SpaceX Teken Kesepakatan Komputasi Rp90 Triliun dengan Startup AI Open-Source Reflection

Jun 22, 2026 - 23:40
 0  4
SpaceX Teken Kesepakatan Komputasi Rp90 Triliun dengan Startup AI Open-Source Reflection

SpaceX baru-baru ini menandatangani kesepakatan besar terkait penyediaan daya komputasi dengan Reflection AI, sebuah startup kecerdasan buatan (AI) open-source. Kesepakatan ini memberikan Reflection akses ke chip Nvidia GB300 di pusat data Colossus 2 milik Elon Musk, yang berlokasi di Memphis, Tennessee.

Ad
Ad

Berdasarkan perjanjian tersebut, Reflection akan membayar SpaceX US$150 juta per bulan mulai 1 Juli 2026 hingga 2029. Jika kontrak tersebut berjalan penuh selama tiga tahun, total pembayaran akan mencapai sekitar US$6,3 miliar atau setara dengan sekitar Rp90 triliun.

Perjanjian ini menandai bagaimana SpaceX mengubah Colossus menjadi platform komputasi komersial yang mampu melayani kebutuhan berbagai perusahaan AI. Sebelumnya, SpaceX juga telah menjalin kerja sama serupa dengan Anthropic, Google, dan Cursor, bahkan tengah dalam proses akuisisi Cursor.

Colossus: "Gigafactory of Compute" untuk AI

Colossus adalah superkomputer milik Elon Musk yang digadang sebagai "gigafactory of compute". Pusat data ini awalnya dibuat untuk mendukung Grok, chatbot AI milik Musk yang menjadi pesaing ChatGPT. Namun, kini SpaceX memanfaatkan infrastruktur tersebut untuk menjual kapasitas daya komputasi kepada perusahaan AI lain, termasuk Reflection AI.

Reflection mendapatkan akses langsung ke chip Nvidia GB300, yang merupakan chip terdepan dalam industri untuk melatih dan menjalankan model AI tingkat lanjut. Kontrak ini juga menyatakan bahwa kedua pihak dapat mengakhiri perjanjian dengan pemberitahuan 90 hari setelah tiga bulan pertama berjalan.

Signifikansi Kesepakatan untuk AI Open-Source

Reflection AI merupakan startup yang berfokus pada pengembangan model AI open-source. Dengan nilai valuasi sekitar US$25 miliar, perusahaan ini berambisi menciptakan model AI terbuka yang mampu bersaing dengan sistem frontier dari OpenAI, Anthropic, dan Google. Mereka juga menawarkan fleksibilitas lebih besar bagi pemerintah dan perusahaan dibandingkan dengan sistem AI tertutup.

"Peristiwa terakhir menyoroti betapa pentingnya open source dalam ekosistem AI, dengan semakin banyak negara dan perusahaan menyadari risiko dan biaya yang terkait dengan ketergantungan eksklusif pada model tertutup,"
ujar juru bicara Reflection.

Kesepakatan dengan SpaceX memberikan Reflection kapasitas komputasi tambahan yang sangat dibutuhkan untuk mempercepat pengembangan apa yang mereka sebut sebagai "kecerdasan terbuka Amerika". Meskipun belum merilis model open-source frontier secara publik, Reflection telah memperkuat posisinya dengan melayani pelanggan pemerintah dan keamanan nasional, termasuk bekerja sama dengan Departemen Energi AS melalui proyek Genesis Mission dan berkontribusi dalam upaya AI Pentagon.

SpaceX Memperkuat Posisi di Pasar Infrastruktur AI

Bagi SpaceX, perjanjian ini menegaskan bahwa daya komputasi telah menjadi komoditas strategis dalam persaingan AI saat ini. Akses terhadap chip Nvidia canggih masih menjadi salah satu kendala utama bagi perusahaan yang ingin melatih dan menjalankan model AI frontier. Dengan membuka Colossus untuk pelanggan eksternal, SpaceX bersaing dengan penyedia cloud dan perusahaan infrastruktur AI lainnya dalam menjual kapasitas GPU yang terbatas.

Selain itu, kesepakatan ini memberikan SpaceX alasan kuat untuk mengembangkan narasi mereka di bidang AI dan layanan komputasi, memperluas bisnisnya di luar roket dan satelit Starlink. Para investor pun mulai mengamati apakah SpaceX dapat sukses menembus sektor data center dan layanan komputasi AI.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kesepakatan antara SpaceX dan Reflection AI bukan sekadar transaksi bisnis besar, melainkan refleksi dari transformasi strategis di industri teknologi. SpaceX, yang selama ini dikenal sebagai perusahaan aerospace dan satelit, kini menegaskan posisi sebagai pemain utama infrastruktur AI dengan mengkomersialkan pusat data Colossus-nya.

Hal ini memberi peluang bagi startup AI open-source seperti Reflection untuk mendapatkan akses ke teknologi komputasi mutakhir yang sebelumnya didominasi oleh raksasa AI tertutup. Di tengah meningkatnya kekhawatiran akan ketergantungan pada model AI tertutup yang tidak dapat diaudit, langkah Reflection dan SpaceX bisa menjadi katalisator bagi ekosistem AI yang lebih terbuka dan transparan.

Ke depan, publik dan pelaku industri perlu mengamati apakah kolaborasi ini dapat mempercepat inovasi AI yang lebih inklusif dan aman. Selain itu, langkah SpaceX membuka kapasitas komputasi ke pihak ketiga dapat menggeser dinamika pasar layanan cloud dan AI, memberikan alternatif baru yang kompetitif.

Untuk perkembangan terbaru dan analisis mendalam lainnya, kunjungi berita asli di CNBC dan pantau terus tren industri AI yang terus berubah dengan cepat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad