Presiden Pezeshkian Tepis Klaim Trump soal Perpecahan Pemimpin Iran

May 6, 2026 - 13:40
 0  4
Presiden Pezeshkian Tepis Klaim Trump soal Perpecahan Pemimpin Iran

Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara tegas membantah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan bahwa para pemimpin Iran mengalami perpecahan hingga terbagi dalam beberapa kubu. Klaim Trump ini sebelumnya mencuat ke publik dan menimbulkan perhatian luas tentang kondisi internal Iran yang dianggap sedang mengalami krisis kepemimpinan.

Ad
Ad

Klaim Trump soal Perpecahan Pemimpin Iran

Donald Trump menyebutkan bahwa Iran tengah menghadapi konflik internal yang serius antara kubu garis keras dan kubu moderat. Menurut Trump, kedua kubu tersebut sangat berseberangan terutama dalam menghadapi tekanan dan kebijakan Amerika Serikat.

"Iran menghadapi masa sangat sulit untuk mengetahui siapa pemimpin sebenarnya. Mereka tidak tahu! Perpecahan terjadi antara 'Garis Keras' yang sudah kalah telak dalam pertempuran dan 'Moderat' yang tidak begitu moderat (tapi mendapatkan respek). Ini gila!" tulis Trump dalam unggahan di platform Truth Social miliknya.

Trump juga menuturkan kesulitannya dalam bernegosiasi dengan para pemimpin Iran yang disebutnya terbagi menjadi dua hingga empat kelompok berbeda yang tidak terkoordinasi dengan baik.

Penolakan Tegas dari Presiden Pezeshkian dan Ketua Parlemen

Menanggapi tudingan tersebut, Pezeshkian menegaskan bahwa klaim Trump adalah pernyataan yang mengada-ada. Dalam unggahannya di akun X (sebelumnya Twitter), Pezeshkian menyatakan bahwa Iran tetap solid dan bersatu dalam menghadapi tekanan dari Amerika Serikat.

"Tidak ada garis keras dan moderat di Iran. Kami adalah rakyat Iran dan para revolusioner. Dengan persatuan sekuat baja bangsa dan negara ini, serta kepatuhan penuh terhadap Pemimpin Tertinggi (Mojtaba Khamanei), kami akan membuat agresor kriminal menyesali aksi mereka," tulisnya.

"Satu Tuhan, satu bangsa, satu pemimpin, satu tujuan: kemenangan untuk Iran, lebih berharga daripada hidup," lanjut Pezeshkian.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, juga mendukung pernyataan Pezeshkian dengan mengunggah ulang isi tersebut di akunnya, memperkuat sikap resmi pemerintahan Iran bahwa tuduhan perpecahan tidak berdasar.

Latar Belakang dan Isu Perpecahan yang Muncul

Meski pemerintah Iran membantah, sejumlah laporan sebelumnya dari media seperti Iran International menyebut adanya ketegangan internal di antara pejabat tinggi Iran. Ketegangan ini dikabarkan terjadi antara Pezeshkian, Bagher Ghalibaf, serta komandan tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Ahmad Vahidi.

  • Pezeshkian diklaim pernah mengancam akan memecat Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi karena dianggap tidak mematuhi arahan dan lebih mengikuti Vahidi.
  • Araghchi disebut bertindak tanpa koordinasi dengan Pezeshkian dalam dua pekan terakhir dan hanya berkoordinasi dengan Vahidi.
  • Perbedaan pendapat antara Pezeshkian dan Vahidi sempat dilaporkan menjadi ketegangan serius dalam pemerintahan Iran.

Namun, klaim-klaim ini belum mendapat konfirmasi resmi dan terus menjadi spekulasi di tengah ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, bantahan tegas dari Presiden Pezeshkian dan Ketua Parlemen Iran terhadap klaim Donald Trump mencerminkan usaha pemerintah Iran untuk menunjukkan konsistensi dan kekuatan internal di tengah tekanan eksternal. Dalam konteks hubungan AS-Iran yang selama ini sarat dengan konflik dan ketidakpercayaan, narasi perpecahan internal bisa dimanfaatkan untuk melemahkan posisi Iran di mata dunia dan merusak stabilitas politik dalam negeri negara itu.

Namun, meski pemerintah menolak adanya kubu-kubu yang bertentangan, adanya laporan media independen tentang ketegangan di lingkaran kekuasaan Iran tidak bisa sepenuhnya diabaikan. Politik dalam negeri Iran memang kompleks dan berlapis, di mana pengaruh militer dan politik sipil kadang saling tarik menarik. Hal ini penting untuk terus dipantau karena bisa memengaruhi kebijakan luar negeri dan stabilitas regional di Timur Tengah.

Ke depan, publik dan pengamat internasional sebaiknya memperhatikan perkembangan hubungan internal Iran, terutama dampaknya terhadap dinamika negosiasi dengan Amerika Serikat dan negara lain. Informasi yang kredibel dan analisis mendalam akan sangat dibutuhkan untuk memahami realitas di balik klaim dan bantahan yang sering muncul di media.

Untuk informasi selengkapnya dan perkembangan terkini, kunjungi artikel lengkap di CNN Indonesia dan sumber berita terpercaya lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad