Cacar Api pada Lansia: Risiko dan Dampak Ganggu Aktivitas Harian
Cacar api atau Herpes Zoster menjadi perhatian khusus bagi kelompok usia 50 tahun ke atas. Survei global terbaru yang dirilis oleh GSK dalam rangka kampanye Shingles Action Week mengungkap bahwa 78% responden khawatir penyakit ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini menjadi peringatan penting bahwa cacar api bukan sekadar penyakit kulit biasa, melainkan berpotensi menimbulkan dampak serius pada kualitas hidup lansia.
Risiko dan Dampak Cacar Api pada Lansia
Survei yang melibatkan lebih dari 6.000 orang dewasa di 10 negara, termasuk Indonesia, menemukan fakta bahwa 42% penderita cacar api mengalami nyeri hebat yang mengganggu aktivitas harian mereka. Sebanyak 33% lainnya menyatakan produktivitas mereka menurun akibat penyakit ini. Cacar api diperkirakan dapat menyerang satu dari tiga orang dewasa sepanjang hidup, dengan risiko meningkat pada mereka yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, gangguan ginjal, PPOK, dan asma.
Di Indonesia, kelompok dengan risiko tertinggi adalah pengidap HIV/AIDS, kanker, dan penyakit autoimun. Dokter spesialis kulit Nurwestu Rusetiyanti menegaskan, "Risiko lebih tinggi ditemukan pada pasien dengan kondisi immunokompromi, usia lanjut, serta mereka dengan riwayat penyakit tertentu."
Beban Kesehatan dan Ekonomi Cacar Api
Dari sisi beban kesehatan, data menunjukkan bahwa selama periode 2015–2022 terdapat sekitar 390.000 kasus cacar api di sepuluh provinsi besar di Indonesia. Pengeluaran untuk penanganan cacar api cukup besar, mencapai Rp27,1 miliar pada tahun 2021. Biaya rawat inap per individu bahkan dapat mencapai Rp10 juta, yang tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para penderita dan keluarga mereka.
Kesenjangan Pemahaman dan Pentingnya Edukasi
Meskipun risiko dan dampaknya nyata, survei mengungkapkan bahwa lebih dari separuh responden (54%) belum pernah membicarakan cacar api dengan dokter. Selain itu, satu dari empat orang tidak percaya bahwa penyakit kronis dapat memengaruhi sistem imun dan meningkatkan risiko cacar api. Hampir setengah responden juga tidak menyadari bahwa penyakit kronis dapat memperparah gejala cacar api.
Reswita Dery Gisriani, Director of Market Access, Communication and Government Affairs GSK Indonesia, menekankan, "Seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh menurun, dan jika disertai penyakit kronis, risikonya semakin besar. Padahal, ini adalah penyakit yang sebenarnya bisa dicegah."
Oleh karena itu, edukasi kesehatan yang ditargetkan pada kelompok usia 50 tahun ke atas sangat penting. Memahami faktor risiko dan berkonsultasi dengan tenaga medis dapat menjadi langkah awal untuk mencegah cacar api sejak dini.
Langkah Pencegahan dan Perlunya Kesadaran
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko cacar api pada lansia:
- Pemantauan kesehatan rutin agar kondisi penyakit kronis dapat terkelola dengan baik.
- Konsultasi dengan dokter untuk memahami risiko cacar api dan kemungkinan vaksinasi sebagai pencegahan.
- Menjaga sistem imun melalui pola hidup sehat, seperti nutrisi seimbang, istirahat cukup, dan olahraga teratur.
- Edukasi keluarga dan lingkungan agar mendukung pencegahan dan penanganan yang tepat.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, meskipun cacar api kerap dianggap penyakit kulit biasa, data dan survei menunjukkan bahwa penyakit ini dapat memberikan dampak signifikan pada kualitas hidup terutama bagi lansia dan mereka dengan penyakit kronis. Penurunan sistem imun yang alami pada usia lanjut menjadi faktor pemicu utama, namun kurangnya kesadaran dan edukasi membuat banyak orang tidak mempersiapkan diri dengan baik.
Lebih jauh, beban ekonomi yang cukup besar akibat penanganan cacar api memberikan tekanan tambahan pada sistem kesehatan nasional dan keluarga penderita. Ini menunjukkan perlunya intervensi lebih intensif dari pemerintah dan lembaga kesehatan untuk meningkatkan pemahaman, serta memperluas akses vaksinasi yang efektif.
Ke depan, penting untuk terus memantau perkembangan kasus cacar api dan menyebarluaskan informasi yang akurat serta solusi pencegahan. Lansia dan kelompok rentan harus menjadi prioritas utama dalam program kesehatan publik. Dengan langkah tersebut, diharapkan beban cacar api dapat diminimalisasi, sehingga aktivitas harian lansia tidak terganggu dan kualitas hidup mereka tetap terjaga.
Untuk informasi lebih lengkap dan data terkini, pembaca dapat merujuk pada sumber resmi Medcom.id serta situs kesehatan terpercaya lainnya seperti Alodokter.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0