi di daerah asal. Menkes menekankan bahwa RSUD Tafaeri setidaknya membutuhkan tujuh hingga sembilan dokter spesialis, termasuk spesialis saraf dan jantung yang sangat penting mengingat kedua penyakit ini merupakan penyebab kematian terbesar di Indonesia.

Peningkatan Akses Jalan Menuju RSUD Tafaeri

Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, menyampaikan bahwa pemerintah daerah juga tengah berupaya memperbaiki akses jalan menuju RSUD Tafaeri agar masyarakat lebih mudah memperoleh layanan kesehatan. Pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp40 miliar untuk pembangunan dan perbaikan jalan tersebut.

Perbaikan akses ini bertujuan untuk mendukung kelancaran transportasi dan operasional rumah sakit yang dipersiapkan menjadi fasilitas kesehatan rujukan utama di wilayah Nias Utara.

"Tahun lalu 2025 pak gubernur sudah memperbaiki jalan dari Gunung Sitoli ke persimpangan Lotu. Sekarang giliran dari Simpang Lotu menuju RSUD Tafaeri yang akan mulus bulan Juni," jelas Bupati Amizaro.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kunjungan Menkes Budi Gunadi Sadikin ke RSUD Tafaeri merupakan langkah strategis yang menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperbaiki layanan kesehatan di daerah 3T yang selama ini sering tertinggal. Pembangunan fasilitas fisik yang berkualitas dan peralatan medis modern memang krusial, tetapi ketersediaan dokter spesialis merupakan kunci utama agar rumah sakit dapat beroperasi optimal.

Masalah kekurangan tenaga medis spesialis masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan solusi jangka panjang. Mengirim putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan spesialis adalah langkah tepat, namun perlu didukung dengan insentif dan fasilitas agar mereka betah kembali dan berkarir di daerah asal. Ini sekaligus mengatasi masalah urbanisasi tenaga medis yang selama ini berkumpul di kota besar.

Lebih jauh, perbaikan infrastruktur akses jalan juga tidak kalah penting. Tanpa akses yang mudah, fasilitas kesehatan canggih sekalipun akan sulit dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara pembangunan fisik, sumber daya manusia, dan infrastruktur harus terus diperkuat.

Ke depan, publik perlu terus memantau progres pembangunan dan pengoperasian RSUD Tafaeri sebagai pilot project pembangunan rumah sakit di daerah 3T. Keberhasilan RSUD Tafaeri dapat menjadi model bagi pembangunan rumah sakit lain di daerah-daerah tertinggal di Indonesia.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah, rumah sakit ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Nias Utara sekaligus mengurangi disparitas layanan kesehatan antar wilayah di Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad