BGN Hentikan Operasional SPPG Pamekasan Setelah Temuan Lele Mentah di Menu MBG

Mar 12, 2026 - 13:02
 0  4
BGN Hentikan Operasional SPPG Pamekasan Setelah Temuan Lele Mentah di Menu MBG

Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pademawu, Buddagan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menyusul penemuan lele mentah dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang viral dan memicu kekhawatiran masyarakat serta pihak sekolah.

Ad
Ad

Penemuan Lele Mentah dan Dampaknya pada Program MBG

Kejadian tersebut pertama kali mencuat melalui video viral pada Senin (9/3/2026) yang menunjukkan menu MBG berupa lele mentah di salah satu sekolah di Kabupaten Pamekasan. Hal ini langsung mendapat penolakan dari pihak sekolah dan memicu kehebohan di masyarakat.

Dalam menanggapi situasi ini, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro, menyatakan bahwa permasalahan ini dianggap menghambat kelancaran distribusi program MBG.

"Berdasarkan pertimbangan pimpinan BGN, permasalahan tersebut dinilai telah menghambat proses distribusi dalam Program Makan Bergizi Gratis. Oleh karena itu, operasional SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan untuk sementara waktu dihentikan," ujar Dony dalam pernyataannya, Kamis (12/3/2026).

Langkah Evaluasi dan Perbaikan SPPG Pamekasan

Penghentian operasional ini bukan tanpa alasan. BGN menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan langkah awal untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan pembinaan sistem pengolahan serta penyajian makanan agar standar gizi dan keamanan pangan terpenuhi dengan baik.

Dony menambahkan, operasional SPPG akan kembali dibuka setelah proses evaluasi dan perbaikan selesai dan mendapat persetujuan dari pihak berwenang. Pemerintah menaruh harapan besar agar perbaikan ini dapat memastikan kualitas dan keamanan makanan untuk para siswa penerima manfaat program MBG.

Keterangan Ahli Gizi dan Detail Program MBG di Pamekasan

Menanggapi kontroversi lele mentah, Ahli Gizi SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan, Fikri Kuttawakil, menjelaskan bahwa penggunaan lele marinasi dalam menu MBG didasari pertimbangan gizi dan ketahanan pangan.

"Kenapa kami menggunakan lele marinasi, pertama untuk mencegah berkurangnya gizi di lele itu dan menambah protein di hari itu. Dimarinasi, lele juga bisa bertahan sampai satu hari," jelas Fikri.

SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan melayani total 3.329 penerima manfaat yang terdiri dari siswa SMA/SMK/MA, SMP/MTs, PAUD/TK, SLB, tenaga pendidik, serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Hal ini menunjukkan skala besar program MBG dan pentingnya menjaga mutu serta keamanan setiap makanan yang didistribusikan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penemuan lele mentah dalam program MBG ini menjadi alarm penting bagi pemerintah dan BGN terkait pengawasan mutu makanan dalam program sosial yang menyasar segmen rentan, terutama anak sekolah dan ibu hamil. Meski niat program MBG adalah mulia, kejadian ini memperlihatkan adanya celah dalam pengendalian mutu dan standar operasional di lapangan.

Penghentian sementara operasional SPPG Pamekasan memang langkah yang tepat sebagai upaya respons cepat, namun yang lebih penting adalah memastikan perbaikan sistem pengolahan, pelatihan petugas, serta pengawasan yang berkelanjutan. Jika tidak, risiko penurunan kepercayaan masyarakat terhadap program ini bisa berdampak negatif pada tujuan jangka panjang pemerintah dalam meningkatkan status gizi masyarakat.

Ke depan, publik perlu mengawasi proses evaluasi dan hasil perbaikan yang dilakukan BGN. Apakah kualitas dan keamanan makanan benar-benar menjadi prioritas utama ataukah insiden serupa akan kembali terulang. Selain itu, langkah transparansi dan komunikasi yang terbuka dari BGN sangat penting untuk memulihkan kepercayaan penerima manfaat dan masyarakat luas.

Kesimpulan dan Langkah Selanjutnya

Kasus lele mentah dalam menu MBG di Pamekasan membuka mata semua pihak akan pentingnya standar ketat dalam penyediaan makanan bergizi untuk program pemerintah. BGN sudah menunjukkan respons cepat dengan menghentikan sementara SPPG yang bermasalah dan berencana melakukan evaluasi serta pembinaan.

Keberlanjutan program MBG sangat bergantung pada perbaikan sistem dan pengawasan yang lebih ketat. Dengan demikian, program ini dapat benar-benar mencapai tujuannya meningkatkan gizi masyarakat secara efektif dan aman.

Publik dan pemangku kepentingan diharapkan terus memantau perkembangan perbaikan ini guna memastikan program MBG tetap berjalan optimal dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi generasi penerus bangsa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad