Banjir dan Tanah Longsor di Ethiopia Selatan Tewaskan 64 Orang, Puluhan Hilang

Mar 13, 2026 - 13:50
 0  3
Banjir dan Tanah Longsor di Ethiopia Selatan Tewaskan 64 Orang, Puluhan Hilang

Bencana banjir dan tanah longsor di Ethiopia Selatan telah menelan korban jiwa sebanyak 64 orang dan menyebabkan puluhan lainnya hilang. Peristiwa tragis ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Zona Gamo selama sepekan terakhir, memicu longsor dan banjir yang melanda beberapa distrik.

Ad
Ad

Bencana dan Dampaknya di Zona Gamo

Menurut pernyataan resmi dari Komisi Polisi Negara Bagian Ethiopia Selatan, jumlah orang yang dilaporkan hilang akibat bencana ini mencapai 128 orang. Korban tewas ditemukan terutama di Distrik Gacho Baba, Distrik Kamba, dan Distrik Bonke. Kepala bidang komunikasi Distrik Gacho Baba, Abebe Agena, menyebut bahwa sebagian besar korban meninggal dunia terkubur oleh lumpur akibat tanah longsor.

Sementara itu, Direktur Tanggap Bencana Zona Gamo, Mesfin Manuqa, melaporkan bahwa dalam upaya penyelamatan, satu orang berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup dari dalam lumpur. Namun, situasi tetap mengkhawatirkan karena hujan masih terus berlangsung dan meningkatkan risiko bencana susulan.

Imbauan Pemindahan Warga ke Dataran Tinggi

Gubernur Negara Bagian Ethiopia Selatan, Tilahun Kebede, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengimbau masyarakat untuk segera pindah ke daerah yang lebih aman, khususnya dataran tinggi yang kurang rawan banjir dan tanah longsor.

"Mengingat musim hujan masih berlangsung dan risiko bencana seperti ini masih tinggi, kami mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan untuk mengambil langkah pencegahan dan pindah ke dataran tinggi," ujar Tilahun Kebede.

Hujan deras yang terus mengguyur wilayah ini juga menyebabkan banjir meluas di beberapa negara Afrika Timur lain, seperti Kenya, yang baru-baru ini melaporkan puluhan kematian akibat bencana serupa.

Kerusakan Infrastruktur dan Ancaman Banjir Lanjutan

Kota Arba Minch dan sekitarnya menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak. Hujan deras selama dua hari berturut-turut menyebabkan kerusakan signifikan pada rumah, infrastruktur transportasi, dan lahan pertanian. Beberapa jalan utama tertutup tanah longsor dan jembatan terendam air, menyulitkan akses dan evakuasi.

Otoritas setempat memperingatkan bahwa banjir dan tanah longsor lebih lanjut sangat mungkin terjadi selama musim hujan ini, sehingga tim darurat terus memantau kondisi dan melakukan upaya penanggulangan bencana secara intensif.

Sejarah dan Peran Perubahan Iklim

Banjir dan tanah longsor bukan kejadian baru di Ethiopia Selatan. Pada Juli 2024, bencana serupa menewaskan lebih dari 250 orang akibat hujan lebat dan longsor di wilayah yang sama. Fenomena ini berulang menunjukkan adanya peningkatan intensitas badai dan hujan ekstrem di kawasan Afrika Timur.

Para ilmuwan menyatakan bahwa perubahan iklim akibat aktivitas manusia memperburuk pola cuaca ekstrem, meningkatkan frekuensi dan intensitas hujan deras yang memicu banjir dan tanah longsor. Ini menjadi peringatan serius tentang pentingnya mitigasi dan adaptasi iklim di wilayah rawan bencana.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, bencana banjir dan tanah longsor di Ethiopia Selatan ini bukan hanya persoalan alam semata, melainkan juga cerminan kegagalan sistem mitigasi bencana dan pengelolaan lingkungan yang memadai. Meskipun pemerintah telah memberikan imbauan evakuasi, keterbatasan infrastruktur dan kesiapan masyarakat masih menjadi tantangan besar.

Lebih jauh, bencana ini menggarisbawahi dampak nyata dari perubahan iklim yang harus menjadi perhatian global. Negara-negara berkembang seperti Ethiopia sangat rentan terhadap perubahan pola cuaca ekstrem, sehingga bantuan internasional dan kerjasama dalam mitigasi iklim menjadi sangat krusial.

Ke depan, masyarakat dan pemerintah Ethiopia perlu memperkuat sistem peringatan dini dan memperbaiki tata ruang wilayah agar risiko bencana bisa diminimalisir. Publik juga perlu terus mengikuti perkembangan situasi untuk keselamatan bersama, mengingat musim hujan masih belum berakhir.

Dengan kondisi yang masih mengkhawatirkan, perhatian dunia terhadap Ethiopia dan kawasan Afrika Timur harus ditingkatkan agar bencana serupa dapat dicegah atau dampaknya diminimalisasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad