Akalasia: Penyakit Langka yang Bikin Sulit Menelan hingga Harus Pakai Selang
Akalasia merupakan penyakit langka yang menyebabkan penderitanya sulit menelan makanan bahkan sampai harus menggunakan selang untuk makan. Kondisi ini dijelaskan oleh Spesialis penyakit dalam dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, yang menyebut akalasia hanya terjadi pada 1 dari 100 ribu orang di dunia.
Meskipun jarang, penyakit ini dapat menyerang semua kelompok usia, baik pria maupun wanita. Akalasia adalah gangguan kompleks yang berhubungan dengan beberapa faktor, mulai dari gangguan autoimun, penurunan fungsi saraf yang mengatur menelan, adanya riwayat keluarga, hingga infeksi virus tertentu.
Apa Itu Akalasia dan Bagaimana Gejalanya?
Akalasia adalah kelainan pada kerongkongan yang membuat otot-otot di bagian bawah kerongkongan (sfingter esofagus bagian bawah) tidak bisa rileks untuk membuka jalan makanan masuk ke lambung. Akibatnya, makanan sulit turun dan menyebabkan gejala utama sulit menelan (disfagia).
- Kesulitan menelan makanan padat dan cair
- Rasa nyeri atau tidak nyaman di dada
- Muntah makanan yang tidak bisa turun
- Penurunan berat badan karena asupan makanan berkurang
- Regurgitasi makanan
Dalam kondisi parah, penderita harus menggunakan selang makan untuk memastikan asupan nutrisi tetap terpenuhi karena risiko tersedak dan malnutrisi meningkat.
Penyebab dan Faktor Risiko Akalasia
Menurut dr Aru, akalasia berkaitan dengan kerusakan saraf yang mengontrol otot kerongkongan. Kerusakan ini bisa disebabkan oleh beberapa hal:
- Gangguan autoimun yang menyerang saraf otot kerongkongan.
- Infeksi virus yang merusak saraf.
- Faktor genetik atau riwayat keluarga yang memiliki kasus serupa.
- Penuaan dan degenerasi saraf yang menurunkan fungsi otot kerongkongan.
Karena kompleksitas penyebabnya, diagnosis dan pengobatan akalasia membutuhkan pemeriksaan mendalam dan penanganan khusus dari dokter spesialis.
Penanganan dan Harapan Hidup Penderita Akalasia
Pengobatan akalasia bertujuan menghilangkan hambatan di kerongkongan agar makanan bisa masuk ke lambung dengan lancar. Beberapa metode pengobatan yang umum dilakukan antara lain:
- Terapi obat-obatan untuk merelaksasi otot kerongkongan.
- Balon dilatasi untuk membuka sfingter esofagus secara mekanis.
- Operasi myotomi yang memotong otot kerongkongan yang kaku.
- Pemasangan selang makan sebagai solusi sementara untuk memastikan asupan nutrisi.
Penanganan dini sangat penting agar penderita tidak mengalami komplikasi seperti infeksi paru akibat tersedak atau kekurangan gizi kronis.
Menurut Pandangan Redaksi: Pentingnya Kesadaran dan Deteksi Dini Akalasia
Menurut pandangan redaksi, akalasia adalah penyakit yang seringkali terlambat terdiagnosis karena gejalanya menyerupai gangguan pencernaan biasa. Kesadaran masyarakat dan tenaga medis tentang penyakit ini harus ditingkatkan agar penderita mendapatkan penanganan lebih cepat dan tepat.
Selain itu, karena penyebabnya yang multifaktorial, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami bagaimana faktor autoimun dan infeksi virus berperan. Hal ini penting untuk mengembangkan terapi yang lebih efektif dan tidak hanya bersifat simtomatik.
Ke depan, diharapkan teknologi diagnostik seperti manometri esofagus dan metode endoskopi mutakhir bisa lebih mudah diakses oleh pasien sehingga angka kesembuhan bisa meningkat dan komplikasi bisa diminimalkan.
Untuk informasi medis terpercaya dan update terkini soal akalasia, pembaca bisa merujuk pada sumber resmi seperti detikHealth dan situs kesehatan nasional.
Simak terus perkembangan informasi kesehatan penting lainnya hanya di platform berita terpercaya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0