Bupati Bandung Dorong Solusi Banjir dan Kemacetan Lewat Pembangunan Infrastruktur
Bupati Bandung Dadang Supriatna terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur sebagai solusi utama mengatasi banjir dan kemacetan yang menjadi persoalan kronis di Kabupaten Bandung. Langkah strategis ini diwujudkan melalui audiensi dengan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Dr. Ir. Roy Rizali Anwar, ST., M.T., di Jakarta awal Mei 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Bandung menegaskan pentingnya sinkronisasi program pembangunan pusat dan daerah agar infrastruktur yang dibangun dapat merata, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada peningkatan mobilitas serta pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Bandung. Ia menekankan bahwa pembangunan tidak boleh hanya terpusat di kawasan perkotaan, melainkan harus menjangkau seluruh wilayah hingga pelosok desa.
“Ini bagian dari ikhtiar kami menjemput bola ke pemerintah pusat agar pembangunan di Kabupaten Bandung berjalan lebih cepat, merata, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Dadang Supriatna, Rabu (6/5/2026).
Usulan Strategis Atasi Kemacetan dan Banjir
Dalam audiensi, Bupati Bandung menyampaikan sejumlah usulan strategis yang menyasar persoalan mendasar di daerahnya, mulai dari kemacetan lalu lintas, keterbatasan akses jalan, hingga peningkatan konektivitas antarwilayah. Beberapa usulan utama tersebut antara lain:
- Pembangunan Exit Tol Getaci (Segmen Tegalluar) sebagai penyambung jalur bebas hambatan.
- Penyediaan akses Tol Katapang untuk memperlancar distribusi dan mobilitas.
- Pembangunan Flyover di Bojongsoang dan Kopo guna mengurai titik kemacetan kritis.
- Optimalisasi akses tol melalui On/Off Ramp dan pembangunan Overpass di Tol Soroja (STA 1+950).
- Aktivasi Tol Gate KM 149 A Purbaleunyi menuju Cileunyi untuk mempercepat arus kendaraan.
- Pembangunan Jalan Lingkar Majalaya dan akses strategis Tol Soroja – Ciwidey – Cidaun untuk meningkatkan konektivitas wilayah.
- Rekonstruksi Jalan Rancaekek – Majalaya dan penataan perlintasan tidak sebidang jalur kereta api demi keselamatan pengguna jalan.
Usulan tersebut disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat yang mengalami dampak langsung dari kemacetan dan keterbatasan akses jalan, serta untuk memperlancar distribusi ekonomi dan meningkatkan keamanan lalu lintas.
Sinergi Pemerintah Daerah dan Pusat
Dadang Supriatna menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan pusat menjadi kunci utama percepatan realisasi pembangunan infrastruktur yang berdampak luas. Ia optimistis dengan dukungan penuh pemerintah pusat, berbagai persoalan infrastruktur seperti kemacetan dan akses jalan dapat ditangani secara bertahap dan terukur.
“Dengan dukungan pemerintah pusat, kami optimistis berbagai persoalan seperti kemacetan, akses jalan, hingga konektivitas wilayah bisa ditangani secara bertahap dan terukur,” tambahnya.
Menurut laporan RRI, percepatan pembangunan infrastruktur ini diharapkan mampu memberikan solusi jangka panjang terhadap banjir yang kerap melanda wilayah Kabupaten Bandung, salah satunya melalui pembangunan polder dan perbaikan drainase yang terintegrasi.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, inisiatif Bupati Bandung untuk menggalang dukungan dari pemerintah pusat merupakan langkah strategis yang sangat krusial di tengah tantangan pembangunan daerah yang kompleks. Masalah banjir dan kemacetan di Kabupaten Bandung bukan hanya soal teknis infrastruktur, melainkan juga terkait dengan tata ruang, pertumbuhan ekonomi, dan kualitas hidup masyarakat.
Langkah konkret seperti pembangunan exit tol, flyover, dan perbaikan akses jalan yang diusulkan Bupati menunjukkan pemahaman mendalam akan kebutuhan riil masyarakat serta potensi ekonomi daerah. Namun, yang perlu diperhatikan adalah keberlanjutan dan pengelolaan pasca pembangunan agar dampak positifnya benar-benar terasa. Misalnya, tanpa pengelolaan drainase yang matang, pembangunan jalan saja tidak cukup mencegah banjir.
Untuk itu, pembaca sebaiknya terus mengikuti perkembangan realisasi proyek ini dan bagaimana pemerintah daerah bersama pusat mengawal implementasinya. Inovasi dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan juga menjadi faktor pendukung keberhasilan solusi jangka panjang ini.
Secara keseluruhan, sinergi ini bisa menjadi game-changer dalam menyelesaikan persoalan banjir dan kemacetan yang sudah lama membelenggu Kabupaten Bandung, memperkuat basis ekonomi lokal, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0