Diet Saat Puasa: Plt Direktur RSUD Smart Pamekasan Ingatkan Pentingnya Kalori Buka dan Sahur
Menjalankan program diet saat puasa memang menantang, namun bukan tidak mungkin dilakukan. Plt Direktur RSUD Smart Pamekasan, dr. Syaiful Hidayat, mengingatkan pentingnya mengatur asupan kalori dengan cermat saat sahur dan berbuka puasa agar diet tetap efektif dan tubuh tetap sehat selama Ramadan.
Atur Asupan Kalori saat Sahur dan Berbuka
Menurut dr. Syaiful Hidayat, menjaga keseimbangan kalori adalah kunci keberhasilan diet saat berpuasa. Meski menjalankan diet, sahur tidak boleh dilewatkan. Namun, komposisi makanan saat sahur harus diperhatikan dengan seksama.
"Diet ini sebenarnya mengatur output dan input. Dia tetap sahur, tapi harus kurangi karbohidrat dan perbanyak mengonsumsi yang tinggi serat. Diet itu prinsipnya mengurangi karbohidrat," jelasnya pada Rabu (11/3/2026).
Dia menekankan agar memperbanyak konsumsi makanan tinggi serat dan protein saat sahur, sekaligus mengurangi asupan karbohidrat berlebih. Ini membantu menjaga energi sepanjang hari tanpa merusak target penurunan berat badan.
Tips Berbuka Puasa untuk yang Sedang Diet
Selain sahur, pola makan saat berbuka juga tak kalah penting. Dr. Syaiful menyarankan agar tidak langsung mengonsumsi makanan berat atau tinggi karbohidrat dan gula saat berbuka, terutama bagi yang menjalankan program diet.
- Mulailah berbuka dengan air putih dan kurma, yang memberikan energi instan tanpa berlebihan kalori.
- Berikan jeda sekitar 1-2 jam sebelum mengonsumsi makanan utama.
- Perhatikan porsi dan kandungan kalori makanan saat makan malam agar tidak berlebihan.
Dia mengingatkan, meskipun telah berpuasa seharian, bukan berarti porsi makan saat berbuka harus besar. Pengaturan kalori yang tepat selama buka dan sahur sangat vital untuk menjaga keseimbangan energi dan keberhasilan diet.
Pentingnya Pengaturan Nutrisi Selama Ramadan
Dr. Syaiful menegaskan bahwa pengaturan jenis dan porsi makanan yang tepat sangat penting agar diet bisa tetap berjalan lancar selama berpuasa. Dengan memperhatikan kandungan kalori dan nutrisi, tubuh tetap mendapatkan asupan yang cukup tanpa mengganggu tujuan menurunkan atau menjaga berat badan.
Ringkasan anjuran dr. Syaiful untuk diet saat puasa:
- Jangan melewatkan sahur, tapi pilih makanan tinggi serat dan protein.
- Kurangi konsumsi karbohidrat berlebih, terutama karbohidrat sederhana.
- Berbuka dengan makanan ringan seperti air putih dan kurma terlebih dahulu.
- Tunggu 1-2 jam sebelum makan makanan utama dengan porsi dan kalori yang terukur.
- Perhatikan total kalori gabungan antara sahur dan buka agar tetap seimbang.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, pengingat dari dr. Syaiful Hidayat ini sangat relevan mengingat banyak masyarakat yang menggunakan momentum Ramadan untuk memperbaiki pola makan dan menurunkan berat badan. Namun, tanpa pemahaman yang tepat tentang gizi dan kalori, program diet selama puasa bisa berbalik merugikan kesehatan.
Seringkali orang tergoda untuk langsung makan banyak saat berbuka setelah seharian berpuasa, yang dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan berat badan naik kembali. Dengan menerapkan prinsip pengaturan kalori dan nutrisi yang disampaikan, diet jadi lebih terarah dan aman bagi kesehatan.
Ke depan, edukasi lebih intensif tentang nutrisi selama Ramadan sangat dibutuhkan, terutama untuk masyarakat yang memiliki kondisi kesehatan khusus seperti diabetes atau gangguan pencernaan. Pemerintah dan tenaga kesehatan dapat berperan aktif memberikan panduan diet sehat selama puasa yang mudah dipahami dan diterapkan.
Dengan demikian, puasa tidak hanya menjadi ibadah spiritual tapi juga momentum untuk hidup lebih sehat dan seimbang.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0