Rekan Wartawan Raih Gelar Doktor dengan Disertasi Tentang Kusni Kasdut di UI

May 6, 2026 - 08:31
 0  4
Rekan Wartawan Raih Gelar Doktor dengan Disertasi Tentang Kusni Kasdut di UI

Pagi ini, saya mengunjungi Universitas Indonesia (UI) setelah kemarin sore berkunjung ke Universitas Paramadina. Di UI, ada rekan wartawan yang baru saja berhasil meraih gelar doktor dengan disertasi yang mengangkat sosok Kusni Kasdut.

Ad
Ad

Disertasi Tentang Kusni Kasdut

Kusni Kasdut, yang dikenal sebagai tokoh kontroversial, menjadi fokus penelitian dalam disertasi tersebut. Sosok Kusni pernah menjadi bandit sosial yang menjadi bahan perbincangan di berbagai kalangan. Dalam sebuah foto yang beredar, Kusni Kasdut tampak tengah diamankan oleh petugas, menegaskan jejak sejarah kelam yang melekat pada namanya.

Peran Wartawan dalam Penelitian

Fajar Kurniawan, wartawan yang meneliti Kusni Kasdut, menghubungi saya saat sedang berada di tempat senam dansa untuk meminta saya menjadi salah satu penguji dari luar universitas. Awalnya saya menolak karena bukan ahli di bidang ilmu sejarah yang menjadi objek penelitian. Namun, akhirnya saya menerima karena Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Dr Untung Yuwono, serta promotor Fajar, Prof Dr R. Tuty Nur Mutia, menyetujui nama saya sebagai penguji.

Latar Belakang Hubungan dengan Kusni Kasdut

Alasan mereka memilih saya adalah karena saya pernah mewawancarai Kusni Kasdut ketika ia masih berada di penjara Kalisosok Surabaya menunggu pelaksanaan hukuman mati. Wawancara tersebut berlangsung pada tahun 1970-an, saat saya masih menjadi wartawan junior di Majalah Tempo dengan liputan wilayah Jawa Timur.

Diskusi di Universitas Paramadina

Sementara itu, di Universitas Paramadina yang mulai membuka program doktor pada tahun ini, berlangsung diskusi mengenai krisis dan manajemen krisis. Kunjungan saya ke dua universitas ini memperlihatkan dinamika dunia akademik yang terus berkembang, khususnya terkait kajian sejarah dan krisis sosial.

"Saya awalnya ragu menjadi penguji karena bukan ahli sejarah, tapi rekomendasi dari Dekan dan promotor membuat saya menerima," ujar saya.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, keberhasilan rekan wartawan meraih gelar doktor dengan mengangkat topik Kusni Kasdut adalah bukti pentingnya peran jurnalisme dalam melestarikan sejarah yang sering terlupakan. Penelitian ini tidak hanya menghidupkan kembali sosok yang kontroversial, tetapi juga membuka diskusi lebih luas tentang bagaimana masyarakat memandang kejahatan sosial dan hukum di masa lalu.

Selain itu, keterlibatan praktisi jurnalistik sebagai penguji akademik menandai jembatan penting antara dunia media dan akademisi. Ini menjadi contoh konkret bagaimana pengalaman lapangan dapat memperkaya kajian ilmiah, terutama dalam ilmu sejarah yang memerlukan perspektif langsung dari narasumber yang pernah mengalami peristiwa penting.

Ke depan, pembelajaran dari kasus Kusni Kasdut dan metode penelitian semacam ini bisa menjadi inspirasi bagi peneliti lain untuk menggabungkan pendekatan multidisiplin, memperkaya khazanah akademik Indonesia yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga praktik dan sejarah nyata.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat membaca berita lengkapnya di jpnn.com dan mengikuti perkembangan terbaru seputar riset sejarah di situs resmi Universitas Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad