Sindikat Pembobolan Rumah Kosong Lintas Provinsi Eksis Sejak 2003, Sudah 16 Kali Beraksi
Suwardoyo, otak sindikat pembobolan rumah kosong lintas provinsi, bersama tiga tersangka lain berhasil diamankan oleh Polda Jawa Timur. Pria berusia 57 tahun asal Sidoarjo ini memiliki jam terbang tinggi dalam aksi kejahatan yang sudah berlangsung sejak 2003.
Kombespol Jules Abraham Abast, Kabidhumas Polda Jatim, didampingi Kanit III Jatanras AKP Muhammad Fauzi dan Iptu Ario Senopati Joyonegoro, mengungkapkan bahwa sindikat ini bukan hanya beraksi di satu wilayah saja, melainkan telah menyebar ke beberapa provinsi dengan total 16 kali pembobolan rumah kosong.
Profil Sindikat dan Anggota Pelaku
Menurut AKP Muhammad Fauzi, sindikat ini berjumlah tujuh orang, namun saat ini baru empat yang berhasil ditangkap. Dua pelaku lainnya telah diamankan oleh Satreskrim Polresta Sidoarjo, sementara satu pelaku berinisial HEN masih buron dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
"Yang pelaku lain ditangkap di Bali, sama Polresta Sidoarjo. 1 ini ada yang DPO, masih kami kejar," ujar Muhammad Fauzi.
Dari empat yang tertangkap, tiga di antaranya adalah residivis yang sudah berkali-kali berurusan dengan hukum, baik dalam kasus pencurian maupun narkotika. Misalnya, pelaku DJ pernah ditahan karena kasus penyalahgunaan narkotika dan pencurian motor, serta pelaku SWD yang sudah beberapa kali dipenjara terkait perampokan rumah.
"SWD ini pelaku veteran yang sudah melakukan pencurian spesialis rumah kosong sejak 2003. DJ juga residivis yang sudah aktif sejak 2015," jelas Fauzi.
Lokasi dan Pola Kejahatan
Komplotan ini melakukan aksinya di berbagai titik di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Di Jawa Timur, lokasi kejahatan tersebar di Kabupaten Sidoarjo, Pandaan, Pasuruan, Madiun, dan Gresik. Di Jawa Barat, mereka beraksi di Purwakarta. Sedangkan di Jawa Tengah, lokasi yang menjadi target antara lain Surakarta, Sragen, dan Solo.
Sepanjang tahun 2025 hingga 2026, sindikat ini paling aktif dengan total 16 TKP (Tempat Kejadian Perkara), terdiri dari 13 TKP di Jatim dan 3 TKP di Jateng.
- 16 kali pembobolan rumah kosong lintas provinsi
- Wilayah operasi: Jatim (Sidoarjo, Pandaan, Pasuruan, Madiun, Gresik), Jabar (Purwakarta), Jateng (Surakarta, Sragen, Solo)
- Pelaku utama residivis dengan kasus narkotika dan pencurian
- Satu pelaku masih DPO dan dalam pengejaran polisi
Penanganan dan Upaya Kepolisian
Polda Jawa Timur melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Satuan Jatanras terus mengintensifkan pengawasan dan penindakan terhadap sindikat ini. Motor hasil kejahatan yang berhasil disita juga telah dikembalikan kepada pemiliknya.
Selain itu, untuk mengantisipasi pembobolan rumah kosong, Polsek Mulyorejo di Surabaya memperkuat patroli dialogis dan sambang ke perumahan guna meningkatkan kewaspadaan warga.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, keberhasilan Polda Jatim mengungkap sindikat pembobolan rumah kosong yang sudah eksis selama lebih dari dua dekade menunjukkan tantangan besar dalam penanganan kejahatan lintas provinsi. Residivisme yang tinggi pada para pelaku menandakan lemahnya efek jera hukuman yang diberikan selama ini.
Lebih jauh, modus operandi sindikat yang menyasar rumah kosong di berbagai daerah juga mengindikasikan perlunya sinergi antar kepolisian daerah untuk melakukan patroli dan pengawasan yang lebih terpadu. Masyarakat pun harus lebih aktif dalam menjaga keamanan lingkungan, terutama di kawasan yang rawan ditinggal kosong dalam waktu lama.
Kedepannya, penting bagi aparat penegak hukum untuk tidak hanya fokus pada penangkapan, tetapi juga menggali akar permasalahan yang menyebabkan pelaku terus melakukan kejahatan, termasuk aspek rehabilitasi dan pemberdayaan sosial agar residivisme bisa ditekan.
Untuk informasi lengkap dan update terkait kasus ini, Anda dapat membaca laporan lengkapnya di Memorandum Disway dan berita kriminal terbaru dari Kompas.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0