Penyakit Liver Diam-Diam Mengancam Nyawa: Kenali Gejala dan Pencegahannya
Penyakit liver merupakan salah satu ancaman kesehatan yang sering tidak disadari oleh banyak orang. Organ vital ini berperan penting dalam mengolah zat gizi, menyimpan energi, dan menetralkan racun dalam tubuh. Meski terlihat sehat dan aktif, seseorang bisa saja mengalami gangguan liver yang berbahaya tanpa gejala jelas. Oleh sebab itu, penyakit liver dikenal sebagai silent killer yang memerlukan perhatian serius.
MASLD: Penyakit Liver yang Semakin Marak
Salah satu kondisi liver yang kini semakin banyak ditemukan adalah Metabolic Dysfunction-Associated Steatotic Liver Disease (MASLD). MASLD adalah penumpukan lemak di hati yang berhubungan dengan gangguan metabolik seperti obesitas, diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi. Perubahan gaya hidup modern yang kurang sehat menjadi faktor utama peningkatan kasus ini.
Prevalensi MASLD cukup tinggi secara global, dengan sekitar 38% orang dewasa terdampak. Angka ini bahkan bisa meningkat menjadi 50-70% pada individu yang memiliki diabetes atau obesitas. Sayangnya, penyakit ini sering tidak disadari karena gejalanya yang tidak spesifik dan samar.
Gejala dan Tahapan Penyakit Liver
Menurut dr. Nenny Agustanti, SpPD, KGEH dari Mayapada Hospital Bandung, penyakit liver di tahap awal sering berkembang perlahan. Gejala yang muncul seperti mudah lelah, nyeri tipis di perut atas, dan penurunan nafsu makan biasanya dianggap sepele.
"Gejala ini perlu diwaspadai, terutama bagi mereka dengan faktor risiko seperti berat badan berlebih, gangguan metabolik, atau keluhan berulang," jelas dr. Nenny pada Senin (27/4/2026).
Jika tidak ditangani, penyakit ini bisa berkembang menjadi kondisi serius seperti sirosis yang ditandai dengan perut membesar (asites), pembengkakan kaki, serta kulit dan mata menguning. Pola hidup tidak sehat, konsumsi makanan tinggi lemak dan gula, serta kurang aktivitas fisik memperparah kondisi ini, meningkatkan risiko komplikasi seperti obesitas, diabetes, dislipidemia, dan hipertensi. Tanpa penanganan, risiko kanker hati pun meningkat.
Deteksi Dini dan Pemeriksaan yang Direkomendasikan
Karena gejala yang tidak spesifik, penyakit liver sering baru terdeteksi saat pemeriksaan medis rutin atau medical check-up. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah perkembangan penyakit yang lebih parah.
Langkah awal yang disarankan adalah pemeriksaan USG abdomen yang dapat mendeteksi perubahan pada hati. Pemeriksaan ini bisa dilengkapi dengan tes darah dan FibroScan untuk evaluasi lebih mendalam. Dengan evaluasi medis yang tepat, kondisi liver dapat dinilai secara menyeluruh sehingga penanganan bisa dilakukan lebih awal dan terarah.
Peran Gaya Hidup Sehat dalam Pengendalian Penyakit Liver
Meskipun penyakit liver berpotensi serius, kondisi ini masih bisa dikendalikan jika terdeteksi sejak dini. Perubahan gaya hidup menjadi kunci utama dalam pencegahan dan pengobatan, antara lain:
- Menurunkan berat badan sekitar 7-10% dari berat badan awal.
- Menerapkan pola makan seimbang ala diet mediterania yang kaya sayur, buah, dan lemak sehat.
- Rutin beraktivitas fisik minimal 150 menit per minggu untuk meningkatkan metabolisme dan mengurangi penumpukan lemak di hati.
Konsistensi dalam menjaga pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan berkala sangat penting, terutama di tengah gaya hidup modern yang cenderung kurang sehat dan berisiko terhadap metabolisme tubuh.
Layanan Khusus untuk Kesehatan Liver di Mayapada Hospital Bandung
Untuk mendukung kesadaran masyarakat Jawa Barat terhadap kesehatan liver, Mayapada Hospital Bandung menyediakan layanan khusus bernama Liver, Metabolic and Wellness Center (LMWC). Layanan ini fokus pada evaluasi kesehatan liver dengan penilaian faktor risiko metabolik seperti obesitas, diabetes melitus, dislipidemia, dan sindrom metabolik.
LMWC menggunakan pendekatan multidisiplin dengan melibatkan berbagai subspesialisasi untuk memberikan perawatan yang tepat dan terarah. Layanan ini mulai beroperasi pada April 2026 dan pendaftaran dapat dilakukan melalui Call Center 150770.
Informasi kesehatan dari dokter Mayapada Hospital juga dapat diakses melalui aplikasi MyCare dengan fitur Health Articles dan Tips. Selain itu, aplikasi ini membantu memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health yang menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, peningkatan prevalensi MASLD dan penyakit liver lainnya mencerminkan dampak serius dari perubahan gaya hidup modern yang kurang sehat dan pola makan tidak seimbang. Banyak kasus yang tidak terdeteksi karena gejala yang samar membuat masyarakat kurang waspada, sehingga penyakit baru terdiagnosis pada tahap lanjut yang lebih sulit ditangani.
Ini menjadi alarm penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan edukasi kesehatan liver serta mempermudah akses ke layanan deteksi dini, seperti yang dilakukan Mayapada Hospital Bandung dengan layanan LMWC. Jika tidak, beban kesehatan akibat komplikasi liver akan meningkat dan mempengaruhi kualitas hidup banyak orang.
Ke depan, pembaca disarankan untuk lebih proaktif melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan menerapkan pola hidup sehat. Kesadaran dan tindakan preventif merupakan investasi penting untuk menghindari risiko berat penyakit liver yang berpotensi mengancam nyawa.
Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi artikel asli di CNBC Indonesia.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0