Banjir Bandar Lampung 2026: 1 Tewas dan 1 Bocah Masih Dicari SAR
Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung pada Jumat, 6 Maret 2026, telah menimbulkan korban jiwa dan menggegerkan masyarakat setempat. Dari dua orang yang dilaporkan hanyut akibat derasnya arus banjir, satu korban telah ditemukan meninggal dunia, sementara satu bocah berusia 10 tahun masih dalam pencarian intensif tim SAR gabungan.
Banjir Melanda dan Korban Hanyut
Peristiwa banjir ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Kota Bandar Lampung sejak pukul 14.10 hingga 16.17 WIB, mengakibatkan sejumlah kecamatan seperti Sukarame, Telukbetung, Rajabasa, Kedamaian, Kedaton, Tanjung Senang, dan Tanjungkarang terendam air dengan ketinggian mencapai pinggang orang dewasa.
Banjir yang tak terduga ini menyebabkan dua orang hanyut terbawa arus. Salah satu korban ditemukan tewas di aliran sungai Jalan Dr. Harun, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjung Karang Timur. Jasad pria tersebut sudah dievakuasi ke rumah sakit untuk proses identifikasi lanjutan, karena hingga kini identitasnya belum diketahui.
Sementara itu, korban kedua adalah seorang bocah laki-laki berinisial SA (10), yang dilaporkan hilang setelah hanyut di aliran sungai dekat Terminal Rajabasa, Kecamatan Rajabasa. Bocah ini dilaporkan sedang bermain di tepi sungai saat kejadian banjir terjadi.
Upaya Pencarian dan Keterangan Resmi
Humas BPBD Lampung, Wahyu Hidayat, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima dua laporan warga yang hanyut akibat banjir tersebut.
“Iya benar, ada dua orang hanyut. Satu korban masih dalam proses pencarian, yakni anak berusia 10 tahun berinisial SA yang hanyut di sungai daerah Terminal Rajabasa. Sementara satu korban lainnya sudah ditemukan meninggal dunia di Sungai Jalan Dr. Harun, identitasnya masih belum diketahui,” ujar Wahyu.
Sementara itu, Kepala Bidang Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung, Krisna Laksamana, menjelaskan bahwa bocah tersebut sedang bermain di pinggir kali saat terjebak arus banjir.
“Informasi yang kami terima dari pihak kelurahan, korban saat kejadian sedang bermain di pinggir kali. Hingga saat ini korban belum ditemukan,” ungkap Krisna.
Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai dan titik-titik yang diduga menjadi jalur korban hanyut. Mereka juga mengumpulkan data dan keterangan dari warga sekitar untuk mempercepat pencarian.
Dampak Banjir dan Kondisi Wilayah Terdampak
Banjir yang terjadi di Bandar Lampung ini merupakan hasil hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama, sehingga menyebabkan aliran air Sungai Rajabasa dan wilayah sekitarnya meluap. Beberapa kecamatan terdampak mengalami genangan air yang menyebabkan aktivitas warga terhambat, bahkan ada kendaraan yang terbawa arus.
Banjir adalah bencana alam yang sering terjadi ketika curah hujan tinggi dan sistem drainase tidak mampu menampung volume air, sehingga air meluap ke daratan. Kota Bandar Lampung yang berada di daerah dataran rendah sangat rentan terhadap banjir, apalagi saat musim hujan tiba.
- Kecamatan terdampak: Sukarame, Telukbetung, Rajabasa, Kedamaian, Kedaton, Tanjung Senang, Tanjungkarang
- Ketinggian air: Sampai pinggang orang dewasa
- Korban: 1 pria dewasa ditemukan meninggal, 1 bocah 10 tahun hilang
- Lokasi pencarian bocah: Aliran Sungai dekat Terminal Rajabasa
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, peristiwa banjir yang memakan korban jiwa dan hilangnya bocah di Bandar Lampung ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di kota-kota yang rawan banjir. Meskipun pemerintah dan BPBD telah melakukan upaya mitigasi, kejadian ini mengindikasikan bahwa sistem peringatan dini dan edukasi masyarakat tentang bahaya banjir di titik-titik rawan masih harus ditingkatkan.
Kasus bocah yang hanyut saat bermain di pinggir sungai adalah pengingat bagi orang tua dan masyarakat sekitar agar selalu mengawasi anak-anak di daerah rawan bencana. Selain itu, infrastruktur pengendalian banjir seperti tanggul dan sistem drainase yang memadai perlu menjadi prioritas pemerintah daerah agar dampak korban jiwa dapat diminimalisir di masa depan.
Kedepannya, masyarakat harus turut aktif dalam pelaporan dini dan menjaga lingkungan agar bencana banjir dapat dicegah. Pemerintah juga diharapkan meningkatkan koordinasi antar instansi dan memperkuat operasi SAR agar pencarian korban hilang dapat segera diselesaikan dengan hasil yang terbaik.
Waspada dan terus ikuti perkembangan berita ini untuk informasi terbaru mengenai pencarian korban dan upaya penanganan bencana banjir di Bandar Lampung.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0