Kemensos Terima Laporan Praktik Tak Manusiawi di 20.000 Panti Sosial, Siapkan Langkah Penertiban

Feb 28, 2026 - 16:56
 0  6
Kemensos Terima Laporan Praktik Tak Manusiawi di 20.000 Panti Sosial, Siapkan Langkah Penertiban

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menerima laporan serius dari aktivis Himpunan Jiwa Sehat terkait dugaan praktik tidak manusiawi di sekitar 20.000 panti sosial di Indonesia. Laporan ini mencakup perlakuan buruk terhadap penyandang disabilitas mental, termasuk praktik pemasungan yang masih terjadi di banyak panti sosial.

Ad
Ad

Temuan Praktik Tak Manusiawi di Panti Sosial

Yenny Rosa Damayanti, aktivis dari Himpunan Jiwa Sehat, mendatangi kantor Kemensos bersama sejumlah korban yang tergolong sebagai "the invisible people" atau kelompok rentan yang selama ini tidak mendapatkan perhatian memadai dari publik. Dalam pertemuan yang berlangsung pada Jumat (27/2/2026), Yenny memaparkan bahwa hampir 20.000 panti sosial, mayoritas berada di Pulau Jawa, terindikasi melakukan praktik yang sangat tidak manusiawi.

"Di sejumlah tempat, kami menemukan penghuni panti dipasung dan dirantai. Kondisi makanannya tidak layak, dan ada yang hanya dimandikan sebulan sekali bahkan menggunakan sabun deterjen," ungkap Yenny. Kondisi ini sangat ironis mengingat panti sosial seharusnya menjadi tempat pemulihan dan perlindungan, bukan tempat penderitaan bagi para penghuninya.

Pungutan Biaya dan Layanan yang Tidak Memadai

Selain perlakuan kasar, ditemukan pula praktik pungutan biaya bulanan kepada keluarga penghuni panti yang berkisar antara Rp250.000 hingga Rp2.500.000. Ironisnya, biaya tersebut dipungut meskipun layanan yang diberikan jauh dari standar yang seharusnya diterima oleh para penyandang disabilitas mental.

"Sebagian panti sosial tetap menarik bayaran, tapi perlakuannya jauh dari manusiawi," tambah Yenny yang dikutip dari laman resmi Kemensos.

Sejarah Laporan dan Harapan Langkah Nyata

Yenny menuturkan bahwa laporan terkait praktik tersebut telah disampaikan ke pihak berwenang sejak tahun 2016, namun hingga kini belum ada respons dan tindakan yang memadai. Oleh karena itu, kunjungannya ke Kemensos kali ini sekaligus menjadi harapan adanya langkah nyata untuk memperbaiki kondisi tersebut.

"Kami sudah berkali-kali melaporkan sejak 2016. Harapan kami, sekarang ada langkah nyata," tegas Yenny.

Respons Kemensos dan Rencana Penertiban

Menteri Sosial Gus Ipul menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan ini dengan serius. Kemensos akan mengambil empat langkah strategis untuk melakukan penertiban dan memastikan perlakuan manusiawi bagi para penyandang disabilitas mental di panti sosial.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menghapus praktik pemasungan dan memperbaiki standar pelayanan di seluruh panti sosial yang ada di Indonesia. Gus Ipul juga menegaskan pentingnya koordinasi dengan berbagai pihak terkait agar reformasi ini berjalan efektif dan berkelanjutan.

Kejadian ini menjadi perhatian nasional yang mendesak untuk segera diatasi. Masyarakat dan pemangku kepentingan diharapkan terus memantau perkembangan penanganan kasus ini agar hak-hak penyandang disabilitas mental dihormati dan dilindungi secara penuh.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad