Banjir Jakarta Pagi Ini: 75 RT dan 19 Jalan Terendam Dampak Hujan Deras
Banjir Jakarta pagi ini melanda sejumlah wilayah setelah hujan deras mengguyur sejak malam sebelumnya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat ada 75 Rukun Tetangga (RT) dan 19 ruas jalan yang terendam banjir hingga pukul 08.00 WIB, Minggu (8/3/2026).
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyampaikan data tersebut dalam keterangan resmi. Ia juga mengungkapkan bahwa ketinggian banjir di beberapa titik bahkan mencapai 1,7 meter, menunjukkan kondisi yang cukup parah di sejumlah kawasan.
"BPBD mencatat saat ini terdapat 75 RT dan 19 Jalan tergenang," ujar Isnawa Adji.
Wilayah Terendam Banjir di Jakarta Barat, Selatan, dan Timur
Menurut data BPBD, banjir tersebar di beberapa wilayah Jakarta dengan rincian sebagai berikut:
- Jakarta Barat: 22 RT terdampak, dengan ketinggian air bervariasi antara 20 cm hingga 100 cm. Kawasan terdampak antara lain Kelurahan Kedaung Kali Angke, Kedoya Selatan, Kedoya Utara, Sukabumi Selatan, Joglo, dan Kembangan Selatan/Utara. Penyebab utama banjir di wilayah ini adalah curah hujan tinggi dan luapan Kali Bendungan Kali Pelopor.
- Jakarta Selatan: 22 RT terendam. Kelurahan Cipete Utara dan Pela Mampang mencatat ketinggian banjir tertinggi mencapai 170 cm, akibat curah hujan tinggi dan luapan beberapa sungai seperti Kali Krukut dan Kali Mampang. Kelurahan Petogogan terdampak 12 RT dengan banjir setinggi 20 cm.
- Jakarta Timur: 31 RT terdampak terutama di Kelurahan Halim Kampung Melayu dan Halim Perdana Kusuma dengan ketinggian banjir antara 25 cm hingga 130 cm, juga disebabkan oleh curah hujan tinggi.
19 Jalan di Jakarta Terendam, Aktivitas Warga Terganggu
Selain wilayah pemukiman, sejumlah ruas jalan utama di Jakarta juga mengalami genangan air, mengganggu mobilitas warga dan aktivitas transportasi. Berikut adalah daftar jalan yang terendam:
- Jl. Srengseng Raya, Kelurahan Srengseng
- Jl. Daan Mogot, KM 13, Kelurahan Rawa Buaya
- Jl. Perumahan Green Garden (MCD), Kelurahan Kedoya Utara
- Jl. Meruya Selatan, Kelurahan Meruya Selatan
- Jl. Daan Mogot (Depan Victoria), Kelurahan Cengkareng Timur
- Jl. Daan Mogot Halte Taman Kota, Kelurahan Kedaung Kali Angke
- Jl. Kapten Pierre Tendean, Kelurahan Kuningan Barat
- Jl. Cileduk Raya (Seskoal), Kelurahan Cipulir
- Jl. Cileduk Raya (Kolong ITC), Kelurahan Cipulir
- Jl. Cileduk Raya (Pom Bensin Shell), Kelurahan Ulujami
- Jl. Bintaro Permai Raya (H. Gari), Kelurahan Pesanggrahan
- Jl. Beo, Kelurahan Pesanggrahan
- Jl. Swadarma Raya, Kelurahan Ulujami
- Jl. Puri Kembangan (Depan Sekolah SMK Budi Murni), Kelurahan Kedoya Selatan
- Jl. Kramat Raya, Kelurahan Tugu Utara
- Jl. Rawa Indah RT 003 RW 003, Kelurahan Pegangsaan Dua
- Jalan Karet Pasar Baru Barat I Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat
- Jalan Petamburan II, Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat
- Jalan Bendungan Hilir, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Langkah Penanganan BPBD dan Koordinasi dengan Stakeholder
BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan secara intensif. Selain itu, badan ini juga berkoordinasi dengan berbagai stakeholder terkait untuk melakukan penyedotan air dan memastikan fungsi tali-tali air berjalan optimal agar genangan cepat surut.
Upaya ini penting untuk mengurangi dampak banjir yang bisa mengganggu aktivitas warga dan menyebabkan kerusakan pada infrastruktur.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, banjir yang melanda Jakarta pagi ini bukan hanya masalah cuaca semata, tetapi juga mencerminkan tantangan serius dalam pengelolaan tata ruang dan drainase ibukota. Curah hujan tinggi yang terjadi secara berulang menguji kapasitas sistem drainase dan sungai-sungai di Jakarta yang selama ini kerap mengalami penyempitan dan pendangkalan.
Selain itu, luapan sungai seperti Kali Pelopor, Kali Krukut, dan Kali Mampang menandakan perlunya penanganan sungai secara menyeluruh, termasuk revitalisasi dan normalisasi yang berkelanjutan. Jika tidak, bencana banjir akan terus berulang dan berdampak lebih besar pada ekonomi dan kesehatan masyarakat.
Ke depan, pemerintah dan masyarakat harus lebih fokus pada penguatan sistem peringatan dini, perbaikan infrastruktur drainase, dan edukasi kesiapsiagaan bencana. Warga juga perlu waspada dan memantau informasi resmi agar dapat mengambil langkah cepat saat banjir terjadi.
Terus ikuti update kondisi terkini dari BPBD dan otoritas terkait agar tetap aman dan terinformasi dengan baik.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0