Bos OJK Pede Arus Dana Keluar Pasar Modal Bisa Balik, Ini Syaratnya

May 6, 2026 - 10:01
 0  3
Bos OJK Pede Arus Dana Keluar Pasar Modal Bisa Balik, Ini Syaratnya

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, menunjukkan optimisme bahwa arus dana keluar (outflow) dari pasar modal Indonesia akan segera berbalik menjadi arus dana masuk (inflow). Optimisme ini disampaikan usai melakukan laporan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa malam, 5 Mei 2026.

Ad
Ad

Friderica menilai arus dana keluar yang terjadi saat ini merupakan dampak dari faktor geopolitik dan geoekonomi global, termasuk kebijakan The Fed yang mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama (higher for longer), sehingga menyebabkan investor asing mengambil langkah berhati-hati dan menarik modal dari pasar negara berkembang termasuk Indonesia.

"Namun selama kita yakini fundamental kita baik ya, kita harapkan ini akan bisa berbalik," tegas Friderica usai rapat dengan Presiden Prabowo.

Transparansi dan Pendalaman Pasar Modal

Sejak pengumuman oleh MSCI pada Januari lalu yang memicu perhatian global terhadap pasar modal Indonesia, OJK telah meningkatkan transparansi dengan membuka data pemegang saham yang memiliki kepemilikan 1% atau lebih. Detail data yang sebelumnya hanya 9 klasifikasi kini diperluas menjadi 39 klasifikasi yang disampaikan secara sangat granular, termasuk informasi mengenai ultimate beneficial owner (pemilik manfaat akhir).

Selain itu, OJK juga menetapkan aturan likuiditas free float di atas 15% dengan tahapan tertentu. Langkah-langkah tersebut bertujuan untuk memperbaiki struktur pasar modal dan menarik minat investor global.

Friderica menambahkan bahwa perbaikan ini mulai menunjukkan hasil positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kini bergerak sejalan dengan beberapa indeks utama seperti LQ45 dan IDX30 yang mencerminkan pergerakan saham berdasarkan fundamental yang lebih sehat.

"Kalau melihat nanti pengumuman MSCI di Mei dan rebalancing indeks MSCI di Maret, kita berharap akan ada penyesuaian yang bersifat sementara yang membawa dampak positif ke depan," ujar Friderica.

Peran Investor Domestik dan Stabilitas Pasar

Untuk memperkuat pasar, OJK juga fokus pada pendalaman pasar dengan meningkatkan jumlah investor domestik. Dalam satu tahun terakhir, jumlah investor pasar modal Indonesia naik sekitar US$5 juta, yang menjadi modal penting agar pasar modal lebih tahan terhadap guncangan dari luar.

Menurut Friderica, peningkatan investor domestik akan menjadi penyangga ketika terjadi gejolak di pasar global sehingga pasar modal Indonesia lebih stabil.

Respon Pemerintah dan Bank Indonesia

Dalam rapat yang sama, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menyoroti fenomena capital outflow yang terjadi di pasar modal dan Surat Berharga Negara (SBN). Namun, capital outflow tersebut masih dapat dinetralisasi oleh kebijakan Sistem Resi Berjangka Indeks (SRBI).

"Kesepakatan kerja sama antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan sudah dibuat untuk menjaga aliran modal," kata Airlangga.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menambahkan, meskipun secara year to date masih terjadi outflow, saat ini sudah mulai terlihat arus masuk ke pasar keuangan Indonesia. Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan bersepakat agar SRBI dapat mendukung inflow yang cukup untuk mengimbangi outflow dari SBN dan saham.

"Koordinasi ini penting agar nilai tukar Rupiah tetap kuat dan stabil," jelas Perry.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, optimisme yang disampaikan Ketua OJK Friderica Widyasari merupakan sinyal positif di tengah tekanan global yang berat terhadap pasar modal Indonesia saat ini. Fokus pada perbaikan fundamental, transparansi data pemegang saham, dan pendalaman pasar dengan menambah investor domestik menjadi strategi tepat untuk menghadapi ketidakpastian global.

Peran koordinasi antara OJK, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan juga krusial dalam menjaga stabilitas pasar modal dan nilai tukar Rupiah. Langkah-langkah penguatan likuiditas melalui SRBI dan kerja sama strategis ini menunjukkan kesiapan pemerintah dalam mengantisipasi dampak capital outflow.

Namun, tantangan ke depan adalah bagaimana memastikan arus dana masuk tidak hanya bersifat sementara, melainkan dapat berkelanjutan dengan menjaga kepercayaan investor global dan domestik. Publik dan pelaku pasar harus terus memantau perkembangan kebijakan moneter global serta respons pemerintah Indonesia agar momentum perbaikan tidak terhenti.

Untuk informasi lebih lengkap dan update terbaru, Anda dapat membaca laporan langsung CNBC Indonesia tentang kondisi pasar modal dan kebijakan terkini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad