Putri Zulkifli Hasan Kunjungi Rumah Korban Banjir di Bandarlampung, Serukan Mitigasi Serius
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI sekaligus anggota DPR RI Dapil Lampung I, Putri Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan ke kediaman keluarga Satria (10), bocah yang menjadi korban meninggal dunia akibat banjir di wilayah Rajabasa, Kota Bandarlampung, pada Kamis, 12 Maret 2026.
Dalam lawatannya, Putri menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada keluarga almarhum sekaligus memberikan dukungan moral yang sangat dibutuhkan oleh keluarga di tengah musibah ini.
"Kami menyampaikan duka yang mendalam atas kepergian ananda Satria. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," ujar Putri Zulkifli Hasan.
Tragedi Banjir di Rajabasa: Kronologi dan Dampaknya
Satria adalah siswa kelas 4 SD yang dilaporkan hanyut ketika banjir melanda wilayah Rajabasa pada Jumat, 6 Februari 2026. Peristiwa ini terjadi saat debit air sungai naik drastis akibat hujan deras yang mengguyur daerah tersebut.
Tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif dan berhasil menemukan korban sekitar 800 meter dari lokasi awal hanyut. Sayangnya, Satria sudah meninggal dunia saat ditemukan dan kemudian diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman.
Seruan Penting untuk Mitigasi dan Penanganan Banjir
Dalam kunjungannya, Putri Zulkifli Hasan menegaskan bahwa peristiwa tragis ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak agar meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana, terlebih di musim hujan seperti saat ini.
Putri menyoroti perlunya penanganan banjir yang lebih serius di ibu kota Provinsi Lampung, khususnya Kota Bandarlampung yang masih kerap mengalami bencana banjir setiap musim hujan.
- Perbaikan sistem drainase kota agar mampu menampung dan mengalirkan air secara optimal.
- Normalisasi sungai untuk mencegah pendangkalan dan penyempitan aliran air.
- Pengawasan ketat terhadap pembangunan di kawasan rawan banjir agar tidak memperparah risiko bencana.
"Peristiwa ini harus menjadi perhatian serius bagi kita semua. Upaya pencegahan dan mitigasi banjir perlu diperkuat agar keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak, dapat lebih terjamin," tambah Putri.
Peran Pemerintah dan Harapan Masyarakat
Kunjungan Putri Zulkifli Hasan ini bukan hanya bentuk empati, tapi juga sebagai dorongan nyata kepada pemerintah daerah untuk mempercepat dan memperkuat langkah-langkah mitigasi bencana. Hal ini penting agar bencana banjir tidak lagi menimbulkan korban jiwa dan kerugian besar bagi warga.
Pemerintah Kota Bandarlampung sendiri telah menyatakan kesiapan membantu pembiayaan penanganan sungai dan berencana membuat ribuan biopori sebagai salah satu solusi untuk mengatasi genangan air.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, kunjungan Putri Zulkifli Hasan ke keluarga korban banjir di Bandarlampung merupakan langkah yang sangat penting sebagai bentuk leadership dan kepedulian nyata dari wakil rakyat terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Namun, tragedi ini juga menjadi cermin kegagalan sistem mitigasi bencana yang selama ini masih kurang optimal di kota-kota besar termasuk Bandarlampung. Upaya mitigasi tidak boleh hanya menjadi wacana, tapi harus diwujudkan dalam tindakan konkret seperti perbaikan infrastruktur drainase, normalisasi sungai, dan pengawasan pembangunan.
Ke depan, masyarakat dan pemerintah harus berkolaborasi untuk membangun sistem peringatan dini dan edukasi keselamatan bencana, agar korban seperti Satria tidak lagi berjatuhan. Pemantauan wilayah rawan banjir dan penataan tata ruang yang tepat juga wajib menjadi prioritas.
Kita harus terus mengikuti perkembangan penanganan banjir di Bandarlampung dan bagaimana langkah DPR serta pemerintah daerah dalam mengimplementasikan solusi jangka panjang. Keselamatan warga, terutama anak-anak, harus menjadi fokus utama dalam menghadapi tantangan musim hujan yang semakin intens ini.
Dengan demikian, tragedi memilukan ini dapat menjadi momentum perubahan yang sesungguhnya dalam pengelolaan bencana di Lampung.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0