Harga Emas Melesat Lagi, Bandar Ramai-Ramai Ambil Untung di Tengah Aksi Bargain Hunting

May 6, 2026 - 13:31
 0  5
Harga Emas Melesat Lagi, Bandar Ramai-Ramai Ambil Untung di Tengah Aksi Bargain Hunting

Harga emas kembali melesat setelah sempat menyentuh posisi terendah dalam lebih dari satu bulan terakhir. Kondisi ini memicu para bandar dan trader melakukan aksi ambil untung secara masif, yang kemudian mendorong penguatan harga emas dan perak di pasar global.

Ad
Ad

Kenaikan Harga Emas dan Perak Terbaru

Menurut data dari Refinitiv, pada perdagangan Selasa (5/5/2026), harga emas berada di posisi US$ 4.556,04 per troy ons, naik 0,8% setelah mengalami penurunan 2,2% dalam dua hari sebelumnya. Lonjakan ini menjadi kabar baik bagi pasar setelah harga emas sempat menyentuh level terendah pada hari Senin.

Memasuki pagi hari Rabu (6/5/2026), pukul 06.42 WIB, harga emas kembali menguat ke posisi US$ 4.587,35 per troy ons atau naik 0,69%. Sementara itu, harga perak juga mengikuti tren positif dengan posisi di US$ 72,82 per troy ons pada Selasa, menguat 0,14%. Perak bahkan melonjak lebih signifikan pada Rabu pagi ke level US$ 73,86 per troy ons, naik 1,43%.

Faktor Pendukung Penguatan Harga Emas

Kenaikan harga emas ini didorong oleh bargain hunting atau aksi beli saat harga turun yang dilakukan oleh para trader. Jim Wyckoff dari American Gold Exchange menjelaskan:

"Kami melihat aksi beli saat harga turun setelah aksi jual sebelumnya, dan pelemahan harga minyak juga memberi dukungan. Pasar masih akan mencermati berita utama, namun fokus bisa sedikit bergeser ke data ekonomi."

Meski begitu, Wyckoff menambahkan bahwa pasar bullish emas memerlukan katalis fundamental yang kuat agar penguatan dapat berlanjut.

Situasi geopolitik juga turut memengaruhi sentimen pasar, terutama setelah Uni Emirat Arab melaporkan serangan rudal dan drone dari Iran. Meski Amerika Serikat menilai gencatan senjata masih bertahan, ketegangan ini menambah ketidakpastian yang biasanya meningkatkan permintaan aset safe haven seperti emas.

Pengaruh Harga Energi dan Data Ekonomi AS

Harga minyak yang sempat turun pada Selasa namun tetap berada di level tinggi menjadi faktor lain yang perlu diperhatikan. Kenaikan harga energi berpotensi memicu inflasi dan menunda pelonggaran kebijakan moneter bank sentral.

Emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi, namun daya tariknya sering melemah saat suku bunga tinggi karena imbal hasil aset lain lebih menarik. Analis pasar Fawad Razaqzada menilai bahwa permintaan terhadap emas sebagai safe haven masih ada, meskipun pengaruhnya mulai melemah karena emas kini semakin diperlakukan sebagai aset yang sensitif terhadap risiko.

Kebutuhan lindung nilai terhadap inflasi dan pembelian oleh bank sentral membantu membatasi penurunan harga emas yang lebih dalam.

Selain itu, data tenaga kerja Amerika Serikat yang masih kuat juga menjadi perhatian pasar. Laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTs) menunjukkan posisi lowongan kerja sebanyak 6,866 juta, sedikit lebih tinggi dari perkiraan 6,860 juta. Hal ini menggambarkan permintaan tenaga kerja yang masih tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Ringkasan Kenaikan Harga dan Implikasi Pasar

  • Harga emas naik 0,8% pada Selasa dan terus menguat pada Rabu pagi.
  • Harga perak melonjak 1,43% pada Rabu pagi setelah jatuh 3,5% sehari sebelumnya.
  • Aksi bargain hunting menjadi faktor utama penguatan harga emas dan perak.
  • Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan harga energi tinggi memberikan dukungan pada permintaan safe haven.
  • Data tenaga kerja AS yang solid menambah sentimen positif bagi pasar.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kenaikan harga emas yang terjadi saat ini bukan hanya sekadar rebound teknikal setelah koreksi tajam, melainkan juga mencerminkan ketidakpastian pasar yang masih tinggi akibat dinamika geopolitik dan ekonomi global. Aksi para bandar yang ramai-ramai mengambil untung menunjukkan bahwa harga emas saat ini sangat sensitif terhadap sentimen pasar jangka pendek.

Lebih jauh, kondisi ini mengindikasikan bahwa investor masih melihat emas sebagai pelindung nilai yang penting, terutama di tengah inflasi tinggi dan ketidakpastian global. Namun, perlu diwaspadai bahwa penguatan emas bisa terhambat jika data ekonomi AS terus menunjukkan kekuatan, yang akan mendorong bank sentral untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat.

Ke depan, pasar akan sangat bergantung pada perkembangan geopolitik, pergerakan harga minyak, dan data ekonomi utama seperti laporan tenaga kerja AS. Investor disarankan untuk tetap waspada dan mengikuti pergerakan pasar secara ketat karena volatilitas emas berpotensi tetap tinggi dalam waktu dekat.

Untuk informasi harga emas terkini dan analisis pasar lainnya, pantau terus update dari sumber terpercaya agar dapat mengambil keputusan investasi yang tepat di tengah kondisi pasar yang dinamis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad