DPRD Lampung Tekankan Fokus Cari Solusi Atasi Banjir Bandarlampung

Mar 13, 2026 - 13:10
 0  3
DPRD Lampung Tekankan Fokus Cari Solusi Atasi Banjir Bandarlampung

Banjir yang melanda Bandarlampung dan Lampung Selatan pada awal Maret 2026 kembali menjadi sorotan berbagai pihak. Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi, menegaskan pentingnya agar seluruh pihak terkait fokus mencari solusi konkret untuk mengatasi banjir ini, tanpa terjebak pada saling menyalahkan.

Ad
Ad

Fokus Bersama untuk Solusi Banjir di Bandarlampung dan Lampung Selatan

Wahrul Fauzi menegaskan bahwa semua elemen, baik masyarakat, pemerintah daerah, maupun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, harus bersinergi dalam menangani banjir yang terjadi pada Jumat, 6 Maret 2026. Ia menyarankan agar energi dan sumber daya dialihkan ke upaya gotong royong membantu masyarakat terdampak dan mencari langkah-langkah antisipatif jangka panjang.

"Prinsipnya kita semua, baik masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, maupun BBWS Mesuji Sekampung, tidak perlu saling menyalahkan. Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama bergotong royong membantu masyarakat serta mencari solusi agar banjir dapat diatasi ke depan," ujar Wahrul dalam pernyataan resmi pada Jumat.

Penyebab Banjir: Curah Hujan Ekstrem dan Penurunan Ruang Terbuka Hijau

Menurut Wahrul, pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya penanggulangan seperti perbaikan drainase dan normalisasi sungai di beberapa titik rawan banjir. Meski demikian, curah hujan yang sangat tinggi pada periode tersebut menyebabkan meluapnya air di sejumlah wilayah.

Selain faktor cuaca, penurunan signifikan ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan berkontribusi besar pada banjir. Banyak lahan pertanian dan persawahan yang kini berubah fungsi menjadi kawasan perumahan, sehingga mengurangi kapasitas resapan air alami.

"Memang harus kita akui, ruang terbuka hijau saat ini sangat berkurang. Banyak lahan pertanian dan persawahan yang berubah menjadi perumahan," ungkapnya.

Masalah Sampah dan Saluran Air Tersumbat Perparah Banjir

Wahrul juga menyoroti pentingnya kebersihan saluran air sebagai faktor krusial. Banyak got dan saluran air yang tersumbat akibat penumpukan sampah, sehingga memperparah kondisi saat hujan deras.

"Got dan saluran air banyak yang dipenuhi sampah. Kemudian area resapan air juga banyak yang hilang. Ini menjadi potret yang harus kita evaluasi bersama," katanya.

Hal ini menunjukkan perlunya edukasi dan tindakan nyata dalam pengelolaan lingkungan agar banjir tidak terus berulang.

Ajakan Gotong Royong dan Pelestarian Lingkungan

Menanggapi berbagai penyebab tersebut, Wahrul mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan memperkuat upaya pelestarian alam, guna meminimalkan risiko banjir di masa mendatang.

"Prinsipnya mari kita bergotong royong untuk menyelamatkan lingkungan kita," tutupnya.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pernyataan DPRD Lampung ini menjadi momentum penting untuk mengubah paradigma penanganan banjir yang selama ini lebih banyak bersifat reaktif menjadi proaktif dan preventif. Saling menyalahkan hanya memperlambat langkah penyelesaian masalah yang kompleks dan multidimensional, seperti banjir di Bandarlampung.

Faktor-faktor penyebab banjir yang disebut, seperti berkurangnya ruang terbuka hijau dan saluran air tersumbat, merupakan persoalan sistemik yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat. Pemerintah daerah harus memperkuat kebijakan tata ruang dan pengelolaan sampah, serta meningkatkan sosialisasi pentingnya menjaga lingkungan.

Ke depan, publik perlu mengawasi pelaksanaan program penanganan banjir agar tidak hanya menjadi janji, tetapi terwujud dalam tindakan nyata. Pembangunan infrastruktur hijau dan konservasi daerah resapan air harus menjadi prioritas. Dengan demikian, banjir yang selama ini menjadi momok bagi warga Bandarlampung dan Lampung Selatan dapat dikurangi secara signifikan.

Langkah Selanjutnya

Pemangku kepentingan diharapkan segera menyusun rencana induk penanggulangan banjir yang komprehensif, melibatkan seluruh elemen masyarakat dan lembaga teknis. Monitoring dan evaluasi berkala terhadap kondisi drainase dan ruang terbuka hijau juga harus dilakukan agar upaya pencegahan lebih optimal.

Selain itu, edukasi berkelanjutan terkait pengelolaan sampah dan pentingnya menjaga lingkungan harus terus digalakkan, terutama di kawasan perkotaan yang rentan banjir. Masyarakat pun perlu didorong untuk menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian alam.

Dengan langkah terpadu tersebut, diharapkan Bandarlampung dan sekitarnya dapat bertransformasi menjadi kawasan yang lebih resilien terhadap bencana banjir di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad