Sungai Curah Udang Meluap, Puluhan Rumah di Situbondo Terendam Banjir
Puluhan rumah warga di Desa Bungatan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, terendam banjir pada Jumat malam, 6 Maret 2026, akibat luapan Sungai Curah Udang. Banjir ini terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras selama beberapa jam yang menyebabkan sungai meluap dan menggenangi permukiman penduduk.
Banjir Melanda Desa Bungatan Akibat Luapan Sungai
Yogie Kripsian Sah, Camat Bungatan, mengungkapkan bahwa hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 13.00 WIB hingga pukul 21.30 WIB. Akibat curah hujan tinggi yang berlangsung lama tersebut, Sungai Curah Udang meluap dan menyebabkan sekitar 50 rumah di Dusun Gunung Sari terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 40-50 cm.
"Hujan deras terjadi sejak pukul 13.00 WIB dan reda sekitar pukul 21.30 WIB. Sungai Curah Udang yang berada di sekitar rumah warga meluap dan masuk ke dalam rumah dengan ketinggian air sekitar 40-50 cm," jelas Yogie, Jumat malam.
Penyebab Luapan: Pendangkalan Sungai dan Tangkis Jebol
Penyebab utama luapan ini diduga karena pendangkalan sungai yang mengurangi kapasitas Sungai Curah Udang menampung debit air yang tinggi selama musim hujan. Yogie menjelaskan bahwa kondisi sungai yang dangkal membuat aliran air tidak lancar sehingga mudah meluap ke pemukiman.
Selain itu, tangkis sungai yang jebol di beberapa titik memperparah kondisi, sehingga air sungai dengan mudah melimpas ke rumah warga dan kantor kecamatan yang berdekatan.
"Kami menduga sungai sudah mengalami pendangkalan, sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik dan tak mampu menampung debit air saat hujan dengan intensitas tinggi," tambah Yogie. "Tangkis yang jebol juga memudahkan air melimpas ke permukiman warga dengan ketinggian sekitar 40 hingga 50 sentimeter."
Dampak Banjir dan Upaya Penanggulangan
- 50 rumah warga di RT 07 RW 03 Dusun Gunung Sari terendam banjir.
- Kantor Kecamatan Bungatan juga terdampak karena lokasinya yang dekat dengan sungai.
- Banjir ini merupakan kejadian berulang selama dua tahun terakhir setiap musim hujan.
Yogie berharap pemerintah segera melakukan pengerukan sungai untuk mengatasi pendangkalan dan mencegah banjir berulang di masa mendatang.
"Sudah dua tahun terakhir ini banjir terjadi setiap memasuki musim hujan, semoga segera ada pengerukan sungai untuk mencegah terjadinya banjir," harapnya.
Fenomena Banjir di Situbondo dan Implikasinya
Banjir yang melanda Situbondo mencerminkan tantangan serius yang dihadapi daerah-daerah rawan banjir di Jawa Timur, terutama terkait pengelolaan sungai dan infrastruktur penahan banjir. Pendangkalan sungai akibat sedimentasi dan kerusakan tangkis menjadi faktor utama yang memperparah risiko banjir saat hujan deras melanda.
Selain kerugian materiil bagi warga yang rumahnya terendam, banjir juga mengganggu aktivitas pelayanan publik di kantor kecamatan dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan akibat genangan air yang lama.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, banjir di Situbondo ini bukan hanya persoalan cuaca ekstrem, melainkan juga kegagalan pengelolaan sumber daya air dan perlindungan lingkungan di tingkat lokal. Pendangkalan sungai yang sudah terjadi sejak lama menunjukkan kurangnya pemeliharaan sungai secara berkelanjutan. Langkah mitigasi seperti pengerukan sungai harus menjadi prioritas agar debit air dapat tertampung dengan baik, sehingga banjir dapat diminimalisir.
Selain itu, perbaikan dan penguatan tangkis sungai yang rusak harus segera dilakukan untuk mencegah luapan air yang lebih parah di masa depan. Pemerintah daerah juga perlu melibatkan warga dalam program pengawasan lingkungan agar tidak terjadi pencemaran dan sedimentasi berlebihan yang mempercepat pendangkalan.
Ke depan, masyarakat dan pemerintah harus berkolaborasi dalam membangun sistem peringatan dini dan evakuasi efektif untuk mengurangi dampak banjir. Penanganan menyeluruh dari hulu hingga hilir sungai Curah Udang menjadi kunci utama agar kejadian serupa tidak terus berulang di musim hujan berikutnya.
Warga Situbondo dan sekitarnya diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi dari pihak berwenang terkait perkembangan cuaca dan langkah antisipasi banjir. Pemantauan sungai secara berkala serta perbaikan infrastruktur dapat menjadi solusi jangka panjang yang sangat dibutuhkan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0