Jatim Perkuat Bantalan Sosial dan Dorong Kerja Sama Dagang dengan Timor Leste
Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) mengambil langkah strategis dengan memperkuat bantalan sosial domestik sekaligus mempererat kerja sama ekonomi internasional, khususnya dengan Timor Leste. Upaya ini bertujuan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat rentan sekaligus memperluas pasar produk lokal ke negara tetangga.
Penguatan Bantalan Sosial untuk Kelompok Rentan di Jatim
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan penyaluran bantuan sosial di Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu (28/2/2026). Kegiatan ini meliputi distribusi beras SPHP, paket telur ayam, serta zakat produktif untuk pelaku usaha kecil di kecamatan Kalibaru dan Glenmore.
Bantuan tersebut difokuskan pada kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan anak-anak. Tujuannya adalah memastikan mereka mendapatkan asupan gizi protein dan karbohidrat yang cukup selama bulan Ramadhan.
"Lansia dan anak-anak harus mendapat perhatian khusus melalui bantalan sosial agar mereka memiliki ketahanan asupan di tengah dinamika harga pangan," ujar Khofifah.
Selain bantuan langsung, Pemprov Jatim juga mengalokasikan dana untuk penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Desa Berdaya guna meningkatkan ekonomi akar rumput.
Perluasan Kerja Sama Dagang dengan Timor Leste
Di sisi lain, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur terus memperluas jaringan bisnis internasional dengan memperkuat kerja sama strategis bersama Timor Leste. Sampai Oktober 2025, neraca perdagangan antara Jatim dan Timor Leste mencatat surplus sebesar 238,29 juta dolar AS.
Wakil Ketua Umum Kadin Jatim, Tommy Kayhatu, menegaskan bahwa Jawa Timur menjadi mitra strategis utama Timor Leste karena kedekatan geografis dan kesesuaian produk ekspor seperti bahan bangunan, makanan, dan obat-obatan.
Kerja sama kini merambah sektor yang lebih spesifik, seperti pendampingan UMKM dan investasi berkelanjutan. Asisten Atase Industri dan Perdagangan Timor Leste, Ricardo de Araujo, menyampaikan bahwa negaranya membutuhkan dukungan Jatim dalam pengembangan industri kerajinan tenun, makanan ringan, serta layanan purna jual alat berat.
Selain itu, terdapat peluang investasi besar di sektor pengelolaan sampah dan daur ulang, mengingat Timor Leste belum memiliki sistem pemilahan sampah terpadu.
Strategi Komprehensif untuk Stabilitas Ekonomi Regional
Integrasi antara program bantuan sosial di Banyuwangi dan penguatan ekspor ke Timor Leste mencerminkan strategi komprehensif Jawa Timur dalam pembangunan ekonomi. Pemerintah berupaya memastikan masyarakat rentan tetap berdaya dan pelaku usaha dimotivasi untuk mengisi kebutuhan pembangunan di negara tetangga.
Sinergi ini diharapkan tidak hanya menciptakan stabilitas ekonomi regional, tetapi juga memperkokoh posisi Jawa Timur sebagai pusat logistik dan industri yang saling menguntungkan di kawasan Asia Tenggara.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan para pemangku kepentingan terus memantau perkembangan kerja sama ini, berkomitmen untuk memperluas manfaat sosial dan ekonomi yang berkelanjutan di masa depan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0