Longsor di Benhil: Nasib Rumah dan Kos Setelah Ambruk Akibat Abrasi Sungai
Peristiwa longsor di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat pada Jumat, 26 Juni 2026, menimbulkan kerusakan parah pada sejumlah rumah dan bangunan kos-kosan di lokasi tersebut. Insiden ini terjadi karena abrasi sungai Banjir Kanal Barat (BKB) yang menggerus tanah di bantaran kali hingga menyebabkan rumah-rumah di pinggir kali tersebut ambruk dan sebagian bangunan kos rusak parah.
Penyebab dan Kronologi Longsor di Bendungan Hilir
Berdasarkan informasi resmi dari aparat kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, tanah longsor ini berawal dari abrasi sungai BKB yang terus mengikis tanah di bantaran kali. Kondisi ini membuat fondasi rumah dan bangunan kos di pinggir kali melemah secara drastis.
"Retak di bagian tembok/dinding dan retak di bagian lantai rumah setiap hari makin melebar, sehingga pada 26 Juni 2026 sekitar pukul 05.48 WIB rumah tersebut ambruk atau tanah longsor," ujar Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo.
Sejumlah saksi menuturkan bahwa sejak Kamis, 18 Juni 2026, bangunan sudah menunjukkan tanda-tanda keretakan yang semakin melebar hingga akhirnya ambruk pada pagi hari tanggal 26 Juni.
Kerusakan Bangunan dan Kondisi Terkini
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa rumah yang ambruk berada di Jalan Administrasi Negara I, RT 01 RW 07, Kelurahan Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang. Selain rumah tersebut, bangunan kos-kosan di sebelahnya juga mengalami kerusakan serius, terutama pada dua kamar di lantai atas dan bawah serta kamar mandi yang ikut terdampak longsor.
- Beberapa ruangan kos-kosan hancur dan tidak dapat digunakan.
- Dua kamar kos dan lahan parkir ikut turun akibat longsor.
- Tembok pembatas di belakang bangunan juga ambrol.
Keponakan pemilik kos, Irsyad (25), menyampaikan bahwa penghuni kos sudah dipindahkan dan bangunan dikosongkan, namun akan tetap ada penjaga yang tinggal di sana.
Langkah Pemerintah dan Rencana Perbaikan
Pemerintah melalui Suku Dinas (Sudin) Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat telah melakukan langkah pencegahan dengan memasang kayu dan bronjong untuk mengantisipasi longsor lanjutan. Petugas juga melakukan pengerukan dan pengurukan menggunakan bebatuan untuk memperkuat turap di kawasan terdampak.
"Sudah ada pergerakan kalau misalkan ditanami kayu-kayu tersebut, terus juga diuruk dengan bebatuan," jelas Irsyad.
Ali Nugroho (43), anak pemilik rumah yang ambruk, mengungkapkan bahwa proses perbaikan akan berlangsung cukup lama. Awalnya, perbaikan turap dan pengerukan akan dilakukan oleh Sudin SDA, kemudian bangunan rumah akan dibangun kembali dengan target selesai pada akhir tahun 2026.
Proses Pemulihan dan Harapan Warga
Ali menyatakan, "Pertama mungkin dari Sudin (SDA) perbaikan dari turap, nanti pengerukan rata. Habis itu (rumah) dibangun." Ini menunjukkan bahwa ada koordinasi intensif antara pemilik properti dan pemerintah dalam penanganan bencana ini.
Sementara itu, untuk bangunan kos-kosan, pemilik dan penghuni sudah pindah ke tempat lain demi keamanan, walaupun beberapa masih menjaga agar bangunan tidak sepenuhnya kosong.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, kejadian longsor di Bendungan Hilir ini menjadi peringatan serius terkait pengelolaan kawasan bantaran sungai di wilayah Jakarta Pusat. Abrasi yang menyebabkan longsor ini menunjukkan bahwa perlunya pengawasan dan perawatan turap serta sistem drainase yang lebih optimal untuk mencegah kerusakan properti yang bisa berujung pada kehilangan tempat tinggal dan gangguan sosial bagi masyarakat.
Selain itu, proses perbaikan yang diperkirakan selesai akhir tahun 2026 ini harus diawasi ketat agar tidak terjadi penundaan yang berlarut-larut. Pemulihan infrastruktur harus diiringi dengan langkah preventif agar bencana serupa tidak terulang, terutama mengingat kawasan Bendungan Hilir adalah area padat dan strategis di Jakarta.
Warga dan pemilik properti juga harus dilibatkan dalam perencanaan mitigasi bencana agar solusi yang diterapkan tepat guna dan berkelanjutan. Ke depan, pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan edukasi dan kesiapsiagaan warga terhadap risiko longsor dan abrasi di bantaran sungai.
Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini tentang kondisi longsor Bendungan Hilir dan pemulihan rumah-kosan, kunjungi sumber berita asli di detikProperti dan pantau berita resmi dari BPBD DKI Jakarta.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0