Banjir Rob di Tunggulsari Pati Bertahan Sebulan, Warga Keluhkan Gatal-gatal dan Susah Tidur
Banjir rob yang melanda Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati telah berlangsung selama lebih dari sebulan dan belum menunjukkan tanda-tanda surut. Kondisi ini menyebabkan banyak warga mengalami keluhan kesehatan dan kesulitan beraktivitas karena rumah dan lingkungan mereka terus terendam air pasang laut.
Menurut pantauan pada Senin, 22 Juni 2026 pukul 17.00 WIB, genangan air rob masih terlihat merendam jalan permukiman dan sebagian besar rumah warga. Salah satu warga setempat, Suparno (60 tahun), mengungkapkan rasa gelisahnya karena air rob yang terus masuk ke rumah membuatnya sulit beristirahat.
"Airnya kayak gini susah juga, kalau bisa pemerintah mengutamakan lah, agar warga tidak gelisah, mau tidur tidak bisa," ujar Suparno saat ditemui di lokasi.
Suparno menjelaskan bahwa air rob biasanya mulai naik dari pukul 10.00-11.00 WIB hingga sore hari, dan kondisi ini sudah berlangsung selama sebulan terakhir. Setiap kali air laut pasang, rumahnya pasti kemasukan air rob.
Keluhan kesehatan yang dialami warga juga mencakup gatal-gatal dan demam ringan (meriang) akibat lingkungan yang lembap dan basah terus-menerus. Suparno bahkan mengaku kelelahan karena harus terus-menerus membersihkan rumah yang terkena genangan air.
"Capek, sakit gatal-gatal, sama lelah bukan main, gara-gara membersihkan sisa banjir ini, pagi dibersihkan siang datang lagi. Malam di rumah masih basah," ungkapnya.
Warga lain, Wahono, juga mengalami kondisi serupa. Meskipun dalam keadaan sakit selama sembilan bulan terakhir, ia tetap harus bertahan di rumah yang terendam rob.
"Sakit sudah 9 bulan, tidur di atas tempat tidur, kalau banjir rob bertahan di rumah. Ditambah sakit meriang kalau ada banjir terus begini," tuturnya.
Bantuan dan Tanggapan Pemerintah Desa
Kepala Desa Tunggulsari, Setyo Wahyudi, mengakui adanya beberapa warga, terutama lansia, yang masih bertahan di rumah meski terdampak banjir rob dan mengalami gangguan kesehatan. Pemerintah desa telah memberikan bantuan logistik kepada warga yang paling terdampak demi meringankan beban mereka.
"Kita menyalurkan bantuan paket logistik dari pemerintah Jateng dan Pemkab Pati kepada 36 rumah warga yang terdampak parah," kata Setyo.
Menurut Setyo, meski pada beberapa hari terakhir genangan air mulai surut dan tidak setinggi puncaknya, permukiman di beberapa RT seperti RT 5 masih masih tergenang banjir rob hingga sore hari.
"Sampai sore ini sudah mulai surut, tidak sebesar beberapa hari lalu. Tapi pasang merendam wilayah permukiman RT 5 dan beberapa rumah kemasukan banjir rob, badan jalan kebanjiran sampai sore ini," jelasnya.
Faktor dan Dampak Banjir Rob di Tunggulsari
Banjir rob merupakan fenomena naiknya air laut yang merendam daratan rendah di pesisir. Di Desa Tunggulsari, kondisi ini diperparah oleh faktor geografis dan kemungkinan perubahan iklim yang menyebabkan pasang laut lebih tinggi dari biasanya.
Dampak jangka panjang banjir rob yang tidak segera teratasi termasuk kerusakan pada struktur rumah, gangguan kesehatan warga, serta dampak sosial ekonomi seperti terganggunya aktivitas sehari-hari dan potensi penurunan kualitas hidup.
- Keluhan utama warga: gatal-gatal, meriang, kesulitan tidur, dan kelelahan fisik karena harus terus membersihkan rumah.
- Durasi genangan: setiap hari dari pagi hingga sore selama satu bulan.
- Bantuan: paket logistik dari pemerintah provinsi dan kabupaten.
- Wilayah terdampak: permukiman RT 5 dan sekitarnya di Desa Tunggulsari.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, kondisi banjir rob yang terus-menerus merendam Desa Tunggulsari selama sebulan ini merupakan alarm penting bahwa penanganan banjir rob di daerah pesisir belum optimal. Keluhan warga yang mengalami gangguan kesehatan dan kesulitan tidur menunjukkan bahwa dampak banjir bukan sekadar masalah fisik semata, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah sosial dan psikologis yang serius.
Pemerintah daerah dan pusat perlu segera melakukan langkah-langkah strategis yang lebih komprehensif, seperti pembangunan tanggul atau sistem drainase yang efektif, serta program mitigasi bencana yang melibatkan partisipasi masyarakat. Selain itu, bantuan logistik harus diiringi dengan dukungan medis dan edukasi kesehatan agar warga dapat meminimalkan risiko penyakit akibat banjir.
Ke depan, perhatian terhadap perubahan iklim dan kenaikan permukaan laut harus menjadi bagian dari kebijakan pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir. Warga dan pemerintah harus bersama-sama mencari solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terus berulang, yang jika dibiarkan dapat memperburuk kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Untuk informasi terbaru mengenai perkembangan banjir rob di Pati, masyarakat diimbau untuk terus mengikuti berita melalui sumber resmi seperti detikJateng dan media terpercaya lainnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0