KPK Gelar Audiensi dengan Kemensos Bahas Polemik Pengadaan Sekolah Rakyat

May 7, 2026 - 12:40
 0  5
KPK Gelar Audiensi dengan Kemensos Bahas Polemik Pengadaan Sekolah Rakyat

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan menggelar audiensi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) pada Jumat, 8 Mei 2025 untuk membahas polemik pengadaan dalam program Sekolah Rakyat. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya klarifikasi sekaligus evaluasi proses pengadaan yang tengah menjadi perhatian publik.

Ad
Ad

Audiensi KPK dan Kemensos: Langkah Transparansi Pengadaan Sekolah Rakyat

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa audiensi tersebut akan berlangsung pada pagi hari di kantor KPK dan melibatkan pimpinan serta pihak terkait dari Kemensos. Menurut Budi, pertemuan tersebut menjadi momen penting untuk membahas secara terbuka segala dinamika terkait pengadaan barang dan jasa dalam program Sekolah Rakyat.

"Untuk audiensi bersama Kementerian Sosial, dijadwalkan besok Jumat," ujar Budi Prasetyo saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis pada Kamis (7/5).

Gus Ipul Siap Laporkan Proses Pengadaan dan Tanggapi Isu Mark Up

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, menyatakan kesiapannya untuk melaporkan seluruh proses pengadaan di Kemensos kepada pimpinan KPK. Ia menegaskan kementeriannya terbuka terhadap audit dan pemeriksaan sebagai upaya memastikan tidak adanya penyimpangan.

"Kami amat sangat terbuka untuk diaudit diperiksa sebagai bagian dari upaya kita untuk tidak adanya penyimpangan dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kementerian Sosial,"

Gus Ipul memandang audiensi ini sebagai kesempatan evaluasi menjelang proses pengadaan tahun anggaran 2026, sekaligus membantah keras isu mark up harga sepatu siswa yang sempat viral di media sosial.

"Itu fitnah, hoaks,"

tegas Gus Ipul saat konferensi pers di kantor Kemensos pada Selasa (5/5), seraya menegaskan bahwa narasi tersebut adalah informasi bohong dan merugikan reputasi program Sekolah Rakyat.

Program Sekolah Rakyat dan Kontroversi Pengadaan

Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran, dengan Kemensos sebagai leading sector. Program ini bertujuan memberikan fasilitas pendidikan yang lebih merata dan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu.

Namun, pengadaan barang dan jasa dalam program ini sempat menjadi sorotan publik setelah beredar kabar adanya dugaan mark up harga sepatu siswa, yang kemudian dibantah oleh Gus Ipul. Isu ini memicu spekulasi dan kritik, sehingga KPK mengambil langkah menggelar audiensi untuk mengklarifikasi dan mengawal transparansi pengadaan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, audiensi antara KPK dan Kemensos ini menjadi momentum penting dalam menjaga integritas program pemerintah yang berfokus pada pendidikan dan kesejahteraan sosial. Polemik pengadaan yang sempat viral dapat berdampak negatif jika tidak segera direspons dengan transparansi dan akuntabilitas yang jelas.

Langkah Gus Ipul yang terbuka untuk diaudit dan melaporkan proses pengadaan kepada KPK merupakan sinyal positif bahwa Kemensos serius menghindari praktik-praktik korupsi dan penyimpangan. Namun, publik tetap harus mengawasi hasil audiensi ini dan menuntut keterbukaan informasi agar kepercayaan masyarakat terhadap program Sekolah Rakyat tetap terjaga.

Ke depan, KPK diharapkan tidak hanya menjadi pengawas, tetapi juga mitra strategis kementerian dalam menjalankan proses pengadaan yang bersih dan efisien. Ini akan menjadi contoh bagi instansi lain dalam mengelola anggaran negara secara transparan dan akuntabel.

Untuk informasi lebih lengkap dan update perkembangan audiensi ini, pembaca dapat mengakses sumber asli berita di CNN Indonesia serta mengikuti berita terkini melalui portal berita terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad