BPBD Banjarnegara Imbau Warga Waspadai Potensi Longsor Maret 2026

Mar 6, 2026 - 21:30
 0  9
BPBD Banjarnegara Imbau Warga Waspadai Potensi Longsor Maret 2026

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tanah longsor yang diprediksi meningkat selama bulan Maret 2026. Imbauan ini disampaikan menyusul prakiraan curah hujan yang cukup tinggi di wilayah tersebut, yang dapat memicu pergerakan tanah terutama di daerah rawan.

Ad
Ad

Potensi Longsor di Banjarnegara Meningkat

Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, menegaskan bahwa Banjarnegara termasuk dalam wilayah dengan potensi gerakan tanah menengah hingga tinggi. Masyarakat yang tinggal di kawasan lereng dan perbukitan diimbau untuk waspada terhadap kondisi tersebut, terutama saat curah hujan meningkat.

"Banjarnegara menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi gerakan tanah menengah hingga tinggi, sehingga masyarakat terutama yang tinggal di lereng atau perbukitan perlu meningkatkan kewaspadaan saat curah hujan tinggi," ujarnya pada Jumat, 6 Maret 2026.

Dasar Peringatan dan Data Curah Hujan

Imbauan BPBD Banjarnegara mengacu pada surat peringatan dini yang dikeluarkan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah. Surat ini berdasarkan kompilasi peta kerentanan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta prakiraan curah hujan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Dalam surat bernomor B/500.10.5/92/2026 tertanggal 4 Maret 2026, disebutkan bahwa curah hujan di wilayah Jawa Tengah pada Maret 2026 diperkirakan berkisar antara 151 milimeter hingga lebih dari 500 milimeter dengan kategori menengah hingga sangat tinggi.

Kondisi curah hujan tinggi ini sangat berpotensi memicu bencana gerakan tanah, termasuk di Kabupaten Banjarnegara.

Wilayah Rawan dan Dampak Curah Hujan

Menurut Aji, sebagian wilayah Banjarnegara diperkirakan akan menerima curah hujan antara 401-500 milimeter (kategori tinggi), sementara bagian utara Banjarnegara bahkan berpotensi mengalami curah hujan lebih dari 500 milimeter (kategori sangat tinggi).

Potensi longsor akan meningkat signifikan di daerah dengan tingkat kerentanan tanah menengah hingga tinggi, terutama bila curah hujan mencapai di atas 300 milimeter.

Langkah Mitigasi dan Kewaspadaan Masyarakat

Dalam menghadapi risiko ini, BPBD Banjarnegara sudah menyiapkan langkah-langkah mitigasi bencana, antara lain:

  • Meningkatkan pemantauan di wilayah rawan longsor secara intensif.
  • Memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, sukarelawan, dan instansi terkait.
  • Memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai tanda-tanda awal potensi longsor.

Aji juga mengingatkan masyarakat untuk mengenali gejala awal pergerakan tanah, seperti:

  • Munculnya retakan pada tanah.
  • Pohon yang mulai miring atau bergeser.
  • Perubahan aliran air di lereng perbukitan.

"Kami mengimbau warga segera melapor kepada pemerintah desa atau petugas kebencanaan apabila menemukan tanda-tanda tersebut agar langkah antisipasi bisa segera dilakukan," katanya.

Masyarakat di daerah rawan juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan terutama saat hujan turun terus-menerus lebih dari dua jam, karena kondisi ini sangat berpotensi memicu pergerakan tanah.

Kesiapsiagaan dan respon cepat masyarakat menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko bencana longsor.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, imbauan BPBD Banjarnegara ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan di daerah rawan bencana geologi, terutama di tengah perubahan iklim yang menyebabkan pola curah hujan semakin ekstrem. Longsor bukan hanya soal kerusakan fisik, tetapi juga berpotensi menimbulkan korban jiwa dan kerugian ekonomi besar jika tidak diantisipasi dengan baik.

Selama ini, perhatian terhadap mitigasi bencana di tingkat desa dan masyarakat masih perlu diperkuat, terutama dalam hal edukasi dan sistem pelaporan dini. Peran aktif warga sangat krusial untuk mempercepat respons dan evakuasi saat tanda-tanda longsor muncul.

Ke depan, BPBD dan instansi terkait perlu meningkatkan teknologi pemantauan dan prediksi, serta memperluas jaringan relawan agar mitigasi bencana bisa lebih efektif. Masyarakat juga harus melihat kesiapsiagaan bencana sebagai bagian dari gaya hidup, bukan sekadar respons reaktif.

Dengan meningkatnya curah hujan di musim penghujan tahun ini, kewaspadaan terhadap potensi longsor harus menjadi prioritas utama bagi seluruh lapisan masyarakat Banjarnegara dan sekitarnya. Tetap ikuti informasi resmi dari BPBD dan BMKG untuk update terbaru dan langkah antisipasi yang harus dilakukan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad