Boeing Disebut Lalai dalam Kecelakaan Pesawat Ethiopian Airlines 2019 yang Tewaskan 157 Orang

May 7, 2026 - 09:36
 0  4
Boeing Disebut Lalai dalam Kecelakaan Pesawat Ethiopian Airlines 2019 yang Tewaskan 157 Orang

Kecelakaan tragis pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Ethiopian Airlines pada tahun 2019 yang menewaskan 157 orang kembali menjadi sorotan setelah pengadilan sipil federal Chicago mendengar tuduhan kelalaian dari produsen pesawat, Boeing. Keluarga korban menyebut Boeing lalai dalam memastikan keselamatan pesawat sehingga kecelakaan itu sebenarnya dapat dicegah.

Ad
Ad

Tuduhan Kelalaian Boeing dalam Kecelakaan Ethiopian Airlines

Dalam persidangan yang dimulai pada hari Senin, Shanin Specter, pengacara keluarga Samya Stumo—seorang korban asal Amerika—menegaskan kepada hakim bahwa Boeing tidak menjalankan kewajibannya secara benar.

"Boeing lalai, pesawat Boeing tidak aman, Boeing menyebabkan kecelakaan dan kematian ini,"

katanya, seperti dikutip dari AFP dan dimuat CNBC Indonesia (7/5/2026).

Menurut Specter, kecelakaan ini bukanlah sebuah musibah yang tak terelakkan, melainkan akibat dari kegagalan teknis dan pengabaian standar keselamatan oleh Boeing.

Gugatan Perdata Keluarga Korban dan Dampaknya

Sejak kecelakaan yang terjadi pada 2019 tersebut, sedikitnya 155 gugatan perdata diajukan oleh keluarga korban. Sebagian besar kasus telah diselesaikan di luar pengadilan, namun kasus Samya Stumo menjadi istimewa karena keluarganya tidak dapat mencapai kesepakatan dengan Boeing dan memilih melanjutkan ke persidangan.

Michael Stumo, ayah korban, menggambarkan bagaimana kehilangan putrinya membawa luka mendalam:

"Rasanya sejak dia pergi, kami tidak diizinkan untuk bahagia,"

sedangkan sang ibu, Nadia Milleron, menambahkan,

"Rasanya seperti organ-organ saya hancur di dalam tubuh saya. Kami pernah kehilangan Nels sebelumnya. Bagaimana mungkin kami kehilangan dua orang?"

Kesedihan keluarga Stumo juga menyoroti betapa besar dampak psikologis kecelakaan ini terhadap para korban yang ditinggalkan.

Latar Belakang Kecelakaan dan Keterlibatan Boeing

Kecelakaan Ethiopian Airlines ini terjadi hanya beberapa bulan setelah kecelakaan Lion Air di Indonesia yang juga melibatkan Boeing 737 MAX 8. Total korban dari kedua kecelakaan ini mencapai 346 jiwa. Penyebab utama kedua tragedi tersebut diidentifikasi terkait dengan perangkat lunak anti-stalling (MCAS) yang gagal berfungsi dengan baik, menyebabkan pilot kehilangan kendali atas pesawat.

Boeing sendiri telah mengakui keterlibatan perangkat lunak ini dalam kecelakaan, dan pengacara mereka, Dan Webb, menyatakan belasungkawa atas kejadian tersebut. Namun, Webb menegaskan bahwa perbedaan antara Boeing dan keluarga korban hanya terletak pada jumlah kompensasi yang harus dibayarkan.

"Kami setuju keluarga korban harus menerima kompensasi finansial yang signifikan atas kerugian yang mereka alami. Satu-satunya perbedaan pendapat adalah mengenai jumlah kompensasi yang tepat,"

ujarnya.

Konsekuensi dan Tantangan bagi Industri Penerbangan

Kecelakaan Boeing 737 MAX 8 menimbulkan dampak besar bagi reputasi Boeing dan keselamatan penerbangan global. Beberapa negara bahkan sempat melarang penggunaan tipe pesawat ini setelah kecelakaan tersebut. Perbaikan sistem dan pelatihan kembali pilot menjadi fokus utama untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.

  • Pengawasan regulator penerbangan diperketat.
  • Perbaikan teknologi dan perangkat lunak MCAS dilakukan oleh Boeing.
  • Peningkatan transparansi dan komunikasi antara produsen pesawat dan maskapai serta regulator.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, persidangan ini bukan hanya tentang menuntut keadilan bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi momentum penting bagi industri penerbangan untuk merefleksikan standar keselamatan yang selama ini diberlakukan. Boeing sebagai produsen pesawat terbesar di dunia harus bertanggung jawab penuh atas risiko yang timbul akibat kelalaian teknis dan manajerialnya.

Lebih jauh, kasus ini mengingatkan semua pihak bahwa keselamatan penerbangan tidak bisa dikompromikan demi efisiensi atau keuntungan bisnis. Kegagalan dalam memastikan aspek keselamatan dapat berujung pada tragedi yang merenggut banyak nyawa, seperti yang terjadi pada Ethiopian Airlines dan Lion Air. Masyarakat dan regulator dunia sekarang harus mengawasi ketat proses pengembangan teknologi penerbangan agar kejadian serupa tidak terulang.

Kedepannya, publik perlu mengamati bagaimana Boeing dan industri penerbangan global menanggapi tuntutan hukum ini dan melakukan perbaikan yang substansial. Kompensasi finansial memang penting, tetapi yang tak kalah krusial adalah memastikan kepercayaan masyarakat terhadap keselamatan penerbangan dapat pulih sepenuhnya.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa membaca laporan lengkapnya di CNBC Indonesia serta mengikuti perkembangan terbaru di media terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad